Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

Bismillah

Bismillah

Assalamu'alaikum Warahmatulahi Wabarakatu.

Bismillahirrahmanirrahim
Allahummashalli 'alaa Muhammad wa'alaa aalihi wa ashabihi wadlurriyatihi
washallim.
  

“Alhamdulillahi nasta’iinuhu wanastagh firuhu wana’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa waminsayyi ati a’ maalinaa man yahdihillahu falaa mudhilla lahu waman yudhlil falaa haadiya lahu, asyhadu anlaa ilaha illallaahu wah dahulaa syariikalahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhuu warasuuluhu la nabiya ba’da.”


"BISMILLAHIRRAHMAN NIRROHIIM" Dengan nama ALLAH yang maha pemurah lagi maha mengasihani......

Mukjizat di balik BISMILLAH...

BISMILLAH adalah sebutan/nama dari lafaz "BISMILLAHIRRAHMAN NIRROHIM" yang bermaksud 'Dengan nama ALLAH yang maha pengasih lagi maha penyayang'..

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH:-

1.Yang pertama ditulis dalam kalam adalah BISMILLAH.Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada Jibrail.

2.BISMILLAH untukmu dan ummahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam.(Hadis Qudsi)

3.Tatkala BISMILLAH diturunkan kedunia, maka semua awan berlari kearah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang terlempar semua syaitan.

4.Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orng sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya.

5.Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.

6.Jumlah huruf dalam BISMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 (QS.AL Muddatsir:30).Ibnu Mas'ud berkata:"Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH setiap hari.

7.Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata"Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya.

8.Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.

9.Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.

10.Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian kan kebakaran, maut mendadak dan bala.

 Dalam kalimat "basmalah" terdapat beberapa kata kunci, yakni

 (Bi_Ism_ALLAH_Ar-Rahman_Ar-Rahiim), 

Untuk memahami rahasianya sebaiknya kita uraikan dulu satu persatu makna per kata-nya: 


1) "Bi' : 

artinya dengan, bersama. Kebersamaan yang mutlak, tidak bisa tidak kita selalu dalam lingkup DzatNya, jadi tidak mungkin kita tidak bersama Allah.



 2) "Ism" : 

artinya nama. Akar katanya ada banyak, namun yang paling tepat dan cocok ada 2, yakni kata "summu" artinya "tinggi, dan "bimmah" artinya "tanda". Jadi jika digabung berarti "dengan tanda", "dengan ketinggian" (seperti contoh dalam Qur'an kata "sammawati"), siapakah yang dimaksud disini??? Yakni ALLAH. Lalu pertanyaannya, kenapa harus disisipi kata "ism"? Sedangkan tanpa disisipipun sebenarnya tidak masalah atau artinya sudah menyebutkan DzatNya selalu bersama. Nah, inilah rahasianya... Mari kita kaji, Di dalam kithah kita sebagai manusia di dunia ini, secara Dzatnya Allah sesungguhnya kita ini sama sekali belum bersentuhan. 

Contoh : Allah Maha Suci, sudahkah kita ini suci??? jawabnya pasti BELUM. Maka adanya kata "ism" diantara kata "Bi" dan "Allah" maksudnya adalah apapun nantinya yang kita wujudkan, kita jadikan, kita lakukan, kita kerjakan adalah semata-mata merupakan wujud dari Allah, tanda dari dzatnya Allah. 

Contoh: Langit dan bumi hanyalah "tanda" bahwa Allah itu ada, kita inipun hanya "tanda". Kita berkarya, kemudian hasil karya yang muncul hanyalah "tanda" yang mana saat ini belum bersentuhan langsung dengan kemurnian Dzatnya Allah. Jadi kata "ism" hanya "nama" saja, bukan pada DzatNya. Inilah yang disebut "Ismu Dzat". Jadi segala sesuatu yang dilakukan dan yang diawali dengan menyebut "nama" ini diharapkan "ketinggian" atau "tanda"nya yang sangat tidak terbatas melekat pada apa saja yang dilakukan agar selalu bersama Allah. Inilah salah satu hakekat konsep hablumminallah. Dalam arti lain adalah mensyiratkan ketergantungan karena tanpa adanya Allah tidak akan mampu melakukan apapun itu. 

"Bismillah" di satu sisi mengakui adanya kekurangan/ kealphaan/ kelemahan kita. Di sisi lain kita jadi tahu bahwa ada Dzat yang Maha Kuasa dan Tidak Terbatas yang selalu menyertai langkah kita dan menyatakan akan kesempurnaan yang menyertai kita.


 3) "ALLAH" :

 Kata ini tidak memiliki akar kata, tapi ada sebagian ulama yang yang menafsirkan per hurufnya (huruf hijaiyah), dan untuk hal ini ada ilmunya untuk dibahas tersendiri. Yang jelas bahwa ALLAH itu Sangat Menakjubkan ciptaanNya, Sangat Mengherankan Dzatnya (karena jelas tak bisa dijangkau dengan akal) dan Sangat Sempurna ketaatan dari yang diciptakanNya. 

Mulai dari orbit benda-benda besar di langit hingga orbitnya molekul-molekul terkecil dan terdalam yang ada di bumi semuanya tunduk patuh hanya kepadaNya. Intinya penyisipan kata "ism" ini menjadi sangat jelas dan tegas bahwa yang tersentuh kita sebenarnya hanyalah AF'AL-NYA saja. Oleh sebab itu diartikan "dengan nama" bukan "dengan DzatNya". Kemudian mengenai "Ar-Rahmaan Ar-Rahiim", dalam surat Al-Fathihah disebutkan sebanyak 2 kali. Merupakan 2 kata yang berasal dari akar kata yang sama yaitu 


"Rahmat".."Kasih".."Cinta". > Ar-Rahmaan Ar-Rahiim pada "basmallah" menunjukkan Sifat dari DzatNya. > Ar-Rahmaan Ar-Rahiim pada ayat ke-3 menunjukkan Sifat dari Af'al-Nya. Disinilah perbedaannya, untuk memudahkan pemahaman sebagai berikut... 


4) "Ar Rahmaan" 

Memiliki sendi "kesempurnaan" juga "kesementaraan". Terbukti bahwa selalu berarti tunggal, tidak bisa jamak karena memiliki sendi kesempurnaan. Maksudnya kasih Allah itu sempurna nggak pilih-pilih atau pandang bulu kepada semua makhlukNya. Kalaupun tidak sempurna kasihNya itu dikarenakan posisi dari si makhluk yang tidak benar. Dan kasihNya menyentuh semua makhlukNya sama rata dan tunggal, tapi sifatnya sementara karena posisi obyeknya yang salah. 

Contoh: Sinar matahari. Semua yang ada di bumi ini mendapatkan porsi yang sama dari sinar matahari, yang menjadikan tidak sama karena salah posisi dari obyeknya. Orang yang ada diluar rumah dengan orang yang ada di dalam rumah tentunya lebih banyak mendapatkan curahan sinar matahari orang yang ada di luar rumah bukan?? 

Kemudian semua planet di tata surya juga mendapatkan curahan cahaya matahari yang sama banyaknya, namun karena posisi dari obyeknya berubah-ubah maka menjadikan seolah-olah sifatnya sementara, saat ini terang (siang) sesaat kemudian gelap (malam), begitu seterusnya. Dan kebanyakan manusia itu sungguh aneh tapi nyata, ketika tingkatan cahayanya dinaikkan maka kebanyakan menjadi seperti "kelelawar" (bahasa jawa: codot) yang sangat takut pada cahaya (=petunjuk), semakin terang cahayanya malah semakin takut dan lari menjauh, dia lebih nyaman di dalam "kegelapan". Inilah yang disindir berkali-kali dalam Al-Qur'an bahwa kebanyakn manusia itu berada dalam kerugian dan kesesatan yang nyata. 


5) "Ar Rahiim" 

Kata ini tidak menyentuh makhluk karena dia bersama dengan DzatNya, asumsinya murni ruhaniyah, maka ada sebagian ulama yang menyatakan "Ar Rahiim" adalah kasih Allah di akhirat nanti. Sifatnya mutlak, tidak berubah-ubah dan berkesinambungan. 

Misal: ada orang yang memang sifat aslinya dermawan kemudian sekaligus mewujudkan sifatnya tersebut dengan melalui beramal. Tapi ada juga yang sebaliknya yakni orang yang sebenarnya sifatnya kikir suatu ketika juga bisa beramal. Nah, Allah itu ibaratnya seperti yang pertama, yakni meliputi luar (Ar Rahmaan) dan dalam (Ar Rahiim). 

Jadi orang mengucap "basmallah" tahu benar bahwa semua dari Allah, akan lebur hanya "tanda" dari kuasa Allah. Semua hasil karya, hasil usaha adalah hanyalah "tanda" adanya Allah. Inilah konsep "fana fillah" kefanaan diri yang ada hanya Allah, semua dari Allah, bersama Allah, untuk Allah dan oleh Allah. 

Seperti yang pernah diajarkan oleh Kanjeng Sunan Kalijaga bahwa "yang dipandang adalah yang memandang, yang memandang adalah yang dipandang"... Jika dalam sholat, "Inni wajjahtu wajhiya lillaah...". Akhir kata... penjelasan mengenai "basmallah" yang saya sampaikan disini, sesungguhnya ringkasan dari apa yang telah diajarkan oleh Guru


Wallahu'alam


Barakallahu Fikum  
Wasalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu

 

 Bismillahirrahmanirrahim...
Allahumma shallii alaa Muhammad Nabiyyil ummi wa barik 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Wa umma wabarik 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Biadadi man shalla' alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad Biadadi man lam an yushalli 'alaihi wasallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama tuhibbu an yushalli 'alaihi wassallim
Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama amarta an yushalli 'alaihi wasallim

Allahumma shallii 'alaa Muhammad kama yasbaqhis shalawatu 'alaihi wasallim.
Allahumma shalli 'alaa Muhammadin wa'ala ali Muhammadin kamasollaita'ala Ibrahim.
Wabarik'ala Muhammadin wa'ala ali Muhammadin kamabarakta'ala Ibrahima fil'alamin.
innaka hamidunmajid
amiin Ya Karim
amiin Ya Wahhab..amiin Ya "Alimun

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories