Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

4 Hormon yang menentukan kebahagiaan manusia


Saudaraku Sahabatku...  
Salam Damai Sejahtra 
Semoga apa yg saya bagikan bermanfaat😊🙏🏻

*4 Hormon yang menentukan kebahagiaan manusia.*
 *1. Endorfin,*
 *2. Dopamin,*
 *3. Serotonin,*
 *4. Oksitosin.*

Penting bagi kita untuk memahami hormon-hormon ini, kita membutuhkan keempatnya untuk tetap bahagia.


*1. ENDORFIN*

Ketika kita *Berolahraga,* tubuh melepaskan Endorfin.
Endorfin membantu tubuh mengatasi rasa sakit saat berolahraga.
Kita bisa menikmati berolahraga karena Endorfin ini akan membuat kita bahagia.

*Tertawa* adalah cara lain yang baik untuk menghasilkan Endorfin.
Salah satu cara teraphy utk penderita kanker adalah dg Tertawa yaitu dg menonton yg lucu2. Tertawa itu sangat sehat sebaliknya kalau kita tidak bisa menguasai amarah, maka itu yg akan membuat tubuh dan jiwa kita jd sakit.  

Kita perlu berolahraga 30 menit setiap hari, baca atau menonton hal-hal yg lucu, selalu bersyukur dan berdoa untuk mendapatkan hormon Endorfin setiap hari. 


*2. DOPAMIN*

Dalam perjalanan hidup kita, kita menyelesaikan banyak tugas kecil dan besar, melepaskan berbagai tingkat Dopamin.

Ketika kita dihargai untuk pekerjaan kita di kantor atau di rumah, kita merasa puas dan baik, karena itu melepaskan Dopamin.
Ini juga menjelaskan mengapa sebagian besar ibu rumah tangga tidak bahagia karena mereka jarang diakui atau dihargai atas pekerjaan mereka.

Hal lain, ketika kita membeli mobil, rumah, gadget terbaru, dan sebagainya. Saat yg bersamaan tubuh melepaskan Dopamin dan kita menjadi bahagia.

Sekarang, apakah kita menyadari mengapa kita menjadi bahagia saat kita berbelanja?


*3. SEROTONIN*

Dilepaskan
ketika kita bertindak dengan cara yang bermanfaat bagi orang lain.

Ketika kita melampaui diri kita sendiri dan memberi kembali kepada orang lain atau kepada alam atau kepada masyarakat, itu melepaskan Serotonin.

Bahkan, memberikan informasi yang bermanfaat di internet seperti menulis blog informasi, menjawab pertanyaan orang di grup Facebook, IG, WA akan menghasilkan Serotonin.
Itu karena kita akan menggunakan waktu kita yang berharga untuk membantu orang lain melalui jawaban atau artikel kita.


*4. OKSITOSIN*

Ketika kita menjadi dekat dengan manusia lain.
Ketika kita memeluk pasangan hidup kita,  Anak2 kita atau keluarga besar kita, Oksitosin dilepaskan.

Demikian pula, ketika kita berjabat tangan atau merangkul bahu seseorang, berbagai jumlah Oksitosin dilepaskan.


Jadi, sederhana saja, kita harus berolahraga setiap hari untuk mendapatkan *Endorfin*,
kita harus mencapai tujuan kecil dan mendapatkan *Dopamin*,
kita harus bersikap baik kepada orang lain untuk mendapatkan *Serotonin* dan akhirnya
peluk anak-anak kita,
teman, dan keluarga untuk mendapatkan *Oksitosin* dan kita akan bahagia.  

*Ketika kita Bahagia, kita bisa menghadapi tantangan dan masalah kita dengan lebih baik.*

Sekarang, kita dapat memahami mengapa kita perlu memeluk seorang anak, yang suasana hatinya lg buruk.

Semoga kita memiliki Hidup yang sangat Bahagia dan juga membuat org lain Bahagia, khususnya Keluarga kita.  💖🇮🇩🌹
Share:

MASIHKAH MAU GRATIS AN?


+ Pak Nas, kenapa sih acara2 di Magnet Rezeki itu harus berbayar? Kalau mau bagi ilmu, mestinya gratis. Atau permudah orang untuk belajar.
- Saya mau ajak ke perspektif lain, boleh ga? Boleh ya...
Gini... coba tanya jujur dalam hati. Sebenarnya kita adil gak dengan ilmu?
Ilmu lah yang memberi banyak kebaikan , dengan ilmu bahkan banyak rezeki yang hadir dan datang pada kehidupan kita. Anak2 kita juga belajar ilmu, agar mrk jadi orang yang lebih baik di kemudian hari.
Tapi, bgm penghargaan kita terhadap para gurunya? Padahal mereka meluangkan waktu, tenaga dan juga biaya.
Sudah adilkah kita?
Maka, di Magnet Rezeki kita tidak menyarankan untuk membuat acara secara gratis. Ilmu yg gratisan tidak akan memberi dampak yang baik, karena ada ketidak-adilan di sana. Peserta menerima ilmu sementara gurunya tidak dihargai dgn layak.
Kalau pun ada acara Magnet Rezeki yang gratis, tetap sy sarankan untuk memberi infaq terbaik. Agar ilmu yang diterima berkah.
Bahkan, saya sarankan teman2 ketika masuk masjid di manapun, jangan main pergi aja. Keluarkan infaqnya. Wong pipis saja bayar, masa numpang sholat ga bayar...
Tapi, kalau mau tetap gratis juga, silahkan ikut audio MR dan YouTube nya. Di sana sy berbagi gratis. Walaupun ga gratis juga krn yutub dan penyedia internet harus dibayar.
Tetaaaap... saya mengajak para ctmr untuk ikhlas. Jangan berharap apapun dari peserta, haraplah hanya kepada Allah. Jika ada, itu adalah ujroh yang baik dari Allah, melalui para peserta.
Begitu ya... semoga kita tetap haus akan ilmu. Krn ilmu itu adalah cahaya dari Allah.
Sahabatmu,
Nasrullah
Share:

Kisah Gajah dan Anjing



JANGAN IRI TERHADAP ORANG LAIN

Seekor Gajah dan seekor Anjing hamil pada saat yang sama. Tiga bulan kemudian anjing melahirkan enam anak anjing. Lalu, enam bulan kemudian anjing itu hamil lagi, dan sembilan bulan berikutnya anjing itu melahirkan selusin anak anjing yang lain. Demikian seterusnya.

Pada bulan kedelapan belas,
anjing itu mendekati gajah sambil bertanya, “Apakah kau yakin bahwa kau sedang hamil? Kita hamil pada tanggal yang sama, saya telah melahirkan tiga kali untuk lusinan anak anjing dan sekarang mereka tumbuh menjadi anjing besar.
Tetapi kau masih saja hamil.

Apa yang sedang terjadi?” Gajah itu menjawab, “Ada sesuatu yang harus kau mengerti. 
Apa yang saya bawa bukan anjing tetapi gajah. 
Saya hanya melahirkan satu bayi gajah dalam dua tahun. Ketika bayi saya menyentuh tanah, bumi akan merasakannya. 
Ketika bayi saya melintasi jalan, manusia berhenti dan melihat dengan kekaguman, apa yang saya bawa menarik perhatian. 

Jadi, apa yang saya bawa dalam perut ini perkasa dan besar.” 

Pesan dari gambaran cerita diatas:
Jangan kehilangan iman ketika kita melihat orang lain menerima jawaban atas doa-doa mereka.
Jangan merasa iri atas kemudahan 

#rezeki orang lain.

Jika kita belum menerima rezski kita sendiri, jangan merasa putus asa. Berkatalah pada diri sendiri,

“Waktu saya akan tiba, dan ketika semua doa saya terkabul orang akan berdecak kagum.” 

Semogaga hari ini Rejeki Kita semua bagai curahan air yang turun dari langit ...

Halal dan Barokah. 

Aamiin ...

Share:

Istidraj, Taubat, Sholat, Putus Riba dan Nikmat (Part 2)


Sambungan dari Part 1:

https://m.facebook.com/groups/488655531196343?view=permalink&id=2656937187701489

“Ayah, tabungan kita habis, keuangan kita bulan depan defisit loh, boleh ngutang kantor gak Yah?” Keluh istriku sambil menyodorkan indomie rebus double pake telur kesukaanku.
“Iya nti tak tanyain.” Jawabku sambil nyruput mie rebus, pura pura tenang padahal dalam dada ini bergemuruh bingung.
“Jangankan kok ngutang, lha wong kasus hilang barang 30 juta yang kemarin aja belom diganti, gimana mau critanya ngajuin pinjeman?” Batinku.
Malam itu Saya terbangun. Tepat jam 1 malam. Masih tetap kepikiran masalah devisit keuangan. Iseng ambil remot, nyetel TV. Channel yang muncul Rodja TV. Acaranya membahas hadist Rasulullah, menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW dan sahabatnya Abu Bakar r.a yang dikepung di sebuah goa oleh tentara kuraisy. Saat itu dicritakan Abu Bakar gemetar ketakutan. Takut ketahuan dan dibunuh oleh para kafir kuraisy. Kemudian Rasulullah berkata “Apabila ada 2 orang mukmin dan yang 1 nya lagi adalah Allah SWT menemani mereka, apa lagi yang kamu khawatirkan?”.
Seketika mata saya terbelalak, hilang ngantuknya, dan seolah olah ngerasa Rasulullah sedang berbisik ke telinga Saya. Apa yang saya khawatirkan lagi? Ketika kita sudah taat dan istiqomah beribadah sebagai seorang mukmin dan dekat kepada Allah.
Air mata mulai mrebes mili, merembes keluar, langsung saya berdiri, ambil air wudlu dan sholat tahajud. Mau curhat dan pasrah, menunggu keputusan Allah saja.
Setelah beberapa hari mulai fokus ibadah, alhamdulillah, muncul masalah baru. Dalam perjalanan pulang kerja, dapat telpon dari Bos bahwa bulan depan rencananya Saya akan di Demosi balik menjadi Supervisor karna dinyatakan kurang mampu menjadi Kacab di perusahaan ini, Saya hanya tersenyum saja dan mengucap terimakasih.
Setelah tutup telpon, saya pinggirkan mobil. Sandarkan punggung, Istighfar berkali kali. Kemudian Saya scroll kontak di HP dan berhenti di nama “Ibuku”. Gak tau kenapa, mendadak kangen sama Ibu dan pengen telpon, ingin tau kabarnya di Semarang.
“Assalamualaikum Nang. Ada apa lik? Ibu masih pengajian” Ternyata kakakku yang angkat telponnya.
“Alhamdulillah baik Mbak. Gimana kabar Ibu, Sehat?”
“Ibu Sehat, oh ya, kemarin sempet ngrasani (ngomongin) kamu lho. Denny kapan pulang ke Semarang ya? Sudah 10 tahun merantau, terakhir pulang 3 tahun yang lalu. Jarang pulang. Gitu kata Ibu.”
Mak deg. “Halo, halo, Nang.” Masih terdengar suara Kakak di telpon, tapi tidak Saya hiraukan, langsung tutup HP nya, putar stir dan tancap gas menuju rumah.
Sesampainya di rumah, Saya tarik tangan istri, ajak ke meja makan untuk rembukan.
“Bunda, setuju gak kalo kita pulang aja ke Semarang? Kita lepas rumah ini, operkredit ke orang lain, trus cari kerja di Semarang aja.”
Aku buka wacana pembicaraan. Kemungkinan besar Istriku menolak ide ini, pikirku. Karena sudah 6 tahun kami menetap di Makassar, pasti tidak mudah untuk secepat kilat, dadakan meninggalkan Kota ini, balik ke kampung halaman.
Sejenak Istriku diam. Kemudian dia menjawab. “Secepatnya aja ayah. Bunda juga ingin segera lepas dari jerat riba ini. Sementara kita mulai istiqomah ibadah, tapi dosa riba terus mengalir mengikut amalan kita.”
Masha Allah, Alhamdulillaah. Ucapan istriku sempat membuatku kaget dan trenyuh. Kok sehati rupanya. Mungkin ini adalah signal petunjuk dari Allah SWT untuk kami bisa lepas dari jerat riba.
“Tapi nyari kerja di Semarang ga mudah loh Bunda, Konsekwensinya ayah akan susah nyari posisi terakhir disini. Jangankan Kacab, Supervisor aja susah, karna di Semarang untuk posisi SPV pasti banyak yang booking. Ga pa?” Tanyaku.
“Ga pa Ayah. Apapun kerjaan di Semarang asalkan bisa lepas dari riba ini. Lagian Ayahkan juga pengen deket sama Ibu. Dah 10 tahun ninggalin Semarang kan.”  Jawab Istriku seolah olah paham betul isi hati ini.
Bismillah, malam itu juga kami mengiklankan rumah kami dengan konsep oper kredit. Kami hanya minta uang kembali 170 juta, dan pembeli bisa meneruskan kredit kami. Perjanjian didepan notaris.
Beberapa orang sudah mulai merespon tapi ga ada satupun yang deal. Ternyata gak segampang dan semulus yang kami perkirakan.
Sudah 2 minggu berlalu.
Tiba tiba ada satu satunya (mohon maaf) sodara non muslim, Chinese yang datang ke rumah tertarik untuk melihat lihat rumah. Sepertinya dia mencari rumah untuk Ibunya. Obrolan serius terjadi, dan deal. Dengan perjanjian 170 juta di bagi dua. 80 juta cash dimuka dan yang 90 jutanya di cicil 2 juta per bulan sampai lunas. Oke, setuju. Keesokan harinya kami bersama sama didepan notaris menandatangni perjanjian jual beli rumah. Alhamdulillah wasyukurillah Allah menunjukan jalan melepas riba ini.
Saya langsung ke kantor tempat bekerja untuk pamit resign. Mobil, laptop dan HP inventaris saya kembalikan. Malam itu juga kami packing. Semua barang barang kami kemas rapi pakai dus dan karung beras untuk diangkut menggunakan jasa expedisi kirim ke Semarang.
Rencananya kami akan tinggal di rumah Adik. Kebetulan dia punya rumah 2, rumahnya baru aja selesai dikontrak orang dan gak perpanjang.
Dia bilang, “Mas, pokoknya selama Mas Denny blom bisa beli rumah, rumah ini tempatin aja. Jangan keluar rumah kalo belum beli rumah.” Begitu pesan adik Saya, melegakan.
Tepatnya awal bulan Januari 2016, kami sekeluarga, Saya, Istri, Ibu mertua dan si kembar, Pindah domisili pulang ke Semarang. Mengawal hidup baru pasca berhasil melepas riba.
Posisi awal kami di Semarang adalah: Pengangguran, Tabungan hasil jual rumah ada hanya saja untuk kebutuhan hidup sekeluarga selama mencari kerja di Semarang, Homeless, Ga punya rumah, rumah nebeng punya Adik dan barang kepunyaan tinggal perabotan rumah. Sedangkan motor Beat dan Vespa matic kami obral jual murah buat biaya kepindahan sekeluarga.
Nah kalo kita cermati kejadian tiap kejadian diatas. Begitu hebatnya Allah menseting dengan mudahnya tanpa sekalipun kami sadari:
1. Tidak satupun sodara muslim yang deal ambil oper kredit dari kami, malah sodara non muslim yang berbeda keyakinan yang satu satunya deal. Artinya Alhamdulillah kami mengoper riba bukan ke sodara sesama muslim.
2. Pas dimana kami butuh tempat tinggal di Semarang, Pas rumah Adik Saya nganggur tidak diperpanjang kontrak sama orang lain. Artinya Alhamdulillah, tempat tinggal sudah disiapkan begitu kami menginjakkan kaki ke Semarang. Tanpa keluar biaya sepeserpun.
3. Begitu lancarnya proses deal jual rumah. Uang 80 Juta dari jual rumah, kami pergunakan untuk perjalanan, mengangkut barang barang, bayar sisa sisa hutang dan biaya hidup selama nganggur mencari kerja di Semarang.
4. Allah yang maha mebolak balikkan hati hambanya. Allah yang membuat hati istri sejalan dengan pemikiran Saya. Karna dalam posisi ini saya paham betul bahwa sangat rentan terjadi perbedaan pikiran dan pendapat berujung ke perpisahan. Gimana nggak, Saya ajak miskin dia, diajak kembali ga punya apa apa, tapi Alhamdulillah kami sepemahaman dan sepakat.
Bisa kita lihat betapa Allah memudahkan urusan hambanya yang ikhlas Lillahita’ala ingin hijrah ke jalan nya, jalan yang diridhoi, jalan yang lurus. Kami ga perlu berfikir keras mengenai bagaimana dan bagaimana dan bagaimana. Semua Allah yang atur dan arahkan.
Inilah tips paling utama untuk bisa lepas dari jerat riba, cuman ada 2 yaitu niat dan memulainya. Just like that? Ya... gitu aja. Gada strategi yang aneh aneh lainnya. Mulai jauhin deh, dan kita tinggal ngikuti alurnya aja. Yang jelas jangan takut kelaparan, jangan takut nanti makan apa? Nanti kerja dimana? Dapat uang dari mana? Tinggal dimana? Nanti kalo begini gimana? Nanti kalo begitu gimana? Hadeeeghh.
Stop!! “Jangankan cuman ngatur hidup seorang Denny, ngatur seluruh alam semesta aja kecil bagi Nya,” kata Ustad YM lagi .
Demi Allah, Dia sudah menjamin semua itu jauh sebelum kita dan keluarga dilahirkan.
Pernah dengar cerahmahnya UAS “Orang yang taat ibadah apabila kena musibah atau cobaan, sekalipun berat, akan dimudahkan dalam melaluinya. Tau tau beres aja, padahal ibarat kata dia baru aja melewati lobang jarum.”
Nah, setelah seminggu kangen kangenan dengan Ibu tercinta, sanak sodara, teman teman dan handai tolan di Semarang, tiba saatnya mencari pekerjaan untuk menopang biaya hidup.
Sesuai yang saya prediksi sebelumnya, susah banget mencari kerja untuk posisi SPV apalagi kepala cabang dibidang marketing consumergoods yang selama ini Saya geluti. Boro boro posisi atas, posisi MD (Mechandise) dibawahnya SPV masih dibawahnya lagi aja Saya ga ketrima. Beberapa kali Saya interview dapet loker dari koran Suara Merdeka hari sabtu, dengan harapan ditrima untuk posisi apapun yang penting marketing, tetep gak ada yang tembus. Mungkin mereka ngeper lihat CV yang Saya lampirkan.
Berikutnya Saya coba kirim lamaran Blast. Asal ada gedung kantor berdiri, Saya masukkan lamaran, titip satpam. Ternyata responnya cukup memuaskan, dari 25 lamaran yang Saya sebar, hanya 1 yang manggil interview. Posisi Salesman.
Setelah melewati proses tes tertulis dan interview HRD, Saya di arahkan ke ruangan Kacab untuk proses interview terakhir. Begini kira kira interviewnya...
“Posisi terakhir Anda di perusahaan lama sebagai Kacab ya.” Nanyanya sambil agak nunduk tapi mata menatap tajam ke arah Saya, dengan kacamata diplorotin sampe ujung hidung.
“Nggih Pak.”
“Dapat inventaris mobil apa?”
“Inova Pak.”
“Lha disini saat ini yang ada hanya lowongan posisi Salesman dan harus kelilingan naik motor, apa Anda bisa?”
“Insha Allah bisa Pak. Dulu kan Saya juga memulai dari Salesman, naiknya motor. Mohon Bapak kasih kesempatan buat Saya menunjukan kinerja Saya Pak.” Jawabku mengiba.
Alhamdulillah aku ditrima dengan standart gaji UMR Semarang plus tambahan sewa motor dan uang makan, total total takehomepaynya 2,8 jutaan. Sebuah angka yang jauh dibandingkan gaji terakhirku waktu di Makassar sebagai Kacab. Tapi Barakallah, kami terbantu dengan adanya cicilan 2 juta per bulan dari yang beli rumah. Dan biaya hidup di Semarang juga cukup murah sehingga keuangan rumahtangga dalam posisi yang pas, cukupan, gak kekurangan tapi juga gada kelebihan untuk ditabung. Hanya sebatas cukup saja.
Setelah 7 Bulan bekerja sebagai salesman, Saya diangkat menjadi SPV dikarenakan ada salah satu SPV yang resign dan menurut Kacab, Sayalah yang saat itu paling capable untuk menggantikan posisinya. Namun hanya bertahan 3 bulan. Saya memutuskan resign. Bukannya tidak betah, Saya sangat menikmati pekerjaan dan kekompakan baik teman sesama SPV maupun team divisi Saya. Hanya saja Saya menemukan adanya manipulasi klaim nota nota operasional, dari jajaran Salesman hingga ke SPV. Bahkan Admin keuanganpun ikut menutupi praktik korupsi berjamaah itu. Hati Saya berat untuk meneruskan pekerjaan ini. Bagaimana tidak, Saya juga yang menandatangani nota nota fiktif milik team Saya dan secara tidak langsung ikut mengamininya.
Saya pamit secara baik baik kepada Kacab dengan alasan ingin membantu usaha sodara. Tanpa Saya bongkar praktik manipulasi keuangan operasional didalam perusahaan itu.
Berselang 2 minggu menganggur, Saya diajak sodara sepupu untuk jadi sopir pribadinya.
“Dah, dari pada nganggur, ikut kerja sama aku, sementara nemenin keliling keliling nti tak gaji 2 juta per bulan, mau nggak? Dari pada nganggur kan?” Bujuknya
Saya tidak punya pilihan lain. Jadi sopir pribadinya, sekaligus jadi manager di restorannya. Ngatur karyawan, pembukuan keuangan, menghitung margin restoran, mengamankan uang penjualan sekaligus setor pajak restoran. Pokoknya semua semua Saya kerjakan.
Masih teringat, setiap jam 7 pagi, nyuci mobilnya sambil tertawa kecil sendiri, mantan kepala cabang yang dulunya dari satpam, sopir, salesman, kolektor dan staf kantor hormat semua, eh sekarang asik nyuciin mobil orang.. hehehe. Pulang tidak pernah kurang dari jam 10 malam. Karna dari Salatiga saja jam 9 malam setelah selesai tutup resto. Berangkat kerja dari rumah jam 6.30 pagi. Jarang sekali bertemu anak anak untuk main kuda kudaan atau sekedar ngeliatin mereka lompat lompatan di kasur.
Ya Allah... kalau memang ini jalan dari Mu, hamba benar benar syukuri, dan jika ini merupakan hukuman atas dosa riba dari Mu, hambamu ini dengan senang hati menikmati masa masa penebusan dosa ini.
Tapi tiap pagi Saya tetap browsing di Jobstreet, setelah sholat duha 2 rokaat dan setelah mobil Bos bersih mengkilap.
Hmm... Alhamdulillah akhirnya setelah 3 bulan, ada panggilan dan lagi lagi satu satunya dari sekitar 50 perusahaan yang Saya aply.
Saya resmi ditrima bekerja pada tanggal 9 April 2018. Perusahaan tempat Saya bekerja hingga saat ini. Sebagai Area Marketing Manager. Handle Jateng – DIY, dengan salari yang menurut Saya sedikit lebih dari cukup. Maksudnya setelah untuk kebutuhan keluarga masih ada sisa dikit untuk ditabung.
Alhamdulillah... Allah angkat kembali derajat kami. Insha Allah kami mulai menjauhi titik nol dan berjuang tetap Istiqomah di jalan Allah.
Ada teman yang bilang, kenapa ngga ditabung uang hasil jual rumah? Kembali Saya jelaskan bahwa Allah tuh memiskinkan para pelaku riba. Semua uang hasil jual rumah habis bis untuk biaya pindah, bayar utang dan kebutuhan sehari hari. Jadi sama sekali tidak berbekas. Cicilan 2 juta per bulan yang dari sisa pembayaran jual rumah saja kadang bisa di tabung, kadang enggak. Tergantung kebutuhan di bulan berjalan.
Tapi satu hal yang menurut Saya diluar nalar dan fikiran awam. Jaman masih main riba gaji tinggi, tapi hidup gak tenang dan setiap akhir bulan selalu kekurangan. Di Al Quran Saya pernah baca kalau tidak salah disebutkan bahwa berdirinya pelaku riba seperti orang gila. Dan itu memang benar benar Saya alami. Berbanding terbalik dengan kondisi saat ini dimana Alhamdulillah kami sudah lepas sepenuhnya riba, sudah tidak punya hutang, hidup tenang, gaji pas pas an tapi kok ya tidak pernah kekurangan. Selama awal awal berjuang di Semarang, Alhamdulillah tidak pernah sekalipun istri mengeluh devisit anggaran rumah tangga. Anak anak tidak sampai tidak bisa beli susu, popok, mainan, cemilan pilus garuda dan wafer tango kesukaan mereka atau Roket Chicken yang rasanya mirip mirip ayam McD pun kebeli.
Bundanya anak anak pernah nyeletuk, “Biasanya kita malem mingguan di Pizza hut, di solaria atau di McD tinggal pilih..., sekarang mau beli martabak keju aja mikir ya Yah.” Dikikuti ketawa kami berdua.
Tapi Hati tenang, tidak punya hutang, apa yang kita belum punya tapi ingin sekali dimiliki, tinggal minta. Kalo perlu lewat jalur kilat, Sholat tahajut dan Duha.
Ya, tugas kita memang sebetulnya cuman minta. Banyak orang keblinger sibuk memikirkan caranya mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi melupakan syarat utamanya yaitu meminta. Trus Kapan memintanya? Afdolnya sehabis Sholat 5 waktu atau sholat sunah lainya. Kan Iyyakana’budu wa iyya kanasta’in. Hanya kepadaMu kami menyembah dan hanya kepadaMu kami meminta. Gak afdol dong kalo hanya meminta tapi lupa menyembah.
Doa sehabis sholat duha kan bagus juga tuh, Ya Allah jika rejekiku di atas langit maka turunkanlah, jika didalam bumi maka keluarkanlah, jika sulit mudahkanlah, jika haram sucikanlah. Tapi doa nya Sholat duha kalo dibaca tanpa di awali Sholat nya dulu, kan jadi ga afdol.
Allah SWT kan maha pemalu untuk tidak memberi ketika hambanya menengadahkan tangan untuk meminta kepadaNya.
Insha Allah semoga kisah nyata ini dapat memberikan pelajaran berharga untuk Saya sendiri khususnya dan buat temen temen dekat Saya yang belum juga ngeh padahal hidupnya sudah dijadikan berantakan semenjak mulai bermain riba.
Ada juga temen deket yang bilang “Aku kredit motor kan buat kerja Ojol, yang penting halal dan menurut aku ini bukan riba, aku anggap ini hanya sebagai uang sewa motor pemakaian harian aja.”
Oh, Oke. Aku males berdebat, memang kitakan dianjurkan untuk menghindari perdebatan, selain itu Saya juga ga jago dalam perdebatan.
Saya cuman bisa batin “Kalo gitu, knapa kamu gak sekalian bikin agama sendiri aja, wong tuntunan dari Allah kok di belak belokkan seenaknya sendiri.”
Sekian dari Saya. Mohon maaf apabila ada kekurangan dalam penulisan. Insha Allah tidak ada unsur riya. Semoga jadi pelajaran buat kita semua khususnya Saya pribadi. Aamiin.
Marurnuwuun 
Share:

Meminjamkan Uang

SEPELE tapi memang BENAR

Kata Miliarder Hongkong "Li Ka-shing":
"Hal Apa yang Tersulit? Pinjam Uang!".
Kalau Ada Orang Ingin Meminjam Uang Padamu,
Jawablah Seperti Ini…!

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.

Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.

2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu dan karna u sendiri

Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan kepercayaan!
Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaan!

Share:

SELF-TALK DAN HUMOR

Copas dr grup sebelah, smg bermanfaat

"SELF-TALK DAN HUMOR

(Be aware of your self-talk)

Kita memiliki dua buah pikiran yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran sadar bekerja hanya sekitar 20% sedangkan pikiran bawah sadar kita bekerja 80% atau 9 kali lebih kuat daripada pikiran sadar kita. Untuk itu maka berhati-hatilah ketika ketika menanamkan sesuatu terhadap pikiran bawah sadar kita.

Pikiran bawah sadar kita sangat unik, dia tidak bisa membedakan apakah kita sedang bercanda (humor) atau serius. Alam bawah sadar kita tidak memiliki rasa humor. Dia hanya membabi buta mengikuti perintah kita. Maka berhati-hatilah ketika Anda mengatakan, "Makan sedikit saja pasti jadi lemak dan daging"

Pikiran bawah sadar akan memerintahkan kepada seluruh organ tubuh Anda untuk memproses makanan Anda yang hanya sedikit itu diproses menjadi daging dan lemak.

Sebaliknya ketika Anda mengatakan, "Apapun saya makan, akan membuat badan saya tetap sehat, bugar dan ideal"

Maka pikiran bawah sadar akan memprosesnya dan memerintahkan Anda untuk menjaga pola makan, tetap olah raga, organ tubuh akan meresponnya dengan menjaga pola metabolisme tubuh.

Saya masih ingat ketika saya sering pergi ke luar kota. Dahulu saya sering bercanda dengan berkata, "Pas lagi di luar kota, kalau lihat anak orang suka inget anak sendiri, tapi kalau lihat istri orang gak inget istri sendiri"

Yaaa gitu deh, ingetnya anak-anak saja dan sering lupa sama istri...hehehe....

Ada seorang teman yang menceritakan kepada saya bahwa temannya sering bercanda ketika menjemput istrinya. Dia selalu mengatakan kepada istrinya, "Mah, ojegnya datang, mah ojegnya datang...". Beberapa waktu kemudian temannya itu benar-benar menjadi tukang ojeg.

Beberapa hari lalu saya juga sempat browsing dan menemukan sebuah video opera van java di youtube. Dalam sebuah adegan Olga disuruh pura-pura meninggal. Olga sempat mengatakan, "Jangan le, gue trauma kalau disuruh meninggal". Kita semua tahu Olga mendahului rekan-rekannya.

So, teman-teman, bercandalah yang serius. Katakan ;

"Setiap keluar rumah gw pasti dapat duit". Hehehe

"Kenalkan, nama saya....direktur PT. ....."

"Cari uang itu gampang"

"Tampang loe tuh broo..tampang orang sukses"

Apa sajalah, ucspkan dan katakan yang baik dan positif.

So, ingat sekali lagi bahwa pikiran kita tidak bisa membedakan rasa humor atau bukan. Dia akan membabi buta untuk meresponnya dan mengikuti perintah Anda.

Terima kasih....
Selamat beraktifitas....

Salam sukses dan berdaya,

Didin S. Winata
*Self-Talk Motivator*

Share:

Sampah Emosi

*(Never Let Your Emotions Overpower Your Intelligence)*

By : Didin S Winata

Kita tentunya sudah tidak asing dengan sampah biasa, karena selain dapat di lihat fisiknya, dirasakan dan dapat pula di cium baunya. Namun ada sampah lain yaitu 'sampah emosi' yang tidak dapat dilihat dan di cium baunya namun sama-sama dapat di rasakan keberadaannya. Persamaannya dengan sampah biasa adalah apabila di biarkan sampah ini akan menimbulkan penyakit bahkan lebih dasyat daripada sampah biasa. Sampah biasa terkadang masih dapat di daur ulang, namun bagaimana mendaur ulang sampah emosi ?

Sampah emosi ada dimana-mana, bertebaran di mana-mana sekalipun kita  menyendiri ke hutan belantara, sampah emosi akan tetap mengikuti. Bisa di bayangkan akibatnya kalau sampah emosi ini di biarkan ada dalam tubuh kita. Sakit hati, buruk sangka, dendam, iri, dengki, dll. akan menimbulkan penyakit yang maha dasyat baik penyakit fisik maupun psikis.

Lalu di mana saja 'sampah emosi' ini hadir dan bagaimana cara melepaskan atau menghlangkannya dari diri kita ?

"Sampah emosi" biasanya hadir di sekitar kita ;

1.Media Sosial, sepertinya kita harus membatasi membaca media sosial atau pandai memilih teman di media sosial. Banyak status hujatan, hinaan, adu domba, keluhan, caci maki selalu mampir di halaman facebook kita.

2.Tempat Kerja, Boss yang suka mem 'bully' atau 'Toxic Leader' biasanya suka menguras dan mempermainkan emosi kita. Teman yang iri dan tidak suka temannya maju sering membuat emosi kita terkuras.

3.Komunitas/Organisasi/Sekolah, tidak semua teman di komunitas mempunya misi dan visi sama kita, mengerti akan latar belakang kita, teman yang suka buruk sangka, sinis, meremehkan, merendahkan, cepet tersinggung dan naik darah seringkali menguras dan mempermaikan emosi kita

4.Keluarga, Tidak semua pasangan mempunyai pasangan yang ideal dan sempurna, pasangan yang terlalu cerewet, mengatur, mendikte dan kurang pengertian seringkali membuat emosi kita terkuras habis.

5.Jalanan/Lalu Lintas, Tak bisa di pungkiri jalanan atau lalu lintas sering membuat kita terpancing dan membuat lelah karena emosi kita terganngu.

6.Televisi/Berita Online, Banyak berita yang tidak perlu terkadang menghampiri kita. Membuat kita tegang dan cukup mencuri energi kita bahkan sering menguras emosi kita.

Berikut adalah tips  melepaskan energi negatif yang saya kutip dan tambahkan dari sebuah jurnal "Emotion Journal International"  ;

1. Ambil Nafas dalam-dalam dan buang perlahan-lahan lakukan meditasi ringan, bagi umat muslim tentunya bisa di bantu dengan berziki.

2.Tulis Perasaanmu dalam buku harian, Terkadang orang bisa melepaskan emosi dengan cara menuliskan perasaannya. Tulis dalam buku harian lalu kunci atau beri password agar tidak dibaca orang.

3.Alihkan Emosi, Teknik ini efektif di lakukan, katakan pada dirimu bahwa dirimu akan membuang emosi negatif tadi, semisal "Selamat tinggal rasa kesal, aku tidak mau kau tinggal dalam diriku aku hanya akan membiarkan rasa senang dan bahagia dalam diriku"

4.Olah Raga, berolah raga dan berkeringat di percaya dapat menghilangkan emosi, Martin, dalam sebuah study dari ""Rutgers University"  menemukan bahwa kombinasi meditasi dan latihan aerobik dapat mengurangi depresi, ruminasi dan pikiran negatif.

5.Membanyangkan, ketika dirimu merasan panasnya emosi negatif, bayangkan seolah-olah anda berada di tempat yang dingin dan sejuk, asosiakan dan disosiakan seolah-olah kita berada dan melihat di suatu tempat yang sejuk dan tenang.

6.Berbicara dengan teman, bersilaturahmilah dengan sesama, berbicara dan berbincang dengan orang-orang yang positif, dan tetaplah selalu berada di lingkungan orang yang positif.

7. Senyum, Senyum dan katakan 'hai' atau 'selamat pagi' di percaya dapat menghilangkan emosi negatifmu.

8. Tidur....Tidurlah, mungkin anda lelah...hehehe, tidur tepat waktu dan dalam waktu yang pas dapat membuat tubuh dan pikiranmu segar kembali.

Selamat Mencoba, Semoga selalu positif dan dapat melepaskan emosi negatifmu....

Thanks and Arigatoooooo....

(DSW-motivational trainer|speaker|writer)

Share:

Positive Thinking



Ali bin Husein pernah berpesan, "Orang yang terkaya adalah orang yang menerima pembagian dari Allah dengan rasa senang (syukur)." Pesan ini memotivasi kita untuk selalu bersyukur. Kapanpun, di manapun.
Demikianlah. Berusahalah untuk selalu bersyukur. Salah satu manfaatnya, kita akan lebih beruntung.
Awal-awal berseminar, saya hadir di kota-kota yang relatif kecil. Saya syukuri saja. Alhamdulillah sejak 2010 sampai 2018, dengan izin Allah, saya sudah berseminar di 34 provinsi di Indonesia dan di belasan negara di 5 benua.
Sebagai pembicara seminar, kesempatan ini merupakan nikmat tersendiri bagi saya. Satu hal yang sering saya bahas di seminar adalah soal bersyukur. Ini bagian dari mental pemenang. Dalam keseharian, mereka yang bermental pemenang kadang 'bersikap terbalik'.
Dan rupa-rupanya bagi mereka ini malah menjadi motivasi untuk lebih sukses. Positif.
Misalnya saja:
- Sakit, tapi masih bisa tersenyum.
- Gagal, tapi masih bisa bahagia.
- Bangkrut, tapi masih bisa tersenyum.
- Miskin, tapi masih mau sedekah.
Orang rata-rata, sukses dulu, baru bisa bersyukur. Mapan dulu, baru mau sedekah. Ini kan parah. Sekiranya kita mau bersikap positif alias bersyukur, niscaya kita akan lebih lucky alias lebih beruntung.
Dalam karya fenomenalnya, The Luck Factor, Profesor Richard Wiseman seorang psikolog dari Universitas Hertfordshire telah meneliti 400 orang yang memiliki karakter yang beruntung dan tidak beruntung, dengan berbagai jenis latar belakang.
Dalam penelitiannya bertahun-tahun ia mengungkap bahwa keberuntungan bukanlah kemampuan magis atau hasil dari pengambilan acak. Ternyata ada polanya. Apa saja polanya? Macam-macam. Salah satunya adalah berpikir dan bersikap positif.
Anda termasuk yang mana? Jadikan saja tulisan ini sebagai bahan renungan. Semoga dengan bersyukur, hidup kita selalu berkah dan berlimpah dari waktu ke waktu. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Share:

Berpikir Positif

💕❤
Renungan Bagus..
Semoga bermanfaat..

Nasehat
"Keberuntungan" kadang memainkan perannya dalam Kehidupan Manusia, sekalipun kerap tidak masuk akal.
Karena itulah Jalan hidup mereka.

Boleh jadi Keterlambatanmu dari suatu Perjalanan adalah Keselamatanmu.

Boleh jadi tertundanya Pernikahanmu adalah suatu Keberkahan.

Boleh jadi dipecatnya engkau dari pekerjaan adalah suatu kebaikan.

Boleh jadi sampai sekarang engkau belum dikarunia anak itu adalah Kebaikan dalam Hidupmu.

Boleh jadi engkau tidak menyukai sesuatu tapi ternyata itu baik untukmu,
karena Allah SWT Maha Mengetahui, Sedangkan engkau tidak mengetahui.

Sebab itu, Jangan engkau merasa gundah terhadap segala sesuatu yang terjadi padamu,
karena semuanya sudah atas izin Allah SWT.

Jangan banyak mengeluh, karena hanya akan menambah Kegelisahan.
Perbanyaklah berSyukur,
Teruslah berSyukur sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Selama kita masih bisa tidur tanpa obat tidur,
kita masih bisa bangun tidur hanya dengan satu bunyi suara,
kita terbangun tanpa melihat adanya alat-alat medis yang menempel di tubuh kita,
itu pertanda, bahwa kita hidup Sejahtera
Ucapkanlah Syukur🙏 sampai engkau tak mampu lagi mengucapkannya.

Jangan selalu melihat ke belakang, karena disana ada masa lalu yang menghantuimu.

Jangan selalu melihat ke Depan, karena terkadang ada Masa depan yang membuatmu gelisah.
Namun lihatlah ke Atas karena di sana ada Allah SWT yang membuatmu Bahagia.

Tidak harus banyak Teman, agar engkau menjadi Populer,
Singa Sang Raja Hutan lebih sering berjalan sendirian.
Tapi kawanan domba selalu bergerombol.
Jari-jari juga demikian;
kelingking, jari manis, jari tengah, jari telunjuk, semuanya berjajar bersampingan
kecuali jari jempol dia yang paling jauh diantara keempat itu.
Namun perhatikan engkau akan terkejut kalau semua jari-jari itu tidak akan bisa berfungsi dengan baik tanpa adanya jempol yang sendiri yang jauh dari mereka.

Karena itu, Sebenarnya yang diperhitungkan bukanlah Jumlah teman yang ada di sekelilingmu, akan tetapi banyaknya Cinta dan Manfaat yang ada di sekitarmu, sekalipun engkau jauh dari mereka.

Menyibukkan diri dalam pekerjaan, akan Menyelamatkan dirimu dari tiga masalah;
yaitu Kebosanan, Kehinaan, dan Kemiskinan.

Aku tidak pernah mengetahui adanya Rumus Kesuksesan,
tapi aku menyadari bahwa
"Rumus kegagalan adalah Sikap asal semua orang".

Teman itu seperti Anak tangga, boleh jadi ia membawamu ke atas atau ternyata sebaliknya membawamu ke bawah,
maka, Hati-hatilah Anak tangga mana yang sedang engkau lalui.

Hidup ini akan terus berlanjut baik itu engkau tertawa ataupun menangis,
karena itu jangan jadikan hidupmu penuh Kesedihan yang tidak bermanfaat sama sekali.
Berlapang dadalah, Maafkanlah,
dan Serahkan Urusan Manusia kepada Allah SWT ,
karena engkau, mereka, dan kita semua, akan berpulang kepadaNYA.

Jangan tinggalkan ibadahmu sekali pun.
Karena di sana, jutaan Manusia yang berada di , tanah,
sedang berharap sekiranya mereka diperbolehkan kembali hidup mereka akan bersujud kepada Allah SWT walau sekali sujud.
Jangan selalu bersandar  Cinta, karena itu jarang terjadi.

Jangan bersandar kepada Manusia karena ia akan pergi.
Tapi bersandarlah kepada Allah SWT
karena DIA lah yang menentukan segalanya🙏....Barakallah fiikum 🙏🏼

Share:

Kalimat Inspiratif dari Bob Sadino

Kutipan dr Almarhum *Bob Sadino* sebelum wafat..!! SANGAT INSPIRATIF

*Bob Sadino*
( 1933 - 2015 )

Luar biasa......!!!
Ini sangat menginspirasi…....

*** Membawa selusin bodyguard bukan jaminan keamanan. Tapi rendah hati, ramah, dan tidak mencari musuh, itulah kunci keamanan.

*** Obat dan vitamin bukan jaminan hidup sehat. Jaga ucapan, jaga hati, istirahat cukup, makan dgn gizi seimbang dan olahraga yg teratur, itulah kunci hidup sehat.

*** Rumah mewah bukan jaminan keluarga bahagia. Saling mengasihi, menghormati, dan memaafkan, itulah kunci keluarga bahagia.

*** Gaji tinggi bukan jaminan kepuasan hidup. Bersyukur, berbagi, dan saling menyayangi, itulah kunci kepuasan hidup.

*** Kaya raya bukan jaminan hidup terhormat. Tapi jujur, sopan, murah hati, dan menghargai sesama, itulah kunci hidup terhormat.

*** Hidup berfoya-foya bukan jaminan banyak sahabat. Tapi setia kawan, bijaksana, mau menghargai, menerima teman apa adanya dan suka menolong, itulah kunci banyak sahabat.

*** Kosmetik bukan jaminan kecantikan. Tapi semangat, kasih, ceria, ramah, dan senyuman, itulah kunci kecantikan.

*** Satpam dan tembok rumah yang kokoh bukan jaminan hidup tenang. Hati yang damai, kasih dan tiada kebencian itulah kunci ketenangan dan rasa aman.

*** Hidup kita itu sebaiknya ibarat “bulan & matahari”—dilihat orang atau tidak, ia tetap bersinar. Dihargai orang atau tidak, ia tetap menerangi. Diterimakasihi atau tidak, ia tetap “berbagi”.

***Jika Anda bilang Anda susah, banyak orang yang lebih susah dari Anda. Jika Anda bilang Anda kaya, banyak orang yang lebih kaya dari Anda. Di atas langit, masih ada langit. Suami, istri, anak, jabatan, harta adalah “titipan sementara”. Itulah kehidupan.

*** Nikmatilah hidup selama Anda masih memilikinya dan terus belajar untuk bersyukur dengan keadaanmu...!
Karena Anda tidak akan tahu kapan Sang Pemilik Raga akan datang dan mengatakan pada Anda, *“Ini saatnya pulang!”—* memaksa Anda meninggalkan apa pun yang Anda cintai, dan Anda banggakan.

Silahkan di SHARE agar lebih banyak lagi orang yg terinspirasi dari makna kutipan ini. Semoga selalu berbahagia dgn keadaan yg anda miliki dan jalani saat ini.🙏

"Karena Berbagi Kebaikan Takkan pernah merugi" 😊

Share:

Kembar Lena & Leni : Tak Putus Nyali

Kiriman *Prof. Euis.* Sangat inspiratif.

*LENA DAN LENI TAK PUTUS NYALI....*

*Indramayu*

*Pak Surtina* dan *Bu Toniah* nyaris habis harapan. Kehidupannya sebagai buruh tani tak juga membuat kesejahteraan keluarganya membaik dari hari ke hari. Ia  menggarap sawah tapi bukan miliknya, sawah panen bukan punyanya.

Kehidupan makin terasa sulit. Anak perempuan kembarnya, *Lena dan Leni* kelahiran 7 Juni 1989 masih belajar di sekolah dasar. Melanjutkan sekolah sudah tak ada harapan. Menjadi TKI atau buruh migran menjadi satu-satunya alasan Pak Surtina dan Bu Toniah, agar anak-anaknya itu nanti bisa hidup sedikit layak. Seperti tetangga kebanyakan lainnya, kerja di luar negeri, menjadi satu-satunya jalan keluar.

Lena dan Leni tetap ingin melanjutkan sekolah, diam-diam mereka mendaftar sendiri ke SMP di daerahnya. Bocah kembar itu sangat paham konsekuensinya,  tiada biaya buatnya.

Bermulalah itu semua. Membantu tetangga menjadi buruh cuci, mencuci piring di kantin agar punya uang saku,  setiap saat mereka lakoni. Keras hidup bagi anak-anak ini, tapi tak membuat mereka putus nyali. Agar bisa sekolah. Cuma itu tujuannya.

Setamat SMP, mereka lanjut SMA. Makin terjal saja jalannya. Makin sulit saja keadaannya. Kondisi ekonomi keluarga makin payah. Satu hari mereka melihat pengumuman, beasiswa bagi siswa yang berprestasi untuk sepak takraw. Mereka melihat hanya itu jalan keluar agar bisa terus sekolah, mereka ikut berlatih sepak takraw. Olahraga yang tak pernah mereka tahu. Ngotot keduanya berlatih itu agar bisa dapat beasiswa dan terus sekolah.

Niat keras Lena dan Leni berbuah hasil. Pertandingan antar sekolah dan daerah mulai mereka ikuti, dan juara pula. Beasiswa sudah di tangan. Beasiswa itu hanya membebaskan dari biaya sekolah saja.

Untuk pemenuhan kebutuhan lainnya mereka harus putar otak lagi. Kebetulan tetangganya ada bos pemulung, banyak barang tak terpakai yang dibuang pinggir kali. Mengais-ngais yang bisa dipakai. Sepatu bekas yang sudah tak jelas bentuknya mereka dapatkan dari sana, untuk sekolah dan berlatih sepak takraw. Malu mereka benamkan, gengsi mereka tanggalkan. Tujuannya hanya itu, bisa bersekolah.

Dari keterpaksaan keadaan bermain sepak takraw, berubahlah semua karenanya. Di Indramayu, siapa tak kenal Lena dan Leni, si kembar atlet sepak takraw ini. Namanya makin kondang.

Berbagai kejuaraan mulai mereka ikuti sejak 2006. Setahun kemudian, keduanya masuk pelatnas.  Prestasinya membanggakan beroleh medali emas King's Cup 2016 di Thailand, 3 emas PON mewakili Jawa Barat, perak di Sea Games, dua perunggu di Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Bonus PON pada 2010, buat mendaftarkan keduanya orang tuanya berhaji. Sayang saat Surtina dan Toniah berangkat haji mereka tak bisa mengantarkan karena sedang berlaga di Asian Games di Korea.

*Jakarta 2018*

Surtina dan Toniah menonton televisi di kampung. Ia melihat kembar kesayangan mereka bertanding. Membawa nama Indonesia. Semua itu tak terbayangkan sebelumnya bagi dua orangtua sederhana ini. Seperti mimpi saja. Dua anak perempuan kembar yang sulit hidup pada masa kanak-kanaknya itu, yang mereka lebih tahu dari siapapun, bagaimana bisa dielu-elukan di lapangan sepak takraw begitu meriahnya. Merah Putih pun berkibar-kibar di belakangnya.

Surtina dan Toniah. Seakan tak percaya, itu dua buah hatinya. Matanya berkaca-kaca menatap layar kaca. Bangga dan haru tiada batasnya.

*"Keberhasilan hanya untuk mereka yang mau bersusah payah, dan bernyali menghadapi kehidupan"*

*_Oleh : Dian Andryanto_*

FOTO: kemenpora.go.id, instagram @lenitwins

Share:

Segala sesuatu tergantung pada tujuannya, pada niatnya.

Impian itu tujuan. Oleh karenanya, harus benar, harus besar, harus kuat, harus yakin. Keyakinan itu mutlak diperlukan. Yang lazim terjadi, keyakinan (di awal) tidak bisa dihilangkan oleh keraguan (kemudian).

Kita sama-sama tahu, dalam mencapai impian, pasti ada tantangan. Itu wajar. Segala macam tantangan, anggap saja itu konsekuensi. Rela akan sesuatu (tercapainya impian), berarti rela dengan konsekuensinya. Jangan mau enaknya saja.

Percayalah, kesulitan akan menarik kemudahan. Tak selamanya sulit. Tak selamanya susah.

Lakukan saja sebisanya. Saya kasih contoh ya.

Misalnya Anda bercita-cita punya butik sendiri. Silakan saja. Tapi sekiranya belum bisa, yah sewa toko dulu. Atau sewa stand dulu. Atau titip jual busana di butik orang lain. Atau menawarkan busana melalui socmed.

Misalnya Anda bercita-cita punya panti asuhan sendiri. Silakan saja. Tapi sekiranya belum bisa, yah ambil anak asuh dulu. Atau jadi donatur dulu. Nggak bisa juga? Beri santunan sekali setahun, mungkin di Ramadhan, mungkin di Muharram.

Demikianlah. Jika tidak mampu mengerjakan seluruhnya, maka jangan ditinggalkan seluruhnya. Lakukan saja sebisanya. Yang menarik, sembari kita melakukan, Allah bisa menurunkan keajaiban. Karenanya, sekali lagi, lakukan saja sebisanya.

Dalam bisnis yah begitu, dalam amal juga begitu. “Sesuatu yang aku perintahkan, maka kerjakanlah semampu kalian,” ucap Nabi Muhammad (HR Bukhari Muslim).

Berbagai kaidah ushul fiqih, saya hadirkan di artikel pendek dan sederhana ini. Semoga bermanfaat dan membawa perubahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Share:

Kaki

#spasi(statuspenuhinspirasi)

👣😮
*KAKI-KAKI*

👣⚽
Karena Kaki lah, Sehingga Juventus rela merogoh kocek 100 juta Euro atau sekitar 1,6 Triliun Rupiah Rupiah untuk mendatangkan CRonaldo7 ke Turin.

👣🏃🏻‍♂
Karena Kaki lah, Sehingga Zohri mendapat hadiah 100 juta, Renovasi Rumah & Tawaran pekerjaan tanpa tes serta Pujian yang tak henti-hentinya.

👣🏆
Karena Kaki lah, Sehingga Mbappe bisa membawa Prancis mengangkat Piala Dunia untuk ke-2 kalinya serta mendapat Gelar pemain muda terbaik Pildun 2018.

👣😄
Karena Kaki jua lah, Sehingga Abdullah bin Mas'ud ditertawakan orang-orang karena memiliki kaki yang kecil, namun dibela oleh Rasulullah

📜 والذي نفسي بيده، لهما أثقل في الميزان من أُحد

_Demi Zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, sesungguhnya kedua kakinya ini lebih berat dari Gunung Uhud dalam timbangan amal.” (HR. Ahmad)_✒

👣😢
Duhai, apa jadinya diri ini tanpa kaki?

👣🚶🏻‍♂
Sungguh nikmat yang besar memiliki sepasang kaki yang sehat, kaki yang bisa berjalan & kaki yang bisa berlari. 

👣⁉
Namun pertanyaanya, kaki seperti apakah yang kita inginkan?

👣⚽
Kaki mahal model CR7 kah?

👣🏃🏻‍♂
Atau kaki cepat seperti Zohri kah?

👣🏆
Atau kaki lincah layaknya seorang Mbappe?

👣🌸
Atukah seperti kaki mulia Abdullah bin Mas'ud yang mendapat pujian dari Rasulullah?

👣👀
Sebelum menjawab, ingatlah selalu! bahwa kaki-kaki kitalah yang kelak akan menjadi saksi setiap langkah-langkah
dalam kehidupan ini.

📜 وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

_".... dan KAKI mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS. Yasin : 65)_✒

👣✒
Maka beruntunglah kaki-kaki yang langkah-langkahnya adalah kebaikan, kaki-kaki yang berjalan di jalan dakwah, kaki-kaki yang melangkah berhijrah, kaki-kaki yang berlari menuju ketaatan kepada-Nya dan kaki-kaki yang tak pernah lelah untuk berjalan menuntut ilmu.

🤲🏻
Semoga dengannnya Allah mengizinkan kaki ini menginjakkan Surga-Nya.

🤲🏻
Aammiinn yaa Rabb..

Sumber:copas
#kaki

📲 *Join telegram* : t.me/motivasiquranMQ

📡 *Republished by :*

┏📚★★━━━━━━━━━━━━━━┓
    💎 *MOTIVASI QURAN* 💎
┗━━━━━━━━━━━━━━★★📚┛

Share:

Majulah Dengan Benar

"Kisah Teladan" Seorang Guru membuat garis sepanjang 1m di papan tulis, lalu berkata :
“Anak2, coba perpendek garis ini!”
Anak pertama maju ke depan,
ia menghapus 20 cm dari garis itu menjadi 80 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2.
Iapun melakukan hal yang sama,
sekarang garisnya tinggal 60 cm.
Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan
melakukan hal yang sama, hingga garis itu tinggal 20 cm.
Terakhir, Seorang anak yang bijak maju kedepan. Ia tidak mengurangi garis yang sudah tinggal 20 cm, namun membuat garis baru sepanjang 120 cm, lebih panjang dr garis yg pertama.

Sang Guru menepuk bahunya, _
"Kamu memang bijak, untuk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya, cukup membuat garis lain yg lebih panjang, maka garis pertama akan menjadi lebih pendek dgn sendirinya."_

Untuk menjadi yang terbaik tak perlu menjatuhkan, menyingkirkan atau menjelekkan pihak lain.
Cukup lakukan kebaikan yang lebih baik secara istiqomah. Biarkan waktu yang akan membuktikan kualitas kita.

"Permata akan tetap bersinar meskipun terpendam dalam lumpur yang gelap pekat."_

》Majulah Tanpa perlu Menyingkirkan,
Naiklah Tinggi Tanpa perlu Menjatuhkan,
Jadilah Baik Tanpa Harus Memburukkan dan
Jadilah Benar Tanpa Harus Menyalahkan Orang Lain》
***

Share:

Liburan bersama keluarga

Kemarin sampai lusa, saya #liburan bareng mitra-mitra di negara tetangga. Istri saya, ibu saya, dan mertua saya juga ikut. Alhamdulillah.

Sebagian teman-teman mungkin sudah bisa menebak, kita liburan ke mana. Ya, Thailand. Negara tetangga, nggak terlalu jauh.

Mitra-mitra pada senang. Lebih senang lagi karena liburannya saya traktir, alhamdulillah. Tentu saja saya ikut senang. Bagi saya, ini bagian dari melayani tim.

Btw, perlukah liburan? Penelitian Baylor College of Medicine, Amerika Serikat, menemukan, liburan membuat orang tampak lebih muda. Ini beneran.

Sambung David Eagleman, terutama bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

Perjalanan seperti itu akan memberi efek peremajaan selama 1-2 pekan. Luar biasa ya? Sangat luar biasa!

Selain memperkaya pengalaman dan pemahaman, liburan juga meningkatkan intelektual dan kreativitas.

Namun, manfaat liburan itu akan sia-sia, jika kita tidak berinteraksi dengan sesama. Misal, cuma menyimak televisi atau gadget.

Maka, tak ada salahnya kalau sesekali kita berlibur. Tak harus jauh-jauh. Tak harus mahal-mahal. Betul apa betul?

Minggu yang lalu, misalnya, saya liburan bareng mitra-mitra di Puncak, Bogor. Ini pun tak kalah serunya. Semua orang menikmati, insya Allah.

Kalau liburan sekalian mudik lebaran? Itu pun juga boleh. Silakan. Semoga menyenangkan dan selamat pergi-pulangnya. Aamiin. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Share:

M Salah

*Mohamed Salah & Nouman Ali Khan*

Karena prestasi Mohamed Salah di lapangan hijau, nama 'Mesir' semakin sering disebut-sebut belakangan ini. Ya, olahragawan ini berasal dari Mesir. Yang sebenarnya, penyebutan nama 'Mesir' ini sudah terjadi sejak lama.

Mengapa Mesir menjadi negeri yang sangat sering disebutkan di Al-Quran? Bahkan melebihi negeri-negeri lainnya. Pertanyaan ini pernah saya ajukan ke berbagai tokoh namun jawabannya kurang memuaskan logika saya dan rasa penasaran saya.

Jujur, saya kepo. Insya Allah ini kepo yang positif.

Sampailah saya bertemu #NoumanAliKhan (NAK) dan menanyakan hal yang sama. Beliau alhamdulillah menjelaskan itu semua dengan panjang-lebar, tanpa merasa jemu atau bosan sedikitpun. Satu lagi, penjelasannya memuaskan logika saya. Semoga beliau selalu disehatkan dan dicerdaskan Allah. Aamiin.

Walaupun berkesempatan 3 hari menemani beliau selama di Jakarta, saya tidak bisa mengajukan pertanyaan seenaknya. Selaku tuan rumah yang baik, saya berusaha memperhatikan timing dan mood beliau sebelum mengajukan pertanyaan.

"Sebagai negeri, #Mesir menjadi negeri yang paling sering disebut di dalam Al-Quran. Mengapa?" Itu pertanyaan pertama saya kepada NAK di sela-sela acara. Bahkan di antara nabi-nabi besar, setahu saya, ada belasan yang pernah menetap atau melewati Mesir.

Mengapa? Karena politik serta pengaruh Firaun. Dan kita semua perlu mempelajarinya. Sungguh-sungguh. Itu jawaban NAK. Lanjutnya, peradaban-peradaban yang muncul kemudian seringkali terpengaruh dan meniru Mesir Kuno. Itu artinya, sekali lagi, kita perlu mempelajari sejarah Firaun dan Mesir Kuno dengan sungguh-sungguh.

Suka atau tidak, kita harus mengakui bahwa Firaun itu sangat kuat, sangat cerdas, berhasil dari segi pembangunan, tapi sangat zalim. Tidak mudah untuk menghadapinya. Bahkan untuk berbicara ke penguasa sekaliber Firaun, sampai diutus dua nabi dalam waktu bersamaan, yaitu Musa dan Harun. Tentunya ini semua sarat dengan hikmah.

NAK mengaku mempelajari sejarah Mesir secara khusus dan serius selama bertahun-tahun. Sebenarnya masih panjang lagi penjelasan NAK soal Mesir. Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Doakan saja mudah-mudahan beliau berkenan datang lagi ke Indonesia akhir tahun ini. Aamiin.

_Semoga menjadi inspirasi._

Share:

POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

POOR = Passing Over Opportunities Repeatedly 

Miskin = Mengabaikan Peluang Berkali-Kali.

Inilah pesan Robert Kiyosaki. Makanya, "Don't be poor."

Selain mengabaikan peluang, orang miskin (tepatnya, bermental miskin) sering meremehkan uang. Ya, meremehkan uang.

Orang kaya tidak pernah menghina atau meremehkan uang. Tapi entah kenapa, sebagian orang miskin malah berkata uang itu tidak penting. Aneh? Sangat!

Satu lagi. Orang miskin (sekali lagi, bermental miskin) menunggu kaya untuk berbagi. Padahal, berbagi yah berbagi saja. Setelah berbagi justru akan lebih possible untuk dikaruniai kekayaan. Right?

Pada akhirnya, jadilah orang kaya. Tepatnya, bermental kaya. Saya harap, Anda setuju dengan saya.

Share:

Tips Kaya

Ada dua sebab sederhana yang mengantarkan kita pada kekayaan. Pertama, karena lihai mendapatkan uang. Kedua, karena pandai mengelola uang. Dulu, Whitney Houston lihai mendapatkan uang, namun kurang pandai mengelola uang. Sekarang, kita tahu sendiri akhir hidupnya seperti apa.

Nah, kali ini kita membahas bagaimana mengelola uang. Sekilas saja.

Saran saya, hiduplah di bawah kebutuhan. Sederhana. Sebagian orang berasumsi, banyak barang mewah yang harus dia beli hanya untuk membuktikan dirinya kaya. Apa-apa dia beli. Padahal nggak perlu. Buat apa? Boleh-boleh saja membeli barang mahal, asalkan itu memang diperlukan.

Mari kita ambil Warren Buffet sebagai contoh. Ia membeli rumah US$ 32 ribu pada 1958 dan masih menempati rumah itu selama puluhan tahun, kendati kekayaannya sudah bertumbuh ribuan kali lipat. Ia juga tak suka membeli barang-barang mewah. Ketika berdonasi, barulah ketahuan bahwa dia adalah 5 besar orang terkaya di dunia!

Saran lain, jangan membayar penuh. Beberapa orang kaya membeli barang di supermarket biasa bukan toko eksklusif. Kadang mereka membeli barang bekas atau bahkan menyewa. Tak semua harus dibeli, walaupun lagi punya uang. Misalnya, kereta bayi. Boleh-boleh saja disewa.

Saran lainnya? Hapus pengeluaran-pengeluaran yang tak perlu. Buat anggaran pengeluaran bulanan dengan rinci, lalu amati dan cermati dari bulan ke bulan. Harus terukur. Kenapa? Karena, hanya sesuatu yang terukur yang bisa ditingkatkan. Betul apa betul?

Saran terakhir, alokasikan 5% sampai 20% pendapatan kita untuk berinvestasi, setiap bulannya. Jadi, diri kita bekerja menghasilkan uang. Investasi kita juga bekerja menghasilkan uang. Mereka yang bermental miskin selalu beralasan bahwa mereka tidak punya cukup uang untuk berinvestasi. Benarkah tidak cukup uang? Padahal karena tak cukup kedisiplinan.

Be rich, be right. Sekian dari saya, *Ippho Santosa*. Semoga berkah berlimpah!

Share:

Terus lah Bersyukur dan Berusaha

Anda ganteng? Cantik?

Kalau tidak pun, itu oke-oke saja. Nggak masalah sama sekali.

Wajah rupawan secara fisik tidak selalu berkorelasi positif dengan kesejahteraan finansial. Ya, tidak selalu. Penelitian terbaru mengungkapkan, orang-orang yang tidak menarik justru menghasilkan uang yang lebih banyak.

Apa iya?

Iya. Studi ini telah dipublikasikan dalam Journal of Business and Psychology. Tim periset adalah Satoshi Kanazawa dari Sekolah Ilmu Ekonomi dan Politik di London serta Mary Still dari Universitas Massachusetts di Boston.

Hasilnya, mereka yang 'sangat tidak menarik' malah mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi. Ya, mengantongi pendapatan rata-rata lebih tinggi.

Kok bisa? Kenapa? "Ternyata, tidak rupawan menjadi sesuatu yang bisa memotivasi dan memaksa seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Maka dia akan bekerja lebih keras," ujar penulis Roy Cohen.

"Pada beberapa profesi, wajah cantik bahkan menjadi hambatan tersendiri (bagi kaum wanita)," papar Stefanie Johnson, peneliti dari UC Denver Business School, yang telah menghelat penelitian tentang gender dan bidang-bidang pekerjaan.

Terus, apa poinnya buat kita semua? Jangan terpaku pada rupawan atau kurang rupawan. Jangan. Bagaimanapun kerja keras jauh 'lebih berbunyi' daripada apapun. Betul apa betul?

Kalau kita berhasil pada suatu hal karena kerja keras, ini menjadi something yang sangat fair. Semua orang bisa menerimanya dan kita boleh bangga karenanya. Akan beda ceritanya kalau semata-mata karena rupawan.

Mari isi hari-hari kita dengan kerja keras. Semoga berkah berlimpah. Selamat beraktivitas teman-teman!

Share:

Doa kan

Yang halal, dihisab.
Yang haram, diazab.
Ada pertanggungjawaban.
Hati-hati soal harta.

Demikian pula dengan ilmu. Akan dihisab. Dengan kata lain, ada pertanggungjawaban. Maka, hati-hati soal ilmu.

Segala ilmu yang baik-baik dan nyata manfaatnya hendaknya disampaikan kepada yang lain. Seluas-luasnya. Jangan didiamkan begitu saja.

Selama 3 tahun terakhir, 80% seminar saya konsepnya sudah charity alias sosial. Peserta tetap bayar, tapi saya-nya tidak dibayar. Kok nggak gratis saja? Kan berbagi ilmu? Kalau peserta digratiskan, kemungkinan besar mereka kurang serius. 

Berdasarkan pengalaman saya selama 10 tahun berseminar, lebih baik peserta tetap bayar terus uang tiketnya saya donasikan. Dengan berbayar, dijamin mereka akan lebih serius. 

Kalau peserta nggak punya uang, gimana? Yah sudah, kerahkan tenaga. Bantu panitia mendapatkan 5 peserta berbayar. Bukan memelas, berharap dikasihani.

Meski kadang melelahkan dan tidak ada uangnya, kenapa saya masih mengadakan seminar ini-itu, bahkan secara rutin? Saya ingin melihat perubahan, pada setiap peserta. 

Begitu mereka berubah, rasanya menyenangkan. Sangat menyenangkan. Ada kepuasan tersendiri yang tak bisa diukur dengan uang.

Juga saya ingin kesibukan saya dalam seminar (baca: berbagi ilmu) menjadi amal jariyah buat almarhum papa saya serta almarhum kakek-nenek saya. 

Meski tak seberapa, tentu rasanya melegakan saat kita tahu bahwa ada pahala yang mengalir buat orangtua manakala si anak berusaha berbuat baik dan mengajarkan ilmu.

Doakan saya, semoga niat saya tetap terjaga. Demikian pula panitia, kita doakan juga. Mudah-mudahan membawa keberkahan dan keberlimpahan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories