Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan

Pesan Aa Gym Menyikapi Covid-19


KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).(Republika/Syahruddin El-Fikri)
KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).(Republika/Syahruddin El-Fikri)
Share:

PENYAKSIAN DI ALAM ROHALASTU BIRABBIKUM : (Benarkah Aku Tuhan Engkau)


PENYAKSIAN DI ALAM ROH
ALASTU BIRABBIKUM :
(Benarkah Aku Tuhan Engkau)
QALU BALA SHAHIDNA :
(Benar Engkau Tuhan, kami menyaksikan)
Ujud artinya Ada, Mustahil Tiada, Mana yang Mustahil. Adalah Akwan Agiyar kita.
Wajib Allah Ta’ala ada.
Tidak sah Ma’rifat, bila tidak mengetahui asal kejadian Diri kita ini
Mengenal diri itu mengetahui daripada asal Nabi Adam A.S. Asal nasarnya Air, Api, Angin, Tanah, lalu turunlah kepada kita :
Tanah itu = Tubuh kita hurufnya Alif
Angin itu = Nafas kita hurufnya Lam Awal
Api itu = Darah kita hurufnya Lam Akhir
Air itu = Rahsia kita hurufnya Ha
Maka itulah kita ketahui arti mengenal diri
1) Kejadian Tanah bernama Syari’at = Tubuh kita
2) Kejadian Angin bernama Tarikat = Afaal kita
3) Kejadian Api bernama Hakikat = Hati kita
4) Kejadian Air bernama Ma’rifat = Rasa  kita
Itulah mengenal diri namanya.
1) Syariat umpama Kaki
2) Tarikat umpama Tangan
3) Hakikat umpama Tubuh
4) Ma’rifat umpama Kepala
1) Diri Terdiri itu Rahasia namanya
2) Diri Tajalli itu Roh namanya
3) Diri Terperi itu Hati namanya
4) Diri Diperi itu Tubuh namanya
Mengenal Adam :
1) Syari’at : Manusia Pertama
2) Tarikat : Hakikat yang Muncul
3) Hakikat : Asma Allah
4) Ma’rifat : Hanya Allah (ILLallah)
1) ASYHADU bagi kita= Lidah
2) ALLA bagi kita= Badan
3) ILLAHA bagi kita = Hati
4) ILLALLAH bagi kita= Roh
5) HUWA bagi kita = Rahasia
1) sebenar2 Diri kita = Nyawa/Roh
2) sebenar2 Roh kita = Muhammad
3) sebenar2 Muhammad = Allah
4) Sebenar2 Allah = segala Sifat Allah
5) Sebenar2 Sifat Allah = Zadtullah
Sifat Allah Ta’ala adalah hakikat daripada segala yang ada, besar maupun kecil. pada pandangan lahir maupun bathin sbg sifat yang sempurna, tidak bertulang, berdaging, berdarah, atau berkulit.
Maka yang berbagai sifat dan warna adalah satu
Wujud Hakiki itu Zadtullahi. mustahil pada pandangan awam
wujud majazi pula tidak ada pada pandangan wujud hakiki
Wujud ‘Am (umum) pula meliputi alam, dan nyata pada Muhammad
Maka sebenarnya Manusia itu Muhammad
Sebenarnya Muhammad itu Allah (wujud majazi /Wujud Am) . Dan sebenar-benarnya Allah itu Zadtullah (wujud hakiki). Dan sebenarnya Dzatullahi itu Laisa Kamithli Syaiun
Maka itulah sebabnya manusia dilebihkan Allah Ta’ala dari pada semesta sekalian alam karena asalnya kejadian sekalian itu daripada Muhammad
TENTANG ZAT ALLAH
Dalam ilmu tauhid hakiki, ditetapkan bahwa yang disebut "Zat Allah itu mengacu pada Nur Ilahi"
(Q.S. Nur:35, Al-Fusilat:54, Asy-Syura:11, Al-Baqarah:115).
Zat Allah / Nur Ilahi ini juga mengacu pada ruh setiap bani Adam
(Al-Hijr:29, Al-Insan:1, Az-Zariyat:20-21)
Jadi Zat Allah yang meliputi sekalian alam itu disebut Nur Ilahi,Manakala Zat Allah yang ada pada diri manusia itu disebut ruh
Ruh dan Nur Ilahi ini Zat Allah yang sama, bukan berbeda.Ruh dan Nur Ilahi ini esa, bukan becerai.
Itu-itulah juga. Hanya pada manusia itu sebutannya ruh
(sila lihat Q.S. Nur:35,
Menunjukkan Nur Ilahi itu meliputi "luar-dalam")
Zat Allah bersifat Mahasuci, maka  Zat / roh yang ada pada manusia itu disebut Ruh al-Quds atau Ruhul Qudus,Ruh yang bersifat Mahasuci.
ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺳَﻮَّﻳۡﺘُﻪُ
ۥ ﻭَﻧَﻔَﺨۡﺖُ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦ ﺭُّﻭﺣِﻰ ﻓَﻘَﻌُﻮﺍْ ﻟَﻪُ ۥ ﺳَـٰﺠِﺪِﻳﻦَ
"Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruhKu, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (Al-Hijr: 29)
Allah meniupkan ruh (Zat-Nya) pada jasad Adam. Jelas sekali Allah itu bukan berupa Zat.
"Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki." (Q.S. Nur:35)
Apakah ALLAH itu NUR? Tentu tidak.
Zat Allah = Nur Ilahi = Roh Qudus
Tuhan dengan Cahaya-Nya ( roh ) tentulah Esa, tetapi Cahaya Tuhan itu, bukan Tuhan. Tuhan bukan berupa Cahaya
Zat Allah = ruh (pada manusia). Allah bukan berupa ruh atau zat. Pada manusia itu ada Zat Allah, tapi manusia bukan Allah.
I'tibar mendekatkan paham: Matahari dengan cahayanya esa. Maksud esa, antara matahari dengan cahaya tidak ada jarak-antara.Begitulah esanya ruh / zat Allah dan tubuh kita.
Matahari dengan cahayanya esa, tapi tidak seorang pun menyatakan sinar yang memantul di dinding rumah itu sebagai matahari. Tetapi orang memandangnya sebagai sinar cahaya matahari.
Tubuh kita esa dengan ruh Ruh / Nur Ilahi/Zat Allah/Cahaya Tuhan juga esa dengan Pemilik Cahaya
Sebab dikatakan kaum arif billah:
Mengaku diri Tuhan, kafir. Tidak mengaku esa dengan Tuhan, kufur
Allah = ismu Zat, nama bagi Zat. bukan ismu-Rabb.
"Tidak ada yang setara dengan Dia" (Al-Ikhlas:4)
"Tidak ada yang seumpama dengan Dia." (Ash-Shura:11)
kalau makhluk berupa zat-sifat-asma-afal. Tuhan juga berupa zat-sifat-asma-afal, maka sama jugakah umpama makhluk dan Tuhan?
Kalau makhluk itu wujud zat-sifat-asma-af'al Allah,
lalu Allah itu wujuf zat-sifat-asma-af'al siapa? Ada yang mendahului Allah maka itu mustahal
Tuhan tidak bernama, sebelum ada ciptaan, siapa yang mau menyebut-Nya Tuhan? Setiap makhluk ada nama, dari Pemberi Nama.
Tuhan tidak ada yang memberi nama, kecuali Diri-Nya sendiri memberi nama(untuk keperluan makhluk)
Sebab esa Tuhan dg Nur/Zat-Nya, Allah menyebut Diri-Nya dengan sebutan Zat-nya, yaitu "Allah".
Tapi tetap bahwa Tuhan itu bukan Zat JIKA TUHAN ITU BUKAN ZAT, MAKA APALAH ALLAH ITU?
Maka Rabbul Izzati itulah Zat-nya Zat. Terlebih Maha Meliputi, Terlebih Laysakamitslii syaiun daripada Zat ciptaan-Nya.
Zat-nya zat, berarti bukan zat.
Zat-Nya saja sudah bersifat tiada seumpama, apalagi Tuhan, Rabbul Izzati
Itu sebabnya ada perkataan, "Jangan kau pikirkan tentang Zat Allah,"
Bukan tidak boleh, tapi memang mustahil mengenal Zat guna pikiran.
Ini baru soal Zat-Nya, apalagi jika memikirkan Tuhan sekalian Zat/Rabbul Izzati yang terlebih Maha Lasyakamitslihisyaiun.
(AWALUDDIN MA'RIFATULLAH)
Artinya: awal agama mengenal Allah.
Dengan apa Allah dikenal? Dengan tiga perkara :
» 1),tahu akan "TUBUH".
» 2) tahu akan "HATI".
» 3). tahu akan "NYAWA".
Ada berapa pembagian tubuh? Tubuh dibagi tiga :
»1) Tubuh yang kasar.
»2) Tubuh yang halus.
»3) Tubuh yang bathin.
Maksud tubuh kepada hati. Maksud hati kepada nyawa. Maksud nyawa kepada Allah.
Berapa jalan manuju kehadirat Allah? Jalan menuju kehadirat Allah itu ada empat :
» 1) SYAREAT - Tubuh kasar
» 2) THAREKAT- Tubuh halus
» 3) HAKEKAT. -Tubuh bathin
» 4) MAKRIFAT - Tubuh hissi
SYAREAT : "JADI TUBUH".
THAREKAT : "JADI HATI".
HAKIKAT: "JADI NYAWA".
MAKRIFAT: "JADI RAHASIA".
A L L A H
ALIF : Aku dzat menjadi cahaya, menjadi rahasia.
LAM AWAL : Aku sifat jadi tubuh, menjadi ruh.
LAM AKHIR : Aku asma jadi ilmu, jadi iman.
HA : Aku af'al jadi kelakuan, jadi hati.
Matinya yang empat itu :
SYAREAT : kuburnya "Dibumi yang tak berpijak".
THARIKAT : kuburnya "Dilangit tak berbintang".
HAKIKAT : kuburnya "Diangin tak berhembus"
MAKRIFAT :  kuburnya "Dilaut tak berombak".
SYAREAT: Zikirnya "LAA ILAHA ILLALLAH".
THAREKAT: Zikirnya "ALLAH ALLAH".
HAKIKAT: "HU ALLAH".
MAKRIFAT: Zikirnya "Tiada berhuruf, tiada bersuara, lenyap selenyapnya, karam sekaramnya".
Nafas pada hidung, keluar pujinya : ALLAH.
Tanafas pada kerongkong masuk pujinya : HUWA.
Anafas pada ujung hati, keluar masuk pujinya: ILLA.
Nufus pada pusat, pujinya: HAQ.
Nafas KELUAR MASUK ini hakikatnya ADAM DZAHIR, tujuanNya meleburkan tubuh jadi hati.
Nafas KELUAR TIADA MASUK ini hakikat MUHAMMAD DZAHIR, tujuanNya meleburkan hati menjadi nyawa.
Nafas MASUK TIADA KELUAR ini hakikat MUHAMMAD BATHIN, tujuanNya leburkan nyawa jadikan sirr/rahasia
Nafas DIAM hakikat SIRR ATAU RAHASIA, tujuanNya meleburkan sirr/rahasia menjadi nur/cahaya.
TUDIBBULBADANI HAJJA ALA QALBI.
Artinya : hancurlah badan jadi HATI
TUDIBBUL QALBI SHARAR RUHI
Artinya, hancurkan hati jadi RUH.
TUDIBBUR ROHI SHARAN NUR
Hancurkan ruh jadi cahaya
Cahaya itu:
Tiada berhuruf tiada bersuara
Tiada warna tiada bau
Tiada atas tiada bawah
Tiada kiri tiada kanan
Tiada timur tiada barat
Bukan ruang bukan waktu
Bukan ukuran bukan timbangan
Bukan arah bukan jarak
Sumber:
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1393541734062025&id=136135606469317
Share:

Nasehat Buat yang Baru Hijroh

*📚 Nasehat Buat yang Baru Hijroh*

Assalamu'alaikum, mohon nasehatnya ustadz untuk saudara-saudara kami yang baru hijroh dan baru mengenal sunnah? Jazakumullahu khoiron.

Jawab: Wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh. Nikmat paling besar yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya adalah nikmat berupa hidayah tawfiq yaitu petunjuk dari Allah untuk mengamalkan ajaran Islam sesuai yang dicontohkan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam.

Hidayah tawfiq ini yang selalu kita mohonkan dalam sholat sehari semalam saat melafalkan, "Ihdinasshirothol mustaqim" (Ya Allah tunjukilah kami kepada jalan yang lurus). Yaitu jalannya Nabi shollallahu 'alaihi wasallam dan para shohabat beliau sebagaimana yang dijelaskan oleh Abul Aliyah Ar-Riyahi salah seorang Ulama dari kalangan tabiin.

Adapun nasehat yang dapat kami sampaikan untuk saudara-saudara kami yang baru hijroh antara lain sebagai berikut:

1. Ikhlaskan niat karena Allah karena ikhlas merupakan syarat diterimanya amalan. Dari Umar bin Al-Khotthob bahwa Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه

“Hanyalah nilai setiap amalan itu bergantung dengan niatnya dan bagi setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang niat hijrohnya karena Allah dan Rosul-Nya maka hijrohnya dinilai untuk Allah dan Rosul-Nya, dan barangsiapa yang niat hijrohnya karena dunia atau wanita yang hendak dinikahinya maka nilai hijrohnya itu sesuai dengan apa yang dia niatkan." (HR. Al-Bukhori 1/9 dan Muslim 1907)

Berhijroh meninggalkan segala sesuatu yang dilarang dan menjalankan apa yang diperintahkan haruslah ikhlas motivasinya karena Allah. Amalan yang dibangun di atas pondasi keikhlasan tidak mudah goyah dan akan berkesinambungan. Para Ulama berkata:

ما كان لله يبقى

"Amalan yang diniatkan karena Allah akan berkelanjutan."

Sedangkan amalan yang diniatkan karena selain Allah, dunia yang menjadi motivasinya, atau hanya sekedar ikut-ikutan, maka akan sirna, pelakunya gampang mengeluh dan berubah-ubah sesuai keadaan.

2. Sibuk mempelajari ilmu syar'i utamanya ilmu yang berhubungan dengan masalah aqidah yang meliputi tauhid dan manhaj dalam beragama. Ilmu ini yang menjadi tahapan utama dalam tholabul 'ilmi. Kedudukannya laksana pondasi bagi sebuah bangunan, apabila semakin kuat pondasinya maka akan semakin kokoh bangunan amalnya.

Sedangkan orang-orang yang mengabaikan aqidah maka tidak menutup kemungkinan dia akan bergeser dari jalan hijrohnya. Pikiran jahiliyahnya di masa silam akan muncul kembali seperti yang dialami oleh sebagian shohabat yang baru masuk Islam, mereka minta kepada Nabi shollallahu 'alaihi wasallam agar menjadikan "Dzatu Anwath" (pohon keramat) bagi mereka seperti yang dipunyai oleh kaum musyrikin, maka beliau pun mengingkarinya

3. Mencari pembimbing yang dikenal baik berjalan di atas manhaj dan aqidah Ahlussunnah. Bukan dari kalangan ahli bid'ah, pendusta, maupun orang yang bukan ahlinya, karena sesungguhnya ilmu ini agama. Al-Imam Muhammad bin Sirin berkata:

إن هذا العلم دين فانظروا عمن تأخذوا دينكم

"Ilmu ini adalah agama maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian." (Muqoddimah Shohih Muslim)

Hal ini telah disepakati oleh para Ulama. Adapun menerima kebenaran bisa dari siapa saja selama kebenarannya dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiyyah menurut dalil.

4. Selektif dalam bergaul karena tidak sedikit orang yang belok dari jalan hijrohnya lantaran salah pergaulan. Nabi shollallahu 'alaihi wasallam memberi permisalan kawan yang baik bagai penjual minyak wangi, meski engkau tidak mendapat minyaknya, minimal engkau merasakan aromanya. Sedangkan kawan yang jelek bagai seorang pandai besi, meski engkau selamat dari apinya, minimal engkau terkena baunya.Beliau shollallahu ‘alaihi wasallam juga mengingatkan:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Agama seseorang bergantung dengan agama sahabatnya maka hendaklah kalian perhatikan siapakah yang kalian jadikan sebagai sahabat.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan dinilai shohih oleh Syaikh Al-Albani dalam "Ash-Shohihah" 927)

Pertimbangkanlah dengan matang apakah keberadaanmu dapat berpengaruh dalam kebaikan atau malah dipengaruhi oleh keburukan mereka?

5. Berupaya memperbaiki penampilan sesuai petunjuk syariat sebagai wujud ketaatan, perbaikan dan memelihara syiar Islam meski disadari diri masih banyak kekurangan dan kelamahan. Para Ulama berkata:

أن فساد الظاهر دليل على فساد الباطن

"Bahwa jeleknya perkara yang lahir sebagai bukti jeleknya batin."

Amalan lahir dan amalan batin dua hal yang saling berkaitan satu sama lain sebagaimana yang disabdakan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam, "Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging, jika dia baik maka akan menjadi baiklah seluruh jasad, jika dia rusak maka akan menjadi rusaklah seluruh jasad, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” 

6. Jauhi perdebatan dan berkomentar dalam hal yang bukan kapasitasnya. Debat yang dimaksud di sini adalah debat yang tercela, yaitu debat logika yang jauh dari ilmu dan pemahaman. Perbuatan seperti itu akan mengeraskan hati, mewariskan kemunafikan, dan melalaikan diri dari hal-hal yang bermanfaat.

Orang yang baru hijroh lebih berhajat kepada ilmu dengan belajar dan bertanya kepada para ahli terkait masalah-masalah ilmiyyah yang dibutuhkannya. Tinggalkan perdebatan dan mengomentari segala perkara. Nabi shollallahu 'alaihi wasallam mengingatkan:

أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا

"Aku menjamin sebuah rumah di bagian depan surga bagi orang yang meninggalkan miro' (debat logika) meski dia sebagai pihak yang benar." (HR. Abu Dawud dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam "Silsilah Ash-Shohihah" 273)

7. Banyak berdoa kepada Allah agar diberi keistiqomahan dalam menggigit sunnah Nabi shollallahu 'alaihi wasallam serta bersabar dalam menghadapi segala ujian. Nabi shollallahu 'alaihi wasallam bersabda:

 يأتي على الناس زمان الصابر فيهم على دينه كالقابض على الجمر

"Kelak akan datang suatu zaman pada manusia dimana orang yang sabar memegang agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR. At-Tirmidzi dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam "Silsilah Ash-Shohihah" 957)

Adapun doa yang diajarkan Nabi shollallahu 'alaihi wasallam:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam "Shohih At-Tirmidzi" 2140)
_________________

✍🏻 Fikri Abul Hasan

📂 Manhajulhaq

•┈┈•••✦✿✦•••┈┈•

*Repost by :*
*🌀TEGAR DI ATAS SUNNAH*
*Grup Sharing Kajian Islam*
Silahkan berbagi

*Daftar WhatsApp:*
Ikhwan  : bit.ly/2xlVjHI
Akhwat : bit.ly/2xbTmhr

*Follow Channel Telegram*
bit.ly/2x7XEFR
untuk mendapatkan informasi seputar agama Islam

Share:

Menepi, Bukan Pergi



MENEPI, BUKAN PERGI
By. Satria Hadi Lubis
Kekecewaan Abu Dzhar Al Ghifari ra atas gaya hidup Khalifah Utsman ra yg berbeda dgn dua khalifah sebelumnya membuat beliau menyingkir dan menyendiri ke Rabadzah sampai akhir hayatnya. Beliau memilih menjadi "oposisi" pemerintahan Utsman bin Affan ra tanpa pernah berniat mengangkat senjata atau keluar dari jama'ah kaum muslimin. Bahkan suatu ketika ia pernah berkata, “Demi Allah, seandainya Utsman hendak menyalib­ku di kayu salib yang tinggi atau di atas bukit, aku akan taat, sabar dan berserah diri kepada Allah. Aku pandang hal itu lebih baik bagiku. Seandainya Utsman memerintahkan aku harus ber­jalan dari kutub ke kutub lain, aku akan taat, sabar dan berserah diri kepada Allah.

Kupandang, hal itu lebih baik bagiku. Dan se­andainya besok ia akan mengembalikan diriku ke rumah pun akan kutaati, aku akan sabar dan berserah diri kepada Allah. Kupan­dang hal itu lebih baik bagiku.”
Hal yang sama dilakukan Khalid bin Walid ra, ketika diberhentikan Khalifah Umar  dari jabatan panglima perang. Khalid tentu kecewa  atas keputusan Umar ra, namun kekecewaan tersebut tidak membuat beliau membelot dan melawan Amirul Mukminin Umar bin Khatab ra. Padahal kalau ia mau, ia bisa memobilisir para prajurit yang masih setia kepadanya untuk melawan pemerintahan Umar ra.
Khalid si pedang Allah tetap ikut berperang sampai akhir hayatnya walau hanya sebagai prajurit biasa. Suatu ketika ia ditanya mengapa tetap berperang walau sudah diberhentikan sebagai panglima perang, beliau menjawab dgn tegas, "Aku berperang bukan karena Umar, tapi karena Allah!".
Lain halnya dengan kisah Wahsyi yang pernah membunuh paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib ra. Wahsyi akhirnya masuk Islam dan meminta maaf kepada Nabi saw atas perbuatannya yang pernah membunuh Hamzah ra. Nabi memaafkan Wahsyi, namun beliau berkata, "Jangan perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku setelah ini karena setiap melihatmu terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak dihancurkan olehmu saat itu”
Wahsyi merasa kecewa di dalam hatinya, namun ia tidak membelot dan melawan Nabi. Wahsyi sadar akan kedudukannya, ridha menerima ketentuan itu. Dia memperbaiki dirinya dan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah.
Sebagai penebus atas dosa-dosanya beliau bertekad untuk tidak akan pulang lagi ke Kota Mekah demi untuk merebut cinta kekasih Allah yaitu Muhammad saw. Wahsyi benar-benar ingin menebus kesalahannya dengan menyebarkan Islam. Niat Wahsyi itu telah dibuktikannya dengan menjelajah ke seluruh pelosok dunia untuk berdakwah mengajak sebanyak-banyaknya manusia memeluk kepada Islam, hingga akhirnya beliau wafat di luar Jazirah Arab.
Begitulah sikap para sahabat jika mereka kecewa terhadap jama'ah kaum muslimin, menepi tapi tidak pergi dari jama'ah. Mereka tetap mengakui kepemimpinan jamaah, tetap taat dan ikhlas beramal untuk jamaah, walau sadar tidak memiliki peran yang signifikan lagi dalam jama'ah.
Sikap semacam inilah yang perlu ditiru aktivis dakwah jika mereka kecewa dengan kepemimpinan jama'ah. Jika tausiyah sudah diberikan, namun qiyadah tetap pada kebijakannya, maka menepi sajalah dan jangan pergi (keluar). Tetaplah bekerja dalam dakwah. Tidak usah membentuk gerakan baru. Selain menguras sumber daya dan waktu, toh rezim kepemimpinan jama'ah juga  bisa berubah. Bukankah tidak ada yang abadi di dunia ini? Yang tadinya memimpin sekarang tidak lagi memimpin, begitu pun sebaliknya yang tadinya tidak memimpin sekarang menjadi pemimpin.
Pergi dari jama'ah bukan solusi, malah menimbulkan masalah baru dan mengusik pertanyaan baru : Begitu rapuhkah kita dengan janji kebersamaan yang selama ini telah membesarkan kita?
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)" (Surat Al-Ahzab, Ayat 23).
Share:

Duniamu Tak Berkurang

Duniamu Tak Berkurang

Seorang Mukmin itu tidak akan membiarkan saudaranya kelaparan dan kehausan, kedinginan tanpa pakaian yang layak, dan kehujanan serta kepanasan tanpa tempat tinggal yang melindunginya. Sayangilah yang di bumi, niscaya Yang di langit akan menyayangimu.

Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani berkata, “Tentu saja mereka: fakir, miskin, anak yatim, atau orang yang kelaparan lagi membutuhkan bantuan, adalah anugerah dari Allah Azza wa Jalla karena mereka mengambil sedikit bagian dari duniamu agar engkau mendapatkan bagian yang lebih besar di akhirat.

*DAPA Sahabat Anda dalam Berbagi*

Mari bergabung menjadi salah satu Donatur DAPA

Info Dapa Aplikasi: https://dapa-tasdiqulquran.com

Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Sholat dan Sabar

Hubungan Shalat dan Sabar

Apakah saat ini kita sedang dirundung masalah? Masalah hubungan suami-istri yang tidak romantis lagi. Masalah keterbatasan ekonomi. Masalah kegagalan-kegagalan dalam usaha. Dan, masalah lainnya.

Ketika tengah ditimpa kesempitan rezeki, Rasulullah saw. memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat. Kala itu, beliau membacakan ayat, “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa.” (QS. Thaha [20]: 132)

Saudaraku, sesungguhnya shalat yang baik akan menghasilkan kemampuan bersabar. Kalau sekiranya saat ini kita belum mampu bersabar, mungkin kita perlu mengoreksi kualitas shalat kita. Shalat yang berkualitas pada akhirnya akan melahirkan ketenangan hati. Mari kita terus perbaiki shalat kita karena kita tak akan pernah tahu jika tidak melakukannya.

*DAPA Sahabat Anda dalam Berbagi*

Mari bergabung menjadi salah satu Donatur DAPA

Info Dapa Aplikasi :
https://dapa-tasdiqulquran.com

Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Wali Qutub

MUHASSABAH DIRI DI HARI FITRI
( Sayangilah Ibu dan Bapakmu )

WALI TANPA NAMA DAN TANPA GELAR

Suatu hari aku bertemu dengan orang gila ( Al-majnuni Murokab )tak jauh dari makam seorang wali, ia ngoceh ga jelas seperti sedang bicara dengan seseorang, dia berbicara seperti ini:

" Andaikan mereka tahu bahwa ada wali "tanpa nama tanpa gelar" yang memiliki kemampuan seperti Wali Quthb niscaya mereka akan datang berbondong-bondong mencium tangan wali tanpa nama tanpa gelar tersebut minta di do'akan hajatnya, jika Wali tanpa nama tanpa gelar itu telah wafat niscaya mereka akan berlama-lama dipekuburannya berdzikir, berdo'a dan bermuhasabah diri meminta ampun kepada ALLOH MAHA PENGAMPUN atas dosa-dosa mereka selama ini. Andaikan mereka tahu jika mereka sami'na wa athona kepada wali tanpa nama tanpa gelar niscaya ALLOHU SWT akan angkat derajatnya, Namun sayang sekali karena wali tersebut tanpa nama dan tanpa gelar kewalian maka ia seringkali dilupakan dan diabaikan setiap orang".

Aku yang dengar ocehannya kaget dan bergumam "hahhh??? ada wali tanpa nama tanpa gelar yang kemampuannya seperti Wali Quthb? Siapakah wali tersebut?"

Dengan sedikit rasa takut-takut aku dekati dia karena penasaran ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelar tersebut?

lalu terjadi dialog:

Aku : maaf mbah tadi saya dengar mbah ada mengoceh panjang lebar dan berbicara tentang wali tanpa nama tanpa gelar, siapakah sebenarnya wali tersebut mbah? mengapa sedemikian hebatnya wali tanpa nama tanpa gelar tersebut hingga kemampuan dan derajatnya hampir menyamai Wali Quthb?

Orang gila tersebut menoleh kearahku dan matanya sedikit melotot lalu berkata :

" Sampeyan siapa? kamu nguping omonganku yach? Apa pentingnya kamu perlu merasa tahu tentang wali tanpa nama?"

Ucapnya dengan nada agak tinggi, Mendengar ucapan suaranya yang agak bernada tinggi terkesan kasar membuat aku sedikit takut dan gentar, lalu berkata :

" Maaf mbah, bukan maksud saya menyinggung mbah, nama saya Bolank saya seorang muhibbun pecinta para wali-wali ALLOHU, kadang-kadang saya dan teman-teman seperti M Darjo Huda, Naja Suluk, Ahmad Nawan Nyel berziarah ke makam para wali, saya penasaran dan tertarik dengan wali tanpa nama tanpa gelar yang mbah sebutkan, kalau boleh tahu siapakah wali tersebut mbah?"

Orang gila itu tertawa terbahak-bahak dan berkata: "HA HA HA HA HA HAA ..... dasar bocah goblog, namanya juga wali tanpa nama tanpa gelar, tentu saja aku tidak tahu nama wali tersebut dan apa gelar kewaliannya, kamu ini tampang keliatan pintar tapi ternyata goblog yach, HA HA HA HA HA"

JLEEB, terasa menusuk sekali perkataannya dia menyebut aku anak bodoh dan goblog, wajahku merah padam menahan sedikit emosi, sepertinya aku salah sangka kukira orang gila tersebut orang yang bisa diajak dialog, tapi nyatanya dia sebut aku bocah goblog, yach aku memang goblog namanya juga wali tanpa nama tanpa gelar jadi siapa yang tahu nama wali tersebut? siapa yang tahu gelar wali tersebut sedangkan wali tersebut tanpa gelar?, ach sudahlah sebaiknya kutinggalkan saja dia, aku pun mulai membalikkan badan dan membuang muka dengan wajah masam hendak meninggalkan orang gila tersebut,

" Hai fikri mau kemana sampeyan, sampeyan ini bagaimana sudah datang tidak mengucapkan salam, malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, baru diejek begitu saja sudah bermuka masam, apakah mursyidmu yang seorang wali qutb tidak mengajarkanmu untuk mengucapkan salam saat datang dan pergi? apakah mursyidmu yang seorang wali tidak mengajarkanmu untuk bisa bersabar menahan celaan dan hinaan?"

langkahku terhenti, astaghfirullooh .... betul sekali, aku tadi lupa mengucapkan salam sebelum memulai obrolan dan aku juga pergi begitu saja tanpa mengucapkan salam, dan tak kusangka dia menyebut mursyidku seorang Wali Quthb, sepertinya dia mengenal mursyidku

kemudian aku kembali menghampirinya dan berkata " Assalammu' alaikum wr. wb. mbah, mohon maaf mbah atas kelancangan saya karena datang dan pergi tanpa mengucapkan salam, sekali lagi saya mohon maaf" (sambil mencoba meraih tangannya untuk menyalami dan mencium tangannya), orang gila itu menepis tanganku seraya berkata "wiss sudah , cukup bilang minta maaf dan tak perlu cium tangan segala"

Aku jadi salah tingkah, tiba-tiba suasana hening sejenak beberapa menit, aku diam dan diapun diam suasana serasa seperti di kuburan

" Ngapain kamu masih disini?"

annnnccur ... mukaku rasanya merah padam, merasa salah tingkah dan bodoh dihadapan orang gila tersebut, dengan rasa sedikit menahan malu aku tetap memberanikan diri untuk bertanya :

" Maksud saya adalah ingin tahu siapa sebenarnya wali tanpa nama tanpa gelar yang mbah katakan saat saya mencuri dengar"

orang gila bertanya " Kamu ini ga pinter pinter juga, sudah berapa lama kamu belajar tassawwuf/spritual?"

Aku menjawab "sudah sekitar hampir 7 tahun, mbah" lalu orang gila itu berkata sambil menepuk pahanya :

" Sudah 7 tahun masa kamu ora mudeng dan tidak tahu wali tanpa nama dan tanpa gelar, memangnya gurumu tidak mengasih tahu?"

Aku menjawab "saya sering membaca dan mendengar suhbah dari guru saya mbah, tapi saya belum tahu dan belum pernah dengar ada wali tanpa nama dan tanpa gelar, dan guru sayapun tidak pernah menyebutkan siapa wali tersebut?"

orang gila itu tertawa terkekeh-kekeh lalu berkata " Sebenarnya gurumu ada menyebutkannya bahkan berulang-ulang kali menyebutkannya hanya saja kamu aja yang ga faham-faham dengan maksud gurumu, lagi pula sebutannya wali tanpa nama dan tanpa gelar jelas gurumu tidak tahu nama wali tersebut dan tidak tahu gelar wali tersebut tapi kamu sendiri tahu siapa wali tersebut, bahkan wali tersebut begitu dekat denganmu"

Aku bergumam dalam hati "apaaa??
Aku mengenal wali tersebut? siapa dia?

orang gila itu tertawa terkekeh-kekeh "he .. he ... he ... wali tanpa nama dan tanpa gelar itu adalah orangtuamu sendiri, nah sekarang aku tanya kamu memangnya aku kenal siapa nama orangtuamu dan gelar orangtuamu? yach aku mana tahu"

aku jadi tambah bingung lalu semakin bertanya-tanya

" Orangtuaku? maksud mbah orangtuaku adalah wali tanpa nama dan tanpa gelar? mengapa bisa begitu mbah?"

orang gila itu mulai menatap mataku dengan tajam, lalu bangkit dari duduknya lalu berkata :

" Apakah kau tidak tahu tentang Uwaisy al Qorni, salah satu sahabat yang tidak pernah bertemu NABI secara fisik dan juga seorang wali? apa yang menyebabkan dia memiliki derajat yang begitu agung hingga namanya terkenal di langit walau dibumi tak ada seorangpun mengenalnya? kau tahu??!!

" Sahabat Uwaisy al Qorni berkata bahwa ibunya pernah berkata dan mendo'akannya "anakku Uwaisy aku tahu hatimu begitu sangat mencintai dan menginginkan dapat bertemu NABI MUHAMMAD SAW, namun kini kau datang padaku dengan wajah dirundung sedih karena tak berhasil menemui ROSULULLOH SAW dan kau memilih segera pulang karena memikirkan dan mengkhawatirkan aku ibumu ini nak , dan aku ridho padamu, YA ALLOHU kau MAHA TAHU, saksikanlah bahwa sesungguhnya aku telah ridho pada anakku, maka terimalah ridho ku ya ALLOHU dan ridhoilah anakku Uwaisy",

Dan apa kau tidak kau tahu bahwa SHULTONUL AWLIYA SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI , dimasa kecilnya ketika dirampok malah berkata jujur tentang kantung emas yang ia bawa, perampok itu heran mengapa ia malah jujur mengatakan kantung emas yang dibawanya padahal setiap orang yang mereka rampok selalu berbohong tentang bawaannya dan berusaha menyembunyikannya dari mereka, lalu kau tahu apa kata SYEIKH ABDUL QODIR JAILANI? beliau berkata "ketika aku hendak bepergian menuntut ilmu ibuku berpesan "anakku .. bila engkau bertemu dengan siapapun maka jujurlah jangan berbohong, sungguh ibu lebih ridho bila engkau jujur sekalipun engkau harus kehilangan harta dan perbekalanmu daripada kau harus kehilangan kejujuranmu"……

" Lihatlah ibumu, berapa lama dia menanggung dirimu dalam perutnya? apakah kau sanggup menahan perih dan pedih seperti dirinya hanya untuk menginginkan kau lahir di dunia hingga bertaruh nyawa agar kau terlahir sehat dan selamat??  apakah kau pernah memikirkan hal ini ??

Itu kekuatan ALLOHU SWT yang dianugerahkan kepada ibumu melalui RAHMAN dan RAHIM NYA , ini adalah sumber kekuatan para AWLIYA"

Aku diam seribu bahasa rasa hati ini ingin menangis sejadi-jadinya, aku serasa dihakimi dalam hari perhitungan ...

Lalu orang gila itu berkata lagi " KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH PARA WALI TAPI, PERNAHKAH KAU BANGGAKAN DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBUMU YANG ALLOHU SWT anugerahkan kepadamu?

PERNAHKAH KAU BANGGA DAN TAKJUB DENGAN KAROMAH IBU YANG MENGAJARKAN BERKATA-KATA KETIKA KAMU MASIH BAYI ??

tidurnya sedikit karena kau selalu nangis dan rewel sebagaimana para AWLIYA yang tidurnya sedikit karena memikirkan ummat NABI MUHAMMAD SAW yang banyak berkeluh kesah..

Apakah kau tak tahu kalau itu adalah bukti karomah ibumu?, tidakkah kau pernah mendengar kalimat ini

" Ridho orangtua adalah ridho nya ALLOHU, para awliya mereka menjadi Wali Quthb dikarenakan ridho dari orangtua mereka, tidakkah kau sadar bahwa do'a dan harapan kedua orangtuamu hampir setara dengan Wali Quthb?"

Astaghfirullooh ... ampuuunnn .... mendengar celotehan orang gila tersebut seakan petir menyambar seluruh tubuhku, badanku rasanya hancur binasa ... ingin sekali aku rasanya menangis sekuat-kuatnya ...

Orang gila itu berdiri lalu berkata sambil menunjuk kearahku ;

" Lihat dirimu, kelak kau akan jadi seorang BAPAK, apakah kau tahu karomah bapakmu selama ini? lihat tangannya, lihat punggungnya lihat kulitnya, setiap hari ia membanting tulang agar kau tetap bisa makan, tetap bisa tertawa, tetap tersenyum, bekerja siang dan malam hanya untuk mengabulkan segala macam pinta dan rengekmu, ketika kau kecil dirimu melakukan kesalahan dialah orang yang paling depan membelamu, ketika kau dalam bahaya dia rela menghadapi bahaya itu untuk menyelamatkanmu, dia tanggung bebanmu dan ibumu dipundaknya walau kian rapuh dia tetap berusaha menopang, tidakkah kau sadari bahwa bapakmu itu seorang MUJAHID FISABILILLAH ? yang setiap hari dia berjuang menafkahi kehidupanmu bertahun-tahun bahkan berpuluh tahun, dia bapakmu adalah MUJAHIDIN kebanggaanmu"

Ya ROBB, aku seperti hancur lebur mendengar ocehan orang gila tersebut, bahkan ternyata selama ini aku yang gila bukan dia, aku melupakan siapa sesungguhnya orangtuaku sendiri, aku melupakan semua yang mereka beri padaku, bahkan aku sering takjub akan pesona dan karomah wali tapi aku tak pernah sadar dengan orangtuaku sendiri yang merupakan wali tanpa nama dan tanpa gelar kewalian, ...

Sesaat kemudian orang gila itu berlalu meninggalkanku tanpa sepatah katapun .... aku mengikuti dia dari belakang ingin tahu kemana dia pergi ... ternyata dia mendatangi 2 gundukan tanah, dan dia duduk disana .... mulutnya komat kamit seperti orang yang berdialog dan berbicara, namun karena dia menggunakan bahasa daerah yang tidak kumengerti aku tidak tahu apa yang dia ucapkan, lalu sesaat kemudian dia tertawa kebahak-bahak sambil senyam senyum dihadapan 2 gundukan tanah yang ternyata itu tanah kuburan, tapi aku tak tahu kuburan siapa itu namun aku berhusnudzon mungkin itu kuburan seorang wali besar, karena dari celoteh orang gila itu sepertinya dia tahu betul tentang wali jadi aku pikir itu kuburan seorang wali ....

Tiba-tiba setelah selesai dia tertawa, dia diam .... suasana menjadi hening .... kemudian kulihat dia mulai menangis meneteskan airmata dengan suara terisak-isak, tangisan begitu pilu sampai serasa menyayat hatiku untuk turut menangis ... aku tak tahu apa yang diucapkannya dalam logat daerah, sambil tangannya mengelus - elus kuburan itu, tangisan kian jadi bahkan meraung, aku sedih bercampur bingung karena tak mengerti dengan bahasa yang diucapkannya ... namun akhirnya aku mengerti mengapa dia meraung-raung menangis dikuburan yang kusangkakan seorang wali, ditengah isak tangisnya aku mendengar dia mengucapkan kalimat "mbok ... " , lalu pada kuburan yang sebelahnya dia berkata "mbah ... " , aku jadi ingin menangis sejadi-jadinya .... ternyata itu kuburan orangtuanya, ternyata itu kuburan seorang wali tanpa nama tanpa gelar ...

Kini aku baru faham mengapa orang-orang mulai menganggap gila, sebab dia sering tertawa, menangis meraung, dan bercakap - cakap sendiri di kuburan ... seandainya aku jadi dia mungkin aku akan sama dengannya menjadi gila karena ditinggal pergi oleh kedua orang paling yang disayangi ...
aku membalikkan badanku ... bergegas ingin pulang kerumah untuk menemui kedua orangtuaku yang masih hidup. Dan aku merasa beruntung masih memiliki wali tanpa nama tanpa gelar yang masih hidup ....

Sepanjang jalan aku berdoa: "robbighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbayaanii shogiroo.."

Posted by Ibnu Tiyar copas from facebook

Share:

Tiga Kengerian dalam Kematian

Kematian menjadi pengingat bagi kita betapa waktu di dunia ini hanya sesaat. Waktu yang sedikit ini jika tidak digunakan untuk segala hal yang bernilai ibadah, maka akan merugilah kita. Ketika mengingat mati, ketakutan menyelimuti karena belum siap menghadapi pengadilan akhirat kelak. Bekal kita belumlah cukup.

Sesungguhnya ada tiga kengerian dalam kematian, yaitu sakratul maut, melihat malaikat maut, dan su`ul khatimah dengan ancaman nerakanya. Semoga kita semua mendapatkan husnul khatimah pada akhir hayat kita.

Qatadah berkata, “Dituturkan kepada kami bahwa orang Mukmin diberi kelapangan di dalam kuburnya seluas 70 dzira’ (hasta) dan dipenuhi dengan hijau-hijauan hingga hari Kiamat tiba.”

Adapun balasan bagi orang kafir adalah Jahanam. Utbah bin Ghazwan meriwayatkan tentang kedalaman Jahanam bahwa Nabi saw. bersabda, “Sungguh, batu besar yang dilempar dari tepi Jahanam dan melayang ke dalamnya selama tujuh puluh tahun, tidak juga mencapai dasarnya.” (HR. Ahmad dan At-Tirmidzi)

*DAPA Sahabat Anda dalam Berbagi*

Mari bergabung menjadi salah satu Donatur DAPA

Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Akibat Rajin Sholat Subuh

*AKIBAT RAJIN SHALAT SUBUH BERJAMAAH DIMASJID SETIAP HARI*

Masih Suka Shalat Subuh Di Masjid ?
*Berikut Ini Kisah Nyata Para Manusia Yg Sudah Merasakan Akibatnya Karena Selalu Rajin Shalat Subuh Di Masjid.*
Semoga Anda Bisa Mengambil Pelajaran .....

*Diambil Dari Buku "Kembali Ke Titik Nol" Halaman 27 - 29, Karya Mas Saptuari*

*Saya tanya, kita jawab bareng-bareng:*
+ Siapa yang memberi kita rejeki, Allah atau konsumen kita?
"Allah.."

+ Yakin? Bener yakin Allah yang Maha Kaya? Allah Maha Pemberi Rezeki?
"Yakiiiinn... Seyakin-yakinnya!"

+ tadi pagi subuhan jam berapa? Subuhan dimana? Jamaah atau enggak?
"Tiba-tiba hening..."

*Pesan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :*

رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا
“Dua rakaat shalat sunnah sebelum subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”
(HR. Muslim725).

*Bahasa singkat namun tersirat, dua rakaat sebelum shalat subuh nilainya lebih baik dari dunia dan isinya. Orang yang bisa melakukan ini bener-bener kaya raya!!*

Sebuah pesan lagi, orang yang sholat subuh berjamaah di masjid seolah-olah dia sudah sholat sepanjang malam...

Bayangkan ketika hari masih gelap, dingiiin, orang-orang ini rela ke masjid lebih dahulu, sholat sunnah 2 rakaat sebelum subuh, pertanda dia datang lebih dulu.

Ketika Allah Yang Maha Pemilik Rezeki memanggil di pagi hari, dia berangkat menyambutnya... "ini dia Tuhanku, yang memberiku hidup hari ini, yang menjamin rejekiku hari ini.. Subuh ini kuratakan kepalaku dengan tanah hanya menyembahMu"

Tahun 2008, ada finalis Wirausaha Muda Mandiri menyapa saya di JCC senayan. Mengenalkan namanya Denni Delyandri, pengusaha muda cake pisang Villa dari Batam.

Akhirnya kami bersahabat. Beberapa kali saya ke Batam, begitu juga Denni ke Jogja. Di awal usaha dulu hanya naik motor menjual kue pisang yang dibuat oleh Selvi istrinya. Dari rumah kontrakan mereka membangun bisnisnya.

Jatuh bangun dijalani, susah payah dihadapi, sekarang bisnisnya merajalela dimana-mana. Cabang banyak di berbagai kota, dengan brand berbeda-beda, sebagai cake oleh-oleh dari masing-masing kota.

Di Batam, Padang, Aceh, Pekanbaru, Balikpapan, terakhir dia membuat strudel di kota Malang yang langsung melejit laris manis.

Yang saya tau dari sosok sukses ini ketika saya menginap di rumahnya di Batam, dia tidak pernah meninggalkan sholat berjamaah di Masjid.

*Bahkan ketika waktu subuh, masjid yang lokasinya jauh dari komplek rumahnya pun selalu disambangi. Naik mobil, diajaklah Fathan anak lelakinya ikut ke masjid, rutin tiap hari.*

"Kamu tiap subuh gini sudah manasin mobil Den? Ke masjid jauh disana?"
"Alhamdulillah.. Sudah rutin beberapa tahun ini Sap, karena gak ada masjid di dekat sini, ya harus pakai mobil ke luar sana"

Masya Allah.. Hebatnya dia melawan kemalasan, berapa banyak yang rumahnya dekat masjid, bahkan tinggal melangkah ketika subuh pun berat menyambut panggilan Allah.

*Tidak heran ketika dunia seisinya menjadi tidak berharga, Allah memudahkan rejekinya.* Sekali waktu saya ke Batam lagi, dia sudah menjemput dengan BMW seri terbaru miliknya..

Di lain waktu, Ustadz Yusuf Mansur bercerita di satu ceramah,
"Saya kalo di Jogja nginep di rumah Mas Jodi rasanya adem dan seneng aja..

Kalo subuh mas Jodi, Mbak Aniek, dan anak-anaknya berangkat barengan ke masjid. Hari masih gelap, orang masih banyak nyaman berselimut, mereka sudah bersama-sama menyambut panggilan Allah.. Merapat ke masjid. Seneng bener ngelihatnya"

*Bener kata Nabi, dunia dan seisinya gak ada harganya, mudah bagi Allah menjadikan mas Jodi sukses dengan jaringan Waroeng Steak and Shake-nya yang rame dimana-mana.. lah tiap subuh sudah menyambut Dia Yang Maha Kaya.*

Rumah saya kebetulan di bagian depan perumahan, suara gerbang yang dibuka di malam hari kadang terdengar.

Sekali waktu sebelum waktu subuh gerbang dibuka, sudah ada lelaki naik motor yang membukanya, lengkap dengan baju koko, sarung dan pecinya... Aaah dia pak Fulan, pemilik dealer mobil terbesar di daerah sini.. Rajinnya dia subuhan di masjid, bahkan ketika azan belum berkumandang, dia sudah berangkat duluan.

Lain waktu saya sering melihat mas Arul dan istrinya berjalan ke masjid, kadang boncengan motor dengan mesranya di subuh buta.

Juragan tempe yang punya sales hingga 30 orang lebih. Konsisten tiap pagi menyambut Yang Maha Pemberi Rezeki.

*Dan pesan Kanjeng Nabi benar adanya.. Dunia dan seisinya gak ada harganya, ketika Allah sudah ridho gampang bagi Allah memberi rejeki yang berkelimpahan bagi hamba-hambanya yang percaya..*

Ketika minggu lalu dia lewat depan rumah menyapa, plat putih masih menempel di mobil Pajero Sport yang baru dibelinya..

Lain hari..
Lelaki itu berjalan dalam gelap sendirian dari rumahnya menuju masjid yang berjarak 200 meter, saya pernah beberapa kali memboncengkannya. Namanya Pak Pri, GM area maskapai penerbangan terbaik di negeri ini..

Adzan subuh menggema menembus kabut dan embun pagi, panggilan Illahi yang menyapa semua makhluk, termasuk semua binatang di kanan kiri sawah ini.

Suara parau seorang muadzin tua, yang setiap pagi naik sepeda karatan menjemput rejekinya, dialah yang mewakafkah tanah yang sekarang menjadi masjid yang dipenuhi jamaah itu..
*Dialah orang kaya yang sesungguhnya, sudah lebih dulu membangun rumahnya nanti di surga.*

*Sungguh saya iri kepada para pemburu subuh..*

Orang-orang yang bergegas ketika Tuhannya memanggil....

Memilih meratakan jidatnya ke bumi menyembah Yang Maha Pemilik Rejeki.....

Meninggalkan jauuuuh orang-orang yang selalu terlambat, sholat subuh terburu-buru ketika matahari sudah terang benderang menggeliat....

*Masih Punya Alasan Untuk Meninggalkan Shalat Subuh Berjamaah Dimasjid ?*

Semoga Bermanfaat

*Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, bersabda:*
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya”
(HR. Muslim no. 1893)

Jadi.......
Ilmu Itu Harus Diamalkan Agar *'Menghasilkan...'*
Ilmu Itu Juga Harus Disebarluaskan Agar Menjadi *'Tabungan Amal Kebaikan....'*

*Apakah ilmu diatas bermanfaat & akan dipraktekan ?*

*Apakah ilmu diatas sudah disebarluaskan ?*
☺☺☺

Share:

Kemenangan Yang Sebenarnya

Da'wah ini adalah proyek Allah, dan kita hanyalah pelaksana saja. Pertama-tama yang harus diraih adalah kemenangan menurut penilaian Allah. Mengutip perkataan Imam Ahmad bin Hambal yang mengatakan bahwa definisi kemenangan itu adalah _‘Maa luzumul- haqqu qulubana’_, artinya: ‘Selama kebenaran masih tetap kokoh di dalam hati kita.” _Luzumul-haq fi qulubina,_ itulah kemenangan. Itulah _intishar._ Itulah keberhasilan.

Dalam percaturan, pertempuran, apakah _ma’rakah siyasiyah, ma’rakah fikriyah,_ atau _ma’rakah intikhabiyah,_ bentuknya apakah Pilkada di Kabupaten, Kota, Provinsi, Pemilu Nasional, Legislatif atau Presiden, pertama-tama yang harus diraih adalah kemenangan menurut penilaian Allah.

_In sya' Allah,_ jika kita dinilai Allah sebagai pemenang, Allah akan memberikan kemenangan yang dinilai oleh manusia. Itu rumusan dasar yang harus kita pegang. Jangan sampai target kemenangan-kemenangan Pilkada atau Pemilu nasional membuat kita kalah menurut perhitungan Allah SWT. Kalah karena godaan-godaan jabatan jadi gubernur, bupati, walikota, bahkan presiden. Menang menurut manusia, kalau kemudian dalam posisi itu adalah hasil kecurangan, kezaliman dan ketamakan, maka _maghlub ‘indallah,_ itu kalah menurut Allah.

Sebab ada _inkhila-ul-haq minal-qalb,_ tercabutnya kebenaran dari hati. Tercerabutnya amanah dari hati. _Inkhila-ul- shidq,_ tercerabutnya kejujuran dari hati. Itu adalah kekalahan di sisi Allah. Tentu semua itu tidak kita inginkan. Karena itu kader-kader yang sudah memasuki lembaga-lembaga negara, yang jadi gubernur atau wagub, atau walikota, atau wakil, agar mempertahankan kemenangan di sisi Allah dalam posisi itu. Agar tetap _mustahiq_ (berhak) mendapatkan kemenangan berikutnya di arena perjuangan dan pergaulan antar manusia.

_"Hasbunallah wa ni'mal- wakil ni'mal-maula wa ni'man-nashir"_

“Cukuplah ALLAH sebagai penolong kami, dan ALLAH adalah sebaik-baik pelindung”

Share:

Senantiasa Memohon Perlindungan Allah

Kalau kita perhatikan, kecelakaan lalu lintas banyak terjadi karena kelalaian pengendaranya. Beberapa di antaranya karena melanggar aturan lalu lintas, mengantuk, mengebut, tidak fokus, mabuk, dan keahlian berkendara yang masih minim.

Di jalanan seperti itu, musibah tak bisa dielakkan, kalau tidak menabrak, ya tertabrak walaupun kita sudah sangat berhati-hati. Jika sudah terjadi, itulah takdir. Oleh karena itu, kita harus selalu meminta perlindungan kepada Allah agar senantiasa diberikan perlindungan dan keselamatan dari marabahaya. Tidak lupa kita sematkan doa dalam semua aktivitas kita.

Sayangnya, terkadang manusia itu terlalu sombong sehingga merasa tidak membutuhkan Allah dalam hidupnya. Ia merasa dapat melakukan segalanya dengan bebas. Merasa bahwa dirinya mampu mengontrol segalanya, padahal seluruh gerak-gerik kita diatur dan berada dalam sistem dan pengawasan Allah.

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia. Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ruum [30:41)

*Mari bergabung menjadi salah satu Donatur DAPA* : _Daftar Dompet Dapa_ http://bit.ly/registrasidapa

Semoga Informasi ini bermanfaat

Share:

Spirit 212

*Curahan Hati Imam Besar Untuk Para Pemimpin Ummat Ini*

_*Di Tengah Gentingnya Negeri Ini*_

====================

Oleh :
*DR. AL-HABIB MUHAMMAD RIZIEQ BIN HUSEIN SHIHAB, Lc. MA. DPMSS*

Beliau adalah :

~ Pemimpin Tertinggi ormas Front Pembela Islam (FPI) dengan gelar *Imam Besar FPI*

~Belakangan sering di sebut dengan julukan : *Imam Besar Ummat Islam Indonesia*

~ Mufti Besar Kerajaan Sulu / The Grand Mufti of Sulu dengan gelar : *Datuk Paduka Mulana Syar'i Sulu (DPMSS)*

*Berikut Curahan Hati Beliau :*

_Assalaamu'alaikum wr wb_

_*Kepada Saudara saudaraku hamba hamba Allah yang saya muliakan...*_

_*Aku sungguh merasa sangat bahagia jika musuh musuh Islam menghina dan menghujatku...*_

_*Aku juga sangat bangga jika musuh musuh Islam menistaku, memenjarakanku bahkan membunuhku...*_

_*Tapi jujur aku sangat sedih melihat saudaraku seaqidah yang masih banyak membenciku hanya karena masalah perbedaan pandangan yang hanya bersifat FURUIYAH*(hanya perbedaan masalah cabang dalam agama / bukan perbedaan hal pokok dalam agama)..._

_*Sadarilah wahai para pemimpin ormas islam...*_

_*Wahai para ulama HTI...*_
_*Wahai para ulama PERSIS...*_
_*Wahai para ulama SALAFI...*_
_*Wahai para ulama JAMAAH TABLIGH...*_

_*Yang semuanya dimuliakan Allah SWT...*_

_*Sadarilah ...!!!*_
_*Sadarilah...!!!*_

_*Bahwa masalah furuiyah sampai kapanpun akan tetap berbeda dan tidak akan mungkin bisa sama...*_

_*Maka kita semua sebagai muslim yang bertaqwa harus bisa menerima bahwasanya perbedaan yang bersifat furuiyah adalah BAGIAN DARI ISLAM...*_

_*Dalam hal furuiyah satu organisasi Islam dengan organisasi Islam lainya pasti akan selalu ada perbedaan...*_

_*Maka kita sebagai pemimpin-pemimpin umat harus bisa bijak menyikapi masalah perbedaan furuiyah ini...*_

_*Jika kita sebagai pemimpin-pemimpin umat kita tidak bijak dalam menyikapi perbedaan yang bersifat FURUIYAH maka tentu hal itu akan menjadi  masalah besar karena akan  jadi  sumber utama pemecah belah persatuan umat , sehingga akhirnya akan menghancurkan hal hal yang bersifat USHULIYAH*( hal hal pokok dalam agama)_

_*Dann tentunya kita semua sepakat bahwasanya UKHUWAH ISLAMIYAH adalah masalah pokok dalam agama yang harus kita junjung tinggi dan kita jaga selama lamanya...*_

_*Untuk itu kuingatkan kepada semua para pemimpin ormas islam...!!!*_

_*Musuh kita sangat banyak bukan hanya komunis saja tapi ada syiah, ahmadiyah , kristenisasi, aliran sesat & juga kaum Islam munafik*(umat Islam yang berpihak kepada kaum kufar) *mereka semua  bersatu ingin melenyapkan kita...*_
_*Sementara kita masih tidak mau bersatu hanya karena perbedaan yang bersifat FURUIYAH ...*_
_*Sadarilah Saudaraku...*_

_*Jjika masalah perbedaan furuiyah masih kita tonjolkan , maka hal itu akan membuat musuh musuh kita bergembira karena hal itu adalah senjata utama mereka untuk memecah belah dan mengadu domba UMAT ISLAM...*_

_*Maka jangan terlambat segera sadarilah Saudara saudaraku ...!!!*_

_*Jangan tunggu ulama ulama kita habis dibantai...*_

_*Jangan tunggu masjid kosong karena orang-orang khawatir datang ke masjid...*_

_*Jangan tunggu muadzin berhenti mengumandang adzan karena takut disiksa dan dianiaya...*_
_*Aku sungguh sangat ingin membela umat ini , tapi akupun manusia biasa yang pasti tidak akan berdaya tanpa dukungan dari semua umat islam...*_

_*Sekarang semuanya terserah pada kalian para pemimpin organisasi islam ....*_

_*Apakah kalian akan bersatu merapatkan barisan bersamaku untuk melawan ancaman musuh musuh islam komunis syiah kristenesasi aliran sesat  dll...?*_

_*Ataukah kalian malah  tetap akan ikut memojokanku, menghujatku menyalahkanku hanya karena adanya perbedaan pandangan dalam masalah yang hanya bersifat FURUIYAH ???*_

_*Jika syarat untuk kita bisa bersatu mengharuskan kita untuk bisa sama dalam masalah FURUIYAH !!!*_

_*Maka jangan pernah bermimpi untuk bisa bersatu melawan begitu banyaknya musuh musuh islam yang sudah siap menghabisi umat islam...*_

_*BERMIMPILAH untuk perpecahan umat,  bermimpilah utk kehancuran umat dan siaplah menyongsong kebinasaan umat islam...*_

_*Pikirkanlah nasib aqidah generasi  penerus kita yaitu aqidah anak-anak kita dan cucu-cucu kita nanti...*_

_*Mari Jadikan momentum penyerangan dan pembunuhan para ulama ini menjadi momentum untuk kita menerima perbedaan yang hanya bersifat Furuiyah...*_

_*Mulailah tanamkan dalam diri anak cucu kita bahwasanya perbedaan pandangan yang bersifat furuiyah adalah bagian dari islam yang harus diterima dan HARAM HUKUMNYA jika sampai merusak hal yang bersifat USHULIYAH...*_

_*UKHUWAH ISLAMIYAH adalah masalah paling pokok dalam agama , karena itulah sebenarnya sejatinya yang dimanamakan dengan :*_

  *"PERSATUAN ISLAM  "*

_*Akhirul kalam, saya mohon maaf jika banyak kata yang terlontar yang sudah menyakiti saudara seislamku ...*_

_*Mohon maafku terhadap :*_

_*Saudaraku JAMAAH TABLIGH ...*_
_*Saudaraku SALAFI...*_
_*Saudaraku HTI...*_
_*Saudaraku PERSIS...*_
_*Saudaraku MUHAMADIYAH...*_

_*Mari kita bersama selamatkan umat ini dari ancaman kaum kuffar...*_

_*Jika nanti kita dipenjara, dihina, difitnah, dicaci dimaki, disakiti bahkan dibunuh maka berbahagialah...*_
_*Karena itu bukti pengorbanan kita yang insya Allah akan menjadi syafaat bagi kita di hari akhirat nanti...*_

_*Sejarah mencatat hampir semua ulama yang menegakan nahi munkar mereka semua merasakan dingin & laparnya hidup di dalam jeruji  penjara...*_

_*Mohon sebarkan pesanku ini kepada semua umat islam, in sya Allah antum akan mendapat keberkahan karena antum sudah ikut berupaya berjuang menyatukan umat dan ikut berupaya untuk membela melindungi para ulama...*_

*SALAM SEMANGAT 212*

_Wassalamu alaikum Wr. Wb_

Share:

Fenomena M Salah

FENOMENA M SALAH

Mohamed Salah, Pahlawan Liverpool Yang Mengubah Pandangan Rakyat Inggris Terhadap Islam.

Bukan rahasia lagi bahwa masyarakat Inggris menilai lslam sebagai agama yg menimbulkan ketakutan tersendiri

Banyak orang-orang Inggris yg mengalami fobia pada Islam karena banyak rumor yg beredar mengenai terorisme dan santernya pergerakkan ISlS.

Namun, ditengah-tengah fenomena ini tiba-tiba muncul seorang Mohamed Salah yg berhasil membuat rakyat Inggris mencintainya.

Perlu diketahui, Salah beragama Islam dan merupakan Muslim yg taat.

Prestasi tdk hanya di lapangan saja, tetapi juga memiliki segudang kegiatan amal dan sosial diluar karier sepakbolanya.

Salah telah mencetak 43 gol dlm 45 pertandingan di tahun pertamanya di Liverpool, Salah telah merangkul anugerah pemain terbaik Liga Inggris musim ini beberapa hari yg lalu, dan juga Salah turut membatu The Reds melangkah ke Semifinal Liga Juara-Juara Eropa.

Bertemu dengan AS ROMA, dileg pertama LlVERPOOL berhasil mengalahkan AS ROMA (5) - (2). M Salah menjaringkan 2 gol dan 2 Assist. LIVERPOOL sebelah kaki sudah berada di final Liga Juara-Juara Eropa.

Liverpudlian, fans Liverpool, bahkan membuat Chant alias yel-yel baru demi Salah.

Chantnya yg berbunyi...

*"Jika Tuhanmu cukup baik untkmu,*
*Tuhanmu cukup baik untukku,*
*Jika kamu mencetak beberapa gol lagi,*
*Lalu aku akan menjadi Muslim juga!"*

"Jika Tuhanmu cukup baik untukmu,
Tuhanmu cukup baik untukku,
Duduk di Masjid bersamamu,
Itulah tempat yang ingin aku tuju!"

Luar biasa sekali, Salah berhasil mengubah pandangan rakyat Inggris dari yg awalnya fobia terhadap Islam menjadi mulai lunak dan menghargai Muslim di negara ini.

Munculnya Chant tersebut tdk lepas dari prilaku beragama Salah yg kerab disoroti.

Misalnya, Salah selalu Shalat sebelum pertandingan dan jika membuat gol, dia akan selalu membungkuk dlm doa atau sujud syukur.

Penggemar percaya bahwa Tuhan yg dipercayai Salah telah nembantu Salah selama pertandingan, bahwa kepercayaan yg dianut telah membuatnya menjadi seperti sekarang ini.

Padahal, Suporter Inggris terkenal punya prilaku paling buruk dan rasis di dunia.

Salah mendapat julukan The Pharaoh atau The Egyptian King karena dia berasal dari Mesir.

Beberapa kegiatan sosial yg dilakukan oleh Mohamed Salah juga mengundang decak kagum penggemarnya.

Misalnya saja, Salah terkenal suka bersedekah utk orang-orang yg kekurangan.

Dia juga beberapa kali tertangkap kamera sedang membaca Al - Qur'an atau membawa Al - Qur'an setiap kali dia pergi.

M Salah pernah menyumbang sekitar Rp 9,3 miliar utk penyediaan alat pengobatan kanker.

Dia juga menyumbang Rp 3,5 miliar utk kahwin massal 70 pasangan di kota asalnya.

Setiap bulan, dia rutin menyisihkan Rp 40 juta utk santunan fakir miskin di Mesir.

Satu gol yg ia cetak bernilai satu Lembu yg disembelih dan dagingnya dibagikan kepada fakir miskin, itu sebagai tanda syukurnya.

Bahkan saat menikah pada tahun 2013, terlihat istrinya juga mengenakan jelbab modern dan tetap menutupi rambutnya.

Serangan teror mungkin telah menghilangkan kepercayaan penduduk dunia pada Islam, tapi M Salah berhasil mengubahnya dengan prestasi yg dia tunjukkan.

Kini, M Salah menjadi bintang sepakbola kebanggaan Liverpool dan juga kebanggaan bagi seluruh ummat Islam di dunia.

Share:

Just Smile

Ketika banyak masalah, tersenyum menjadi sesuatu yang sulit dilakukan, padahal tidak ada seorang pun yang melarangnya. Seorang Abu Darda pun terkadang menghibur hatinya dengan canda yang mubah untuk membangkitkan semangat kebenaran.

Para ulama yang mulia senantiasa senang dengan humor dan tertawa mendengarnya. Sesungguhnya humor itu akan menyegarkan jiwa dan menghibur hati setelah lelah berpikir. Namun, ingatlah, janganlah berlebihan dalam bercanda karena Allah menasihatkan kepada hamba-Nya untuk banyak menangis dan sedikit tertawa ( _QS. At-Taubah [09]:82)._

Saudaraku, ternyumlah kepada orang yang mengutangimu, niscaya ia akan memaafkanmu, dan kepada sahabatmu, niscaya ia akan membelamu. Dan, jangan lupa, untuk tersenyum kepada diri sendiri, seperti itulah engkau menghargai dirimu.

*"DAPA, Sahabat Anda dalam Berbagi"*

Share:

Seruan untuk Manusia

Sesungguhnya azan itu adalah panggilan untuk manusia. Ia adalah seruan bagi kaum Muslimin dan Muslimat untuk mengerjakan shalat. Para lelaki wajib menunaikan shalat secara berjamaah di masjid. Adapun wanita lebih afdhal shalat di rumahnya. Inilah syariat yang mengikat.

Saudaraku, mari kita ukur diri kita. Ketika azan berkumandang, di manakah kita berada? Masihkah kita sibuk dengan urusan rumah, kantor, atau lainnya? Masihkah kita anteng di depan televisi menuntaskan tayangan yang terus sambung-menyambung? Masihkah jari-jari kita lincah menelusuri beragam sajian internet pada android kita?

“Kebatilan di atas kebatilan, kekufuran di atas kekufuran, yaitu orang yang mendengar panggilan muazin untuk mendirikan shalat, namun ia tidak memenuhinya (tanpa alasan yang dibenarkan).” (HR. Ahmad dan Thabrani)

Program
#Pendaftaran Taushiyah http://bit.ly/MemberTN
#Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Munafik: Labil dan Ragu

Keimanan manusia diuji setiap saat. Kadang ia bertambah, kadang berkurang. Kadang rajin dalam beribadah, kadang bermalas-malasan. Shalat ditunda-tunda, sedekah dientar-entar, dan kebaikan lainnya diserang keraguan.

Semoga kita tidak tergolong sebagai orang munafik karena kemalasan dan keraguan kita dalam beribadah dan beraktivitas. Sesungguhnya orang munafik itu berada dalam kebingungan antara iman dan kekafiran. Lahir batin mereka tidak bersama orang beriman, tidak pula dengan orang kafir. Lahiriah mereka bersama orang beriman, namun batiniah mereka bersama orang kafir. Di antara mereka ada orang yang pendiriannya labil lagi ragu. Adakalanya cenderung kepada orang beriman dan adakalanya pula cenderung pada orang kafir.

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisaa` [04]: 142)

Program
#Pendaftaran Taushiyah http://bit.ly/MemberTN
#Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Ishlahul Ukhuwah

*Materi Tayang AIHQ*
*DK PSDM ODOJ*

🏡Oase Dakwah
Penyejuk Hati Penggugah Jiwa
Kamis, 26 April 2018

*Ishlahul Ukhuwah*
Oleh: Rochma Yulika

Tak ada hidup tanpa ada masalah.
Tak ada berkawan tanpa berbuat salah.
Karena sewajarnya bagi manusia ada sikap penuh khilaf.
Untuk itu Allah mengajarkan kita menjadi pribadi pemaaf.

Masalah mengajarkan pada kita bahwa hidup tak selalu bahagia adanya.
Dengan masalah yang hadir kita mampu bertahan dalam kebersamaan meski kadang merasakan luka.
Kita sadari bahwa tidaklah Allah jadikan setiap peristiwa sia-sia.
Begitulah bila iman telah menggenap di hati kita.

Suka dan duka dalam berteman banyak hikmah dan pelajaran.
Bila ada kekecewaan sikapi dengan kewajaran.
Kita tahu bahwa pribadi yang berbeda selalu ada saja ketidakselarasan.

Dan ketika muncul perbedaan, seperti apa menyikapinya?
Dalam wasiat ke 4 dari Imam Syahid Hasan Al Banna mengajarkan,
_"Jangan memperbanyak perdebatan dalam setiap urusan, walau bagaimana pun keadaannya, sebab pertengkaran itu tidak akan mendatangkan kebaikan."_

Kecewa itu biasa, jangan sampai kecewa berujung dengan permusuhan.
Sakit hati pun biasa asalkan mampu memetik secuil hikmah yang dijadikan bekal untuk menapaki perjalanan.

Menjadilah pribadi yang gemar memaafkan.
Memperbaiki ukhuwah menjadi kewajiban.
Menghindari segala perselisihan.
Niscaya kejayaan akan tercapai menjadi kenyataan.
Surga pun tak terlewat sebagai bukti ketulusan.

◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/332/26/04/2018
oaseodoj@gmail.com
🔸🔹🔸🔹🔸🔹🔸

Share:

Jujur dalam Tobat

Manusia itu tempatnya salah dan lupa. Itulah mengapa, kita dianjurkan untuk memperbaiki kualitas shalat karena sesungguhnya ia dapat mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kita juga dianjurkan untuk bertobat dan beristighfar.

Namun terkadang kita merasa tobat kita tak berbuah apa-apa. Tobat iya, maksiat masih menjerat. Apa lagi yang harus kita perbuat, apakah tobat kita tak memenuhi syarat? Apakah tobat kita kurang banyak?

“Apabila engkau merasa berat untuk taat dan beribadah, serta tidak menemukan kenikmatan dalam hatimu, sementara itu dirimu merasa ringan bermaksiat dan menemukan kenikmatan di dalamnya, maka ketahuilah, sesungguhnya engkau belum jujur dalam tobatmu. Andai pangkalnya benar, niscaya cabangnya pun akan benar.” (Ibnu Atha’ilah)

Program
#Pendaftaran Taushiyah http://bit.ly/MemberTN
#Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Cahaya bagi Kesedihan

Di antara saudara kita saat ini ada yang diuji sakit, kekurangan materi, dan permasalahan hidup lainnya. Sesungguhnya Allah menguji kita untuk mengetahui siapakah yang paling baik amalnya di antara kita.

Saudaraku, ada yang meminta kekayaan dan kesejahteraan, namun Allah memberinya kefakiran. Allah bermaksud mengujinya dan mengangkat derajatnya. Jika ia bersabar, ia telah menerima takdir terbaiknya. Sejatinya sabar adalah cahaya bagi segenap kesedihan, kesusahan, dan kekurangan. Sesungguhnya kebahagiaan anak Adam adalah keridhaannya terhadap ketentuan Allah.

“Di antara kesengsaraan anak Adam adalah keengganannya untuk memohon kepada Allah agar Dia memilihkan yang terbaik bagi dirinya. Dan, di antara kesengsaraan anak Adam adalah kebenciannya terhadap ketentuan Allah.” (HR. At-Tirmidzi dan Ahmad)

Program
#Pendaftaran Taushiyah http://bit.ly/MemberTN
#Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Sedekah Pagi

Sedekah Pagi Hari

Orang yang benar-benar produktif tidak akan pernah menyia-nyiakan waktunya terbuang percuma. Orang produktif yang saleh dan salehah tidak akan pernah membiarkan semua amalnya hangus tanpa bernilai ibadah. Diamnya pun ibadah.

Saudaraku, kesibukan pagi hari akan sangat berarti jika diselingi shalat Dhuha: dua rakaat, empat rakaat, atau dua belas rakaat. Ia adalah salah satu amalan untuk meraih keberkahan rezeki. Ia adalah penuntas kewajiban untuk bersedekah kepada diri. Sempatkan untuk melaksanakannya karena ada keutamaan di dalamnya.

Nabi saw. bersabda, “Setiap pagi ada kewajiban bagi setiap persendian untuk bersedekah. Setiap tasbih itu sedekah. Setiap tahlil itu sedekah. Setiap tahmid itu sedekah. Setiap takbir itu sedekah. Mencegah yang mungkar juga sedekah. Dan, semua itu akan tergantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha.” (HR. Muslim)

Program
#Pendaftaran Taushiyah http://bit.ly/MemberTN
#Daftar Dompet Dapa http://bit.ly/registrasidapa

Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories