Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Parenting. Tampilkan semua postingan

Memori Kasih Sayang

*Memori Kasih Sayang*
_Oleh : Badrul Munir*)_

Penulis sering merawat pasien usia tua dengan penyakit saraf yang serius yang mengharuskan opname lama bahkan harus  operasi, yang menjadi perhatian dokter dan petugas medis yang merawat adalah tidak ada satupun dari anak-anaknya yang menunggu pasien tersebut, padahal semua anaknya tinggal sekota dengan pasien tersebut.

Kesibukan mereka membuat tidak ada waktu untuk merawat orang tuanya yang sedang berjuang melawan penyakit yang sangat serius ini. Mereka membayar seseorang untuk menunggu orang tuanya dan hanya sesekali mengunjunginya selama di rumah sakit. Bahkan sampai pasien kritis dan meninggal pun tidak didampingi oleh anak-anaknya.

Sesuatu yang menjadi renungan kita bersama mengapa anak-anak tersebut tidak begitu “care” terhadap orang tuanya dan lebih sibuk dengan urusannya sendiri, bahkan saat orang tuanya sedang berjuang melawan penyakit yang berat seperti ini.

Pola asuh
Sikap anak yang tidak “care” kepada orang tuanya saat usia senja mungkin bisa dikarenakan pola asuh anak tersebut yang kurang sentuhan kasih sayang dari orang tuanya, kesibukan mengejar karier baik suami dan istri mengharuskan pola asuh anak-anaknya kurang optimal dan sering diserahkan kepada orang lain seperti asisten rumah tangga, baby sister atau bahkan dititipkan di penitipan anak.

Akibatnya waktu untuk berinteraksi dengan anak sangat terbatas dan anak lebih banyak terpapar dari karakter orang lain yang sedang mengasuhnya. Akibatnya otak anak tidak banyak merekam  sentuhan kasih sayang dari ibu bapaknya.
Memang secara materi kebutuhan mereka tercukupi dengan baik akan tetapi kebutuhan kasih sayang yang sangat penting untuk membentuk karakter anak tidak optimal, akibatnya pembentukan "sinaps kasih sayang” di bagian otak terutama lobus frontal, hipotalamus  dan sistem limbik kurang optimal, hal ini yang berpotensi menjadikan mereka tidak bisa memberi kasih balik kepada  orang tuanya saat memasuki usia senja dan sakit-sakitan.

Maka sesibuk apapun kegiatan kita pastikan waktu, kasih sayang dan perhatian kepada anak tetap terpenuhi, luangkan waktu khusus untuk mereka, dekaplah mereka, bergurau, dan temani mereka bermain, ajaklah bicara dari hati ke hati, berikan perhatian dan kasih sayang yang optimal saat tumbuh kembang mereka dari bayi-anak-remaja sampai  menginjak dewasa, dengan harapan saat kita sudah tua mereka bisa memberikan kasih sayang kepada kita karena sudah terbentuk "memori kasih sayang permanen" di otak mereka.

*) _Dosen Neurologi FK Univ Brawijaya dan Penulis Buku “Merangkai otak anak yang sholeh dan smart” Penerbit Mizan Bandung_

Share:

Ada 14 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan

Mohon di Share ke para Orang tua :

Ada 14 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan :

*1. Cintailah aku sepenuh hatimu.*

*2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.*

*3. Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku atau orang lain.*

*4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.*

*5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.*

*6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.*

*7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.*

*8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.*

*9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku?*

*10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.*

*11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.*

*12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.*

*13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.*

*14. Berilah aku pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu kelak, dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke Surga*

*dari komite tlg di share ke wa ortu....mulai dari sini....*

SEMOGA BERMANFAAT, BAGI PARA ORANG TUA....🙏*☕🥛

Share:

Anakku

*Mohon di Share ke para Orang tua :*
========================
*Ada 14 permintaan anak yang mungkin tidak pernah mereka ucapkan:*

*1. Cintailah aku sepenuh hatimu.*

*2. Jangan marahi aku di depan orang banyak.*

*3. Jangan bandingkan aku dengan kakak atau adikku atau orang lain.*

*4. Ayah Bunda jangan lupa, aku adalah fotocopy-mu.*

*5. Kian hari umurku kian bertambah, maka jangan selalu anggap aku anak kecil.*

*6.  Biarkan aku mencoba, lalu beritahu aku bila salah.*

*7. Jangan ungkit-ungkit kesalahanku.*

*8. Aku adalah Ladang Pahala bagimu.*

*9. Jangan memarahiku dengan mengatakan hal-hal buruk, bukankah apa yang keluar dari mulutmu sebagai orang tua adalah doa bagiku?*

*10. Jangan melarangku hanya dengan mengatakan "JANGAN" tapi berilah penjelasan kenapa aku tidak boleh melakukan sesuatu.*

*11. Tolong ayah ibu, jangan rusak mentalku dan pemikiranku dengan selalu kau bentak-bentak aku setiap hari.*

*12. Jangan ikutkan aku dalam masalahmu yang tidak ada kaitannya denganku. Kau marah sama yang lain, aku imbasnya.*

*13. Aku ingin kau sayangi cintai karena engkaulah yang ada di kehidupanku dan masa depanku.*

*14. Berilah aku pendidikan agama, agar lepas tanggung jawabmu kelak, dan sebagai anak shaleh kita akan saling tarik menarik ke Surga*

SEMOGA BERMANFAAT, BAGI PARA ORANG TUA....🙏*

Share:

*HELPING YOUR CHILDREN TO BUILD THEIR FUTURE* 🌿

Dua hari yang lalu, saya berada di Singapore. Dan saya berkesempatan untuk minum kopi bersama seorang sahabat saya, yang menjadi profesor di sebuah Universitas terkemuka di Singapore.

Sebut saja namanya Henry. Kami janjian ketemu di Le Paul di Takashimaya. Kebetulan saya lagi kangen makanan Perancis.

Dan mulailah kami ngobrol sana sini, tentang disruption, tentang dunia pendidikan, tentang reward system untuk innovation program ...etc ...etc.
Sampai tiba-tiba Henry bertanya, ”Pam, anakku baru klas 1 SMA dan dia bertanya, sebaiknya nanti dia kuliah apa ya?”
I said, ”Why you asked me this question? You are the one who is a professor in a famous university!”

Henry meneruskan, ”Well, Pam tahu kan, kadang-kadang apa yang dihasilkan dunia pendidikan dan yang dibutuhkan oleh industry bisa berbeda.
I want to make sure that my daughter will be in the right path.
Apalagi dengan era disruption sekarang, begitu banyak pekerjaan yang akan hilang! Terus anak saya harus kuliah apa dong!”

Good question!
Tetapi, apakah pertanyaan itu perlu ditanyakan? Bukankah pada akhirnya nanti kita semua akan menjadi HIMASALJU ? (Himpunan Mahasiswa Salah Jurusan?)

Ijasah temen saya Teknik Kimia,
sekarang jadi CEO bank. Ijasah saya Computer Engineering, jadi HR Director, dan saya punya teman lulusan Kedokteran Umum yang menjadi dosen dan konsultan management.
So what?
The most important thing will be your agility,  kemampuan mempelajari ha2 yang baru.

Suatu saat saya membantu client saya merekrut Telco Troubleshooting engineer di Jepang.

Dan yang mendaftar adalah seorang dokter (lulusan Kedokteran Umum).
Dan saya tanya dia, ”Ngapain dokter mendaftar sebagai Telecom engineer?”
Dan dia menjawab, ”Saya sudah belajar untuk troubleshoot tubuh manusia, kalau anda kasih saya buku petunjuknya Mobile Switching Center, saya akan pelajari dan saya akan troubleshoot your MSC!”

Voila, anything can be learned. Selama anda mau belajar dan bekerja keras di field yang baru!

Henry meneruskan, ”Tapi kan bukan berarti kita kuliah sembarang jurusan kan Pam? Memang ada banker yang dari Akunting atau Teknik Kimia. Tapi kan gak ada banker yang dari jurusan seni rupa atau seni tari kan?”

Ok, ok, setuju!
Jadi gimana? Ok, let’s make it very simple.

Kuliah apapun, jurusan apapun, di universitas apapun, tidak akan ada yang bisa membekali anda dengan kemampuan yang membuat anda “siap kerja!”.

Di perusahaan anda nanti, anda masih harus di training lagi agar anda siap melakukan pekerjaan anda!

Makanya yang penting adalah agility, kemampuan anda mempelajari hal hal baru (seberapa cepat anda mampu absorb pengetahuan baru dan menerapkannya).

Nah di situlah kita tetap perlu belajar tentang :
- logical thinking
- system thinking
- analytical skills
- big picture thinking
karena, in the end of the day, kita memang akan mempelajari sebuah “system” dan menganalisa bagaimana “system” itu akan interract dan interlink dengan yang lain. Terserah apapun sistemnya.

Bisa banking system, supply chain , manufacturing atau apapun. Tetapi in the end of the day this is what you will do, mempelajari sebuah “system” dan menganalisa bagaimana “system” itu akan interract dan interlink dengan yang lain!

Itulah mengapa seorang lulusan Teknik Kimia bisa menjadi CEO bank, karena di Teknik Kimia mereka mempelajari “proses”, jadi mereka bisa menerapkan knowledge mereka tentang “process” ke banking system.

Kalau orang-orang yang masih  bermental “jadoel” gak akan ngerti itu, dan mereka akan komentar seperti ini
- ngapain lulusan Kimia ke bank?
- kasihan amat , kuliah 5 tahun gak dipakai ilmunya?
- kok kerjanya bisa kesasar  begitu?

Orang-orang yang bermental begitu masih terjebak dalam paradigma lama , dan masih  berfikiran dengan pola “mesin uapnya James Watt. Padahal kita sekarang sudah masuk jaman Industrial 4.0, bayangin telat berapa generasi tuh orang !

Ok, sekarang kita kembali ke Henry, apa yang harus Henry lakukan untuk memberikan advice yang tepat pada anaknya ....

Kita coba beberap langkah di bawah ini ...

a) Find their passion

Pertama kali, cari passion mereka apa. Ingat orang yang mengerjakan sesuatu sesuai dengan passionnya akan perform lebih bagus.
Lihat, mata pelajaran apa yang nilainya lebih bagus.
Dan tanyakan 2-3 mata pelajaran yang dia paling sukai.

b) Help them draw their dream

Nah, kemudian tanyakan cita-cita hidupnya apa.
Bidang apa yang akan dia sukai
Ingat, you are helping them to build their own dream and not yours!

c) Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream

Help them to connect the dots. Usahakan agar apa yang mereka sukai akan nyambung dengan apa yang mereka ingin kerjakan di masa depan.
Jadi lihatlah apakah anak anda:
- hobby berkutat dengan mobil-mobilan dan gadget electronic?
- Berkomunikasi dan Berinteraksi dengan orang?
- Lebih banyak fokus di kegiatan fisik dan olahraga?
- Bekerja sendiri dan berkreasi?
Observasi anda akan membantu anda mengarahkan bidang apa yang akan dipelajari mereka di bangku kuliah.
Berdasarkan pengamatan tentang apa yang mereka sukai, bidang apa nilai mereka lebih bagus dan cita-cita yang ingin mereka capai, arahkan mereka ke jurusan yang akan mereka pilih.

Dont worry too much. Jurusan itu bukan membuat mereka terpaku seumur hidup mereka, masih banyak kemungkinan bahwa mereka akan bekerja  di bidang yang (seolah-olah ) tidak ada hubungannya.

Jadi paradigmanya bukanlah “saya akan menjadi insinyur kimia yang baik”, tetapi paradigma sekarang adalah, ”Saya akan belajar system and design thinking, dan saya menggunakan kasus-kasus di jurusan teknik kimia sebagai simulasi untuk memecahkan permasalahan !”

d) They have to Build the emotional and social intelligence

Sampaikan bahwa selain kuliah, mereka juga harus belajar tentang leadership dan teamwork.
Intinya bagaimana mengendalikn emosi sendiri dan bagaimana mereka memahami orang lain.
Hal ini bisa dipupuk dengan seringkali mengikuti kegiatan organisasi di kampus, senat, kegiatan kemahasiswaan, atau apapun yang membuat mereka berhubungan dengan orang-orang lain yang akan melatih social skills mereka.
Suatu saat nanti mereka akan mengerti bahwa kemampuan mereka dalam teamworking dan leaderahip ternyata akan sama pentingnya dengan kemampuan akademis mereka!

e) Tell them to build their agility

Last but not least, tell them to build agility, by learning something new every time.
Dunia akan berubah begitu cepat, mereka juga harus  belajar dengan irama yang lebih cepat lagi.
Untuk melatih itu mereka harus selalu mempelajari sesuatu yang baru.
Apa yang bisa mereka pelajari?
Anything! Bahasa asing, memasak, berkuda, olahraga baru, menggambar, ...etc.
It does  not matter WHAT they learn. What matters is HOW they continuously stimulate their brain to learn something new and to pick up new knowledge /skills.
This will be very useful in the future.

*Jadi ingat, untuk lebih mempersiapkan anak2 anda untuk masa depan mereka, lalukan kelima langkah di bawah ini :*

*a) Find their passion*

*b) Help them draw their dream*

*c) Help your children to choose one field with their passions and connect to their dream*

*d) They have to Build the emotional and social intelligence*

*e) Tell them to build their agility*

Semoga bermanfaat.. 🌿

Share:

Peduli Anak

Dari Seminar di Kemang Village, Jakarta.

Pembicara:
Elly Risman, M.Psi (Yayasan Buah Hati)

mohon dibaca bagi orang tua yang peduli anak, sebelum dtg penyesalan

Inilah isi Sharing kisah dari salah satu peserta seminar tersebut:

Seminar dibuka dengan layar presentasi yang menayangkan contoh SMS anak sekarang dengan bahasa membingungkan yang kini disebut bahasa ‘alay'.

Mungkin Anda berpikir, alaaah… SMS alay kan bisa dibaca, meskipun bikin mata dan otak kerja keras dulu untuk tahu maksudnya. But NO! Tidak satu pun dalam ruangan itu yang bisa membaca SMS di layar.

Ternyata SMS itu harus dibaca harus dengan posisi HP terbalik (bagian atas HP menjadi bagian bawah)!

Dan siap-siap kaget-- isinya adalah:

”Hai, sayang, aku kangen nih. Udah lama kita GA ML (Making Love, alias bersetubuh-red), Yuk, mumpung bonyok lagi pergi, yuk kita ketemuan...”

Seisi ruangan seminar langsung heboh.

Pembicara pun menjelaskan, “SMS sayang-sayangan. anak sekarang sudah bukan lagi ‘I love you’ atau ‘I miss you’, tapi ‘Udah lama GA ML (making love-Red)’.

Ini baru awal seminar, tapi mata semua peserta sudah melotot lebar.
Selanjutnya, pembicara menegaskan bahwa anak-anak kita hidup di era digital. Banyak isi media elektronik dan cetak yang bisa diakses anak-anak, namun sebenarnya mengandung unsur pornografi.

Pornografi bisa ‘mendatangi’ anak-anak kita melalui games, internet, ponsel, TV, DVD, komik maupun majalah:

• Games.
Berdasarkan penelitian, games pada abad ke-21 menampilkan gambar yang lebih realistis, pemain bisa memilih karakter apa saja yang tak ada di dunia nyata. Games juga menuntut keterampilan lebih kompleks dan kecekatan lebih tinggi. Ini semua memberikan tingkat kepuasan dan kecanduan yang lebih besar.

Catatan dari pembicara:

Super hati-hati dengan games anak-anak Anda!

a. Ada games action yang berisi permainan tembak-tembakan, namun ternyata jika anak kita berhasil mencapai level akhir, bonus di akhir levelnya adalah ML dengan PSK.

b. Ada games berjenis role playing yang inti permainannya adalah tentang bagaimana ‘memperkosa paling asyik’!
Anak bisa memilih perempuan model apa yang diinginkan –si perempuan tidak berbusana—lalu tinggal pilih bagian tubuh mana yang mau dipegang pertama kali. Cursor berbentuk tangan yang digerakkan oleh anak-anak kita.

Seisi ruangan seminar langsung heboh lagi. Gumaman ‘astagfirrullah’ bertebaran di ruangan.

Untuk menghindarinya,  pikir baik-baik jika Anda ingin membelikan games untuk anak dan bila anak membeli games sendiri atau meminjam games dari teman. Hati-hati jika di depan sekolah anak-anak atau di sekitar lingkungannya ada warnet! Jenis games yang ada sangat murah dan gampang didapat. Jenisnya sudah di luar perkiraan kita!

• Internet.
Situs porno bertebaran di dunia maya. Jangan salah, pembuatnya terkadang anak-anak kita juga! Bahkan untuk mendapatkan uang, mereka menjual video seks mereka sendiri!.

Kami ditunjukkan ribuan video seks yang gampang diperoleh lewat internet.

Catatan dari pembicara:

a. Siapa bilang ML harus telanjang dan harus di tempat tidur/hotel ? –> Kami ditunjukkan sekilas video ABG berseragam SMP, sedang ML di tangga dan berpakaian lengkap!

b. Hamil? Siapa takut? –> Bisa aborsi!

• Ponsel.
Video-video seks tersebar dengan mudah melalui ponsel. Kapasitas ponsel yang besar memungkinkan si pemilik menyimpan file-file berukuran besar seperti video dan gambar porno. Anak Anda bersih? Bisa jadi dia medapat kiriman gambar/video dari temannya!
Pembicara kami, Ibu Elly, pernah didatangi seorang ibu yang syok karena menemukan gambar vagina seseorang di BB-nya. Setelah ditelusuri, itu milik temen sekolah (perempuan) putranya, yang sering meminjam BB beliau!

• Televisi.
Program TV yang masih pantas ditonton bisa dihitung dengan satu tangan. Lainnya adalah program pembodohan, hantu, kekerasan dan pornografi. Jangan salah, iklan pun bisa menyesatkan. Selain itu, jangan anggap enteng sinteron/film Korea/Jepang! Lama-lama anak bisa ‘tercuci otak’ dan terbiasa dengan kekerasan atau seks bebas!

• Komik.
Ya, komik memang bergambar kartun. Tapi soal cerita, ada komik-komik tertentu yang tidak kalah ‘seram’ dari novel porno. Bahkan lebih mengerikan karena didukung dengan gambar. Gambar sampul depan bisa jadi tidak menyiratkan kepornoan apa pun. Tapi di dalamnya, ujung ceritanya ternyata tentang seks bebas.
Dari survei yang telah dilakukan pembicara, salah satu judul games, komik, dan DVD yang masuk dalam kategori ‘bahaya’adalah NAR API  NERAKA.
Hati-hati!

Apa tujuan semua ini? Apa yang ‘mereka’ inginkan dari anak-anak kita?

1. Yang mereka inginkan, anak dan remaja kita memiliki mental model porno.

2. Agar anak-anak kita mengalami kerusakan otak permanen, yang hasil akhir yang diincar adalah incest!

3. Sasaran tembak utama adalah anak-anak yang belum baligh. Jika anak-anak ini sudah mengalami 33--36 ejakulasi, mereka akan menjadi pecandu pornografi. Merekalah pasar masa depan bagi industri pornografi: Perfilman, majalah, musik, jaringan TV kabel, pembuat dan pemasar video games.
Proses kecanduan dan akibatnya:

1. Di dalam otak ada bagian yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC). PFC adalah tempat dibuatnya moral, nilai-nilai, rasa bertanggung jawab untuk perencanaan masa depan, organisasi, pengaturan emosi, kontrol diri, konsekuensi dan pengambilan keputusan. PFC akan matang pada usia 25 tahun.

2. Sekali anak mencoba kenikmatan semu, maka ia akan kebanjiran hormon dopamin (hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus). Akibatnya ia akan merasa senang, tapi kemudian dalam hatinya timbul perasaan bersalah.

3. Saat anak merasa senang (kebanjiran dopamin), ia akan terganggu dalam: Membuat analisa, penilaian, pemahaman, pengambilan keputusan, makna hubungan, dan hati nurani. Akibatnya, spiritualitas atau imannya akan terkikis. Anak pun ‘tumbang, memilliki mental model porno yang bisa saja berujung pada incest!

4. Narkoba ‘hanya’ akan merusak tiga bagian otak , tetapi pornografi/seks akan merusak lima bagian!

5. Jika anak sudah ejakulasi 30-33 kali menurut penelitian, sensor otaknya akan mengalami kerusakan permanet (seperti mobil tua yg sudah bobrok).

Kelalaian kita sebagai orang tua:
• Selama ini telah terjadi kesalahan budaya karena ada pemahaman bahwa yang mengasuh anak hanya ibu. Ayah mencari nafkah saja. Bila memang perlu, baru lapor ayah. Ini salah besar. Keluarga Indonesia memerlukan revolusi pengasuhan!

• Orang tua kurang menghabiskan waktu dengan anak dan hanya menjadi weekend parent. Anak diikutkan les sana sini. Pertanyaan orang tua ke anak hanya.

Bagaimana les-nya tadi?
Nilaimu berapa, Nak?
Kamu nggak bolos, kan?
Kamu bisa ngerjain ujian hari ini?’ Akibatnya, anak-anak menjadi BLASTED (Boring–>Lazzy–> Stressed!)

• Orang tua merasa cukup menyekolahkan anak-anak di sekolah berbasis agama. Penerapannya? Nol besar! Orang tua menyuruh anak salat tepat waktu, sementara orang tua salatnya bolong-bolong. Orang tua berbaju tertutup, tapi anaknya main ke mal hanya memakai rok mini dan tanktop. Anak disuruh les mengaji padahal orang tuanya tidak bisa mengaji!

• Orang tua terkadang hanyut dalam tren. Melihat teman-teman anak di sekolah punya iPod, anak buru-buru dibelikan iPod juga. Orang tua malu karena anaknya hanya punya ponsel jadul yang cuma bisa SMS dan telepon? Anak pun dibelikan Gadget paling mutakhir.

• Orang tua bisanya memfasilitasi anak dengan gadget terkini, tapi gagap teknologi alias gaptek. Buktinya, baca SMS alay saja nggak bisa! Bagaimana mau mengawasi anak? Karena itu, jadi orang tua harus gaul dan pintar.

• Orang tua membelikan anak gadget/perangkat teknologi tanpa tahu akibat negatifnya, tanpa penjelasan dan tanpa persyaratan untuk anak.

• Orang tua sekarang adalah generasi orang tua yang abai, generasi orang tua yang pingsan! Yang penting anak sekolah,les, diam di rumah depan komputer, games, ponsel dan TV. Yakin, anak Anda aman?

• Orang tua jarang bisa berkomunikasi secara baik dan benar dengan anak, tidak memahami perasaan anak dan remaja.

Menjadikan anak tangguh di era digital:

1. Hadirkan Tuhan di dalam diri anak. Ajarkan untuk selalu ingat Tuhan dan taat kepadaNya sejak kecil. Hindari ucapan, ‘Jangan sampai kamu hamil ya! Bikin malu keluarga! Bapak Ibu malu!’ Ini salah besar. Ajarkan bahwa di manapun dia berada, Tuhan tahu apa yang dia perbuat.

2. Perbaiki pola pengasuhan. Libatkan kedua-belah pihak. Jangan jadi orang tua yang abai dan pingsan.

3. Anak perlu mendapat validasi, yaitu ‘penerimaan, pengakuan dan pujian’. Jangan jadikan anak Anda BLASTED alias Boring –> Lazy –> Stressed!

4. Bimbing anak agar bisa mandiri dan bertanggung jawab pada Tuhan, diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

5. Memberikan fasilitas pada anak harus dengan landasan dan persyaratan agama yang jelas.

Kiat menangkal pengaruh negatif yang datang melalui:
1. KOMIK
• Cek bacaan anak.
• Baca dulu sebelum membeli.

• Secara berkala, periksa meja belajar/lemari/kolong tempat tidur anak. Ingat, jangan sampai ketahuan anak!

• Kenalkan anak pada berbagai jenis bacaan.

• Diskusikan bacaan dengan anak.

2. GAMES
• Perhatikan letak komputer/media video games di rumah.
• Buat kesepakatan dengan anak tentang:
o Berapa kali dalam seminggu boleh bermain  games.
o Kapan waktu yang tepat untuk main.
o Games apa yang boleh dimainkan
o Sanksi apa yang diberlakukan jika melanggar

• Dampingi anak dalam membeli games dan cek selalu rating games dalam kemasan games.

Banyak video games memiliki rating AO (Adult Only) atau M (mature) yang dibajak oleh ESRB (Entertainment Software Rating Board -- lembaga pemberi rating untuk games hiburan) lalu diubah rating-nya menjadi Teen, seperti GTA San Andreas, Mass Effect, Gta IV dan banyak lagi.

Catatan:
Maraknya games kekerasan yang menampilkan adegan seksual di tengah-tengah permainan seperti ‘GTA: San Andreas’ dan ‘Mass Effect’ mendapat kecaman keras dari banyak kalangan seperti Jack Thompson dan Hillary Clinton. Hal ini memaksa produsennya mengganti rating ESRB-nya menjadi AO (awalnya M <Mature>) dan mengakibatkan profit perusahaannya turun hingga $28.8 juta.

Salah satu peristiwa tragis yang dipicu oleh games kekerasan terjadi pada 20 Oktober 2003. Aaron Hamel dan Kimberly Bede menjadi korban penembakan yang dilakukan oleh dua remaja, William dan Josh Buckner, karena keduanya terinspirasi setelah memainkan GTA:III.
Akibat kejadian itu, Aaron meninggal dunia, sedangkan Kimberley mengalami luka parah.

3. TV
• Atur jam menonton TV
o No TV di bawah umur 2 tahun.
o Anak 5--7 tahun paling lama menonton TV: 2 jam/hari

• Kenalkan dan diskusikan tentang program TV yang baik dan buruk.

4. INTERNET
• Perhatikan letak komputer. Jangan pasang komputer menghadap dinding.

• Lakukan filterisasi terhadap situs porno (pasang alat pemblokir situs porno).

• Buat kesepakatan tentang waktu bermain internet.

• Secara berkala, cek situs apa saja yang telah dibuka anak di komputer.

Ikhtiar terakhir orang tua:

1. Perbanyak mendengarkan perasaan. Gunakan dua telinga lebih sering daripada satu mulut.

2. Orang tua harus TTS (tegas, tegar, sabar).

3. Meningkatkan diri dengan berbagai macam pengetahuan melalui seminar, pelatihan, buku parenting dan ilmu agama)

4. Setelah semua upaya —> DOA.

Jujur, ketika saya mengikuti seminar ini, beberapa kali saya menitikkan airmata.

Betapa saya merinding hebat dan ingin segera pulang memeluk anak-anak saya.

Semoga kita tidak termasuk jenis orang tua yang pingsan dan abai.

Semoga anak-anak kita menjadi orang saleh yang selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa.

Note: ===============
Terimakasih kepada ayah/bunda yang telah berkenan menuliskan hasil seminar ini untuk bisa di ketahui oleh lebih banyak orang tua dan guru.

Tolong bantu di share jika kira-kira dirasa bermanfaat dan perlu diketahui semua orang tua dan guru.

Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories