-
This is default featured slide 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
-
This is default featured slide 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Hukum Menikahi Janda dalam Islam, Benarkah Datangkan Banyak Rezeki?Jurnalis - Gurais Alhaddad
Doa Di Kuatkan Menyenangkan Istri
Persoalan:
assalamu ’alaikum wr. wb,
sebelumnya aku mohon maaf, karna aku ingin menanyakan perihal yang agak sensitif. aku mohon nama aku disembunyikan. sudah kira – kira satu tahun aku hadapi permasalahan kala di ranjang. aku senantiasa “keluar” duluan. awal mulanya isteri kerap keluhan, namun saat ini sudah tidak.
tetapi bagaikan seseorang suami tentu aku terasa bersalah karena tidak dapat membahagiakan isteri di ranjang. aku sudah berobat ke mana – kemana, tetapi hasilnya belum optimal. benar tidak cukup cuma berobat, namun berdoa pula amat berarti. usaha dan juga doa wajib balance.
persoalan aku terdapatkah doa spesial yang dianjurkan nabi ataupun doa dari para ulama menimpa permasalahan yang aku hadapi. atas jawabannya aku ucapkan terima kasih.
jawaban:
wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh,
penanya yang budiman, mudah – mudahan senantiasa dirahmati allah swt. seseorang isteri sudah semestinya menaati suaminya. tetapi suami pula wajib penuhi hak – hak isterinya, baik hak lahir ataupun batin, tercantum pula di dalamnya hak buat memperoleh kebahagiaan di ranjang.
dalam ikatan seksual dengan isteri suami jangan cuma mencari kepuasan diri seorang diri, namun wajib bersama silih menikmati.
bila setelah itu terdapat permasalahan dalam ikatan seksual serupa pihak suami kurang dapat memuaskan isterinya karna hadapi ejakulasi dini, perihal ini wajib dikonsultasikan baik – baik dengan isteri dan juga dicari jalur keluarnya.
semisal dengan melaksanakan konsultasi kepada dokter spesialis dan juga melaksanakan penyembuhan. dalam perihal ini sokongan isteri absolut dibutuhkan.
kami memandang kalau penanya sudah melaksanakan upaya – upaya sungguh – sungguh buat menuntaskan permasalahan yang dialami. dalam permasalahan ini berobat jadi keharusan, namun berdo’a pula tidak kalah berartinya. berobat dan juga berdo’a sudah semestinya berjalan beriringan.
sebaliknya do’a spesial yang dianjurkan nabi muhammad saw menimpa permasalahan ejakulasi dini sejauh penelusuran kami dalam pelbagai literatur islam klasik tidak ditemui. namun kami cuma menciptakan doa yang dipanjatkan oleh ibnul mukadir, salah seseorang tabi’in. doanya bagaikan berikut.
اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي
allahumma qawwi dzakarî fa innahû manfa’atun li ahlî.
“ya allah, kuatkan dzakarku karna sebetulnya perihal itu berguna buat isteriku. ”
bagi penjelasan yang ada dalam kitab faidlul qadir karya abdurra’uf al – munawi, ibnul munkadir memanjatkan do’a supaya dikuatkan dzakarnya sekedar buat penuhi apa yang jadi hak isterinya. dengan kata lain buat penuhi birah1 isterinya.
karena, syahwat – b1rahi wanita itu terdapat pada pria. bila dibiarkan ataupun tidak “disentuh”, dikhawatirkan wanita hendak terjerumus ke dalam perzinahan.
وَكَانَ ابْنُ الْمُنْكَدِرِ يَقُولُ : اَللَّهُمَّ قَوِّ ذَكَرِي فَإِنَّهُ مَنْفَعَةٌ لِأَهْلِي. وَإِنَّمَا سَأَلَ قُوَّتَهُ لِيَخْرُجَ مِنْ حَقِّ زَوْجَتِهِ لَا لِقَضَاءِ النَّهْمَةِ لِأَنَّ الْمَرْأَةَ نَهْمَتُهَا فِي الرِّجَالِ فَإِذَا عَطَلهَا خِيفَ عَلَيْهَا الزِّنَا
“ibnul munkadir berdo’a, ‘ya allah, kuatkan dzakarku karna sebetulnya perihal itu berguna buat isteriku’.
doa itu dipanjatkan supaya allah memantapkan dzakar ibnul munkadir sekedar buat penuhi kewajibannya bagaikan suami yang jadi hak isterinya, bukan buat mengumbar syahwatnya.
karena, b1rahi wanita itu terdapat pada pria. apabila dibiarkan, dikhawatirkan wanita hendak terjerumus ke dalam perzinahan, ” (amati aburra’uf al – munawi, faidlul qadir, darul kutub al – ilmiyyah, beirut, cet ke – 1, 1415 h/1994 meter, juz, iv, h 145).
uraian yang ada dalam kitab faidlul qadir di atas amat menarik buat diperhatikan dan juga dicermati paling utama untuk para suami.
karena, acap kali kita mendengar berita di pelbagai media massa perselingkuhan wanita yang sudah bersuami dengan sebab suaminya tidak dapat memuaskan ataupun membahagiakannya di ranjang.
kendati wajib dicatat kalau ketiadaan suami itu bukan sebab pembenaran atas aplikasi zina dan juga menyusutnya perilaku harmonis.
demikian jawaban yang mampu kami kemukakan. mudah – mudahan dapat dimengerti dengan baik. buat para suami yang lagi hadapi permasalahan serupa yang dialami oleh penanya di atas kami sarankan terbuka kepada isteri dan juga lekas bertanya dengan dokter spesialis supaya kilat menemukan penangangan. mereka yang hadapi permasalahan ini tidak butuh frustasi. insya allah terdapat jalur keluarnya.
( sumber: jadzab. com )
Tingkat Spiritual Ayah Bentuk Pribadi Anak
Beberapa anak lelaki saat ini yang akan bereaksi serupa Ismail ketika orang tua berkata pada mereka, "Tuhan menginginkan aku mengorbankan dirimu?. Mungkin sebagian akan menjawab, "Apa Bapak sudah gila? Mereka mungkin bisa menerima gagasan berkorban untuk Allah, namun sulit meyakini ada hubungan kuat antara ayah dengan Allah, seperti yang dialami Ismail.
Inilah letak peran penting seorang ayah dalam keluarga. Kepercayaan mendalam hanya dapat dihasilkan dari hubungan sangat dekat.
Pun, Sang ayah, Nabi Ibrahim sama sekali tidak was-was dan bingung terhadap rencana masa depan putranya. Ismail pun tak memiliki tujuan besar lain selain mematuhi sang ayah, dan bersedia melakukan apa pun perintah Allah. Tentu saja mereka berdua nabi dan dari segi keutamaan dan kedudukan jauh dari manusia biasa.
Namun ada hal-hal besar yang dapat dipelajari oleh keluarga Muslim saat ini. Pemaparan dari ahli psikologi keluarga, Marria Husain, dari situs keluarga Zawaj berikut layak untuk dijadikan acuan.
Menghormati Kepercayaan Keluarga
Orang tua harus terus menjaga nilai kelayakan dan kepercayaan dalam keluarga dengan selalu mengarahkan tujuan rumah tangga untuk beribadah kepada Allah. Faktor pemimpin keluarga sangat besar di sini, yakni ayah. Kini berapa keluarga yang benar-benar membesarkan anak sebagai semata-mata ibadah dan ikhlas kepada Allah.
Sebaliknya berapa banyak keluarga Musim yang mengguyur anak-anak mereka dengan kencang dalam hal keuangan dan material, atau mendorong mereka untuk meraih sebanyak mungkin gaji, jabatan, kedudukan, ketenaran dan materi lain.
Banyak orang tua yang cenderung mengambil alih mimpi anak. Tentu orang tua ingin melihat anak mereka berhasil, sekolah di tempat baik, mendapat jodoh yang baik, tapi itu bukan segalanya dan belum tentu yang diinginkan orang tua juga diinginkan anak.
Anak-anak saat ini dikorbankan untuk jadwal yang padat, bahkan saat mereka di usia kanak-kanak. Orang tua pun tak bisa melepaskan diri dari harapan tinggi pada anak-anak sekaligus melupakan bahwa anak-anak pun berhak menuntut dari orang tua, yakni waktu, kebersamaan, dan kasih sayang. Dalam tradisi para nabi, bila pria menghabiskan waktu bersama keluarga akan dinilai sebagai ibadah.
Keluarga Butuh Cinta Ayah
Cukup memprihatinkan saat ini, banyak keluarga Muslim dikorbankan karena selip pemahaman sang ayah. Pemahaman itu membuat lelaki berkeluarga meninggalkan keluarga demi aktif di komunitas luar.
Saat ini, menurut Maria Hussein, para lelaki kadang berpikir berlebihan dengan menganggap keluarga akan menghalangi kecintaan terhadap Allah, sehingga mereka berjarak dengan istri dan anak-anak. Yang terjadi, para lelaki tipe ini memang kerap terlibat dalam pelayanan komunitas, berlama-lama dalam masjd, menolong orang lain, sementara di rumah hanya berbincang sekedarnya, melakukan aktifitas seperlunya karena energi telah terkuras di luar sebelum akhirnya tidur kecapaian.
Namun, itu masih lebih baik. Maria menuliskan ada lagi tipe yang lebih parah, yakni tipe yang berjarak dari keluarga karena mengejar material. Persamaan kedua tipe ayah itu, sama-sama tidak memandang keluarga sebagai alat untuk beribadah dan mendapat keikhlasan Allah. Kedua tipe ayah di atas menurut Maria, dapat memberi dampak buruk bagi anggota keluarga lain.
Sang istri mungkin, yang awalnya sukarela mendampingi suami dalam pernikahan dan membebaskan suami melakukan 'hal lebih penting' untuk Allah, akan mengubah pandangan. Istri bisa jadi merasa diabaikan dan ditolak. Itu pun sangat mungkin terjadi pada anak. Apalagi bila anak mulai merasakan tanda-tanda bila ibu jengkel terhadap ayah.
Dampak kemudian akan lebih buruk. Bila beberapa bulan atau tahun, anak-anak terbiasa tinggal tanpa ayah itu sangat beresiko. Akan muncul perasaan tidak lagi butuh sosok ayah dan akhirnya hilang perasaan kedekatan. Artinya si ayah sebenarnya telah 'kehilangan' anak mereka. Dalam kehidupan saat ini, tidak cukup bagi seorang ayah hanya datang dan membawa uang lalu merasa pekerjaan sudah beres.
Baik anak lelaki dan perempuan membutuhkan waktu bersama ayah. Anak lelaki yang terabaikan oleh ayah secara psikologi cenderung mengembangkan perilaku kasar, melanggar norma dan hukum dan selip secara seksual saat remaja.
Sementara anak perempuan yang tak mendapat cukup penghargaan, perhatian dan cinta kasih ayah akan lebih rentan dari serangan predator seksual. Hal itu karena, menurut Maria, dibawah sadar, mereka mencari kasih sayang atau peran pengganti ayah. Kebutuhan didorong perasaan putus asa untuk cinta kasih dan pengakuan kerap membuat remaja melakukan perilaku terlarang dan merusak.
Sementara anak-anak berbahagia yang mendapat kesempatan bersama sang ayah untuk bersenang-senang, beraktivitas bersama cenderung sedikit memiliki masalah sosial. Mereka bahkan akan mengembangkan pribadi lebih sehat, stabil dan memenuhi kewajiban pernikahan dengan baik pada tahun-tahun kemudian. itz
Sumber : http://republika.co.id/berita/72267/Tingkat_Spiritual_Ayah_Bentuk_Pribadi_Anak






