Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

Kisah Nabi Idris di Syurga

Setiap hari Malaikat Izrael dan Nabi
Idris beribadah bersama. Suatu kali,
sekali lagi Nabi Idris mengajukan
permintaan. "Bisakah engkau
membawa saya melihat surga dan
neraka?"

"Wahai Nabi Allah, lagi-lagi
permintaanmu aneh," kata Izrael.
Setelah Malaikat Izrael memohon izin
kepada Allah, dibawanya Nabi Idris ke tempat yang ingin dilihatnya.

"Ya Nabi Allah, mengapa ingin melihat
neraka? Bahkan para Malaikat pun
takut melihatnya," kata Izrael.

"Terus terang, saya takut sekali
kepada Azab Allah itu. Tapi mudah-
mudahan, iman saya menjadi tebal
setelah melihatnya," Nabi Idris
menjelaskan alasannya.

Waktu mereka sampai ke dekat
neraka, Nabi Idris langsung pingsan.
Penjaga neraka adalah Malaikat yang
sangat menakutkan. Ia menyeret dan
menyiksa manusia-manusia yang
durhaka kepada Allah semasa
hidupnya. Nabi Idris tidak sanggup
menyaksikan berbagai siksaan yang
mengerikan itu. Api neraka berkobar
dahsyat, bunyinya bergemuruh
menakutkan, tak ada pemandangan
yang lebih mengerikan dibanding
tempat ini.

Dengan tubuh lemas Nabi Idris
meninggalkan tempat yang mengerikan itu. Kemudian Izrael membawa Nabi Idris ke surga.

"Assalamu'alaikum…" kata
Izrael kepada Malaikat Ridwan, Malaikat penjaga pintu surga yang sangat tampan.

Wajah Malaikat Ridwan selalu berseri-
seri di hiasi senyum ramah. Siapapun
akan senang memandangnya.

Sikapnya amat sopan, dengan lemah
lembut ia mempersilahkan para
penghuni surga untuk memasuki
tempat yang mulia itu.

Waktu melihat isi surga, Nabi Idris
kembali nyaris pingsan karena
terpesona. Semua yang ada di
dalamnya begitu indah dan
menakjubkan. Nabi Idris terpukau
tanpa bisa berkata-kata melihat
pemandangan sangat indah di
depannya. "Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…" ucap Nabi Idris berulang-ulang.

Nabi Idris melihat sungai-sungai yang
airnya bening seperti kaca. Di pinggir
sungai terdapat pohon-pohon yang
batangnya terbuat dari emas dan
perak. Ada juga istana-istana pualam
bagi penghuni surga. Pohon buah-
buahan ada disetiap penjuru. Buahnya segar, ranum dan harum.
Waktu berkeliling di sana, Nabi Idris
diiringi pelayan surga. Mereka adalah
para bidadari yang cantik jelita dan
anak-anak muda yang amat tampan
wajahnya. Mereka bertingkah laku
dan berbicara dengan sopan.
Mendadak Nabi Idris ingin minum air
sungai surga. "Bolehkah saya
meminumnya? Airnya kelihatan sejuk dan segar sekali."

"Silahkan minum, inilah minuman
untuk penghuni surga." Jawab Izrael.

Pelayan surga datang membawakan
gelas minuman berupa piala yang
terbuat dari emas dan perak. Nabi
Idris pun minum air itu dengan
nikmat. Dia amat bersyukur bisa
menikmati air minum yang begitu
segar dan luar biasa enak. Tak pernah terbayangkan olehnya ada minuman selezat itu. "Alhamdulillah,
Alhamdulillah, Alhamdulillah," Nabi
Idris mengucap syukur berulang-
ulang.

Setelah puas melihat surga, tibalah
waktunya pergi bagi Nabi Idris untuk
kembali ke bumi. Tapi ia tidak mau
kembali ke bumi. Hatinya sudah
terpikat keindahan dan kenikmatan
surga Allah.

"Saya tidak mau keluar dari surga ini,
saya ingin beribadah kepada Allah
sampai hari kiamat nanti," kata Nabi
Idris.

"Tuan boleh tinggal di sini setelah
kiamat nanti, setelah semua amal
ibadah di hisab oleh Allah, baru tuan
bisa menghuni surga bersama para
Nabi dan orang yang beriman
lainnya," kata Izrael.

"Tapi Allah itu Maha Pengasih,
terutama kepada Nabi-Nya. Akhirnya
Allah mengkaruniakan sebuah tempat
yang mulia di langit, dan Nabi Idris
menjadi satu-satunya Nabi yang
menghuni surga tanpa mengalami
kematian. Waktu diangkat ke tempat
itu, Nabi Idris berusia 82 tahun.

Firman Allah:
"Dan ceritakanlah Idris di dalam Al-
Qur'an. Sesungguhnya ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang Nabi, dan kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi." (QS Al-Anbiya:85-86).

***

Pada saat Nabi Muhammad sedang
melakukan perjalanan Isra' Mi'raj ke
langit, beliau bertemu Nabi Idris.

"Siapa orang ini? Tanya Nabi
Muhammad kepada Jibril yang
mendampinginya waktu itu.

"Inilah Idris," jawab Jibril. Nabi
Muhammad mendapat penjelasan
Allah tentang Idris dalam Al-Qur'an
Surat Al-Anbiya ayat 85 dan 86, serta
Surat Maryam ayat 56 dan 57.

Sumber Bacaan: Alkisah Nomor 01 /
3-16 Januari 2005
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories