Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Kisah Gajah dan Anjing



JANGAN IRI TERHADAP ORANG LAIN

Seekor Gajah dan seekor Anjing hamil pada saat yang sama. Tiga bulan kemudian anjing melahirkan enam anak anjing. Lalu, enam bulan kemudian anjing itu hamil lagi, dan sembilan bulan berikutnya anjing itu melahirkan selusin anak anjing yang lain. Demikian seterusnya.

Pada bulan kedelapan belas,
anjing itu mendekati gajah sambil bertanya, “Apakah kau yakin bahwa kau sedang hamil? Kita hamil pada tanggal yang sama, saya telah melahirkan tiga kali untuk lusinan anak anjing dan sekarang mereka tumbuh menjadi anjing besar.
Tetapi kau masih saja hamil.

Apa yang sedang terjadi?” Gajah itu menjawab, “Ada sesuatu yang harus kau mengerti. 
Apa yang saya bawa bukan anjing tetapi gajah. 
Saya hanya melahirkan satu bayi gajah dalam dua tahun. Ketika bayi saya menyentuh tanah, bumi akan merasakannya. 
Ketika bayi saya melintasi jalan, manusia berhenti dan melihat dengan kekaguman, apa yang saya bawa menarik perhatian. 

Jadi, apa yang saya bawa dalam perut ini perkasa dan besar.” 

Pesan dari gambaran cerita diatas:
Jangan kehilangan iman ketika kita melihat orang lain menerima jawaban atas doa-doa mereka.
Jangan merasa iri atas kemudahan 

#rezeki orang lain.

Jika kita belum menerima rezski kita sendiri, jangan merasa putus asa. Berkatalah pada diri sendiri,

“Waktu saya akan tiba, dan ketika semua doa saya terkabul orang akan berdecak kagum.” 

Semogaga hari ini Rejeki Kita semua bagai curahan air yang turun dari langit ...

Halal dan Barokah. 

Aamiin ...

Share:

Meminjamkan Uang

SEPELE tapi memang BENAR

Kata Miliarder Hongkong "Li Ka-shing":
"Hal Apa yang Tersulit? Pinjam Uang!".
Kalau Ada Orang Ingin Meminjam Uang Padamu,
Jawablah Seperti Ini…!

Orang yang mau meminjamimu uang, adalah pahlawanmu.

Apabila orang tersebut memberimu pinjaman tanpa syarat, maka ia adalah pahlawan tertinggi di antara pahlawan- pahlawanmu yang lain.

Sampai saat ini, pahlawan seperti ini tidak banyak.
Jika kamu sampai menemukan mereka, hargailah seumur hidupmu!

Orang yang bisa bersedia meminjamkan uang ketika kamu kesulitan, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia ingin menarikmu saat jatuh.

Yang dipinjamkannya kepadamu juga bukanlah uang, melainkan ketulusan, kepercayaan, dukungan dan kesempatan untuk kamu berinvestasi di masa depan.

Saya sangat berharap sobat- sobat sekalian jangan sekali- kali menginjak "kepercayaan", sekali orang lain kehilangan kepercayaan padamu, maka hidupmu pasti hancur!
Ingat, kepercayaan orang lain adalah harta seumur hidup!

Selain itu, tolong kamu catat perkataan di bawah ini:

1. Orang yang suka inisiatif mentraktir, bukanlah karena ia punya banyak uang, tapi karena ia memandang "pertemanan lebih penting" dari pada hartanya.

2. Orang yang suka mengalah saat bekerja sama, bukanlah karena ia takut, melainkan tahu apa artinya "berbagi".

3. Orang yang bersedia bekerja lebih keras dari orang lain, bukanlah karena ia bodoh, tapi karena mengerti apa artinya "bertanggung jawab".

4. Orang yang terlebih dulu minta maaf saat berdebat, bukanlah karena mengaku salah, melainkan tahu artinya "menghargai".

5. Orang bersedia membantumu, bukan karena berhutang, tapi karena menganggapmu sebagai "teman".

Sudah berapa banyak orang yang tidak memperhatikan logika ini? Sudah berapa banyak orang yang menganggap pengorbanan orang lain adalah "hal yang semestinya"?

Bila orang tulus berjalan, ia akan jalan sampai ke dalam hati.
Bila orang munafik berjalan, cepat atau lambat ia akan ditendang sampai keluar dari pandangan orang lain!

Bila pertemuan di antara manusia adalah jodoh, maka hal yang diandalkan hanyalah ketulusan dan kepercayaan!

Kamu mau menjadi orang seperti apa, semuanya adalah pilihanmu dan karna u sendiri

Percayalah, hubungan antar manusia harus mengandalkan kepercayaan!
Terserah kamu mau pinjam uang atau tidak, yang terpenting kamu harus memberikan kepercayaan!

Share:

DOA-DOA YANG SALING MEMBAJAK

“Sungguh (surat ini) dari Sulaiman dan sungguh dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha pemurah. Saya adalah Raja Laut Putih, Laut Hitam, Laut Merah, Anatolia, Ramley, Groman the Rom, wilayah-wilayah Dzil Qadariyyah, daerah-daerah Bakr, Kurdhistan, Adribijan, Persia, Syam, Mesir, Makkah, Madinah, Al Quds, semua wilayah Arab, semua wilayah Non Arab, Hongaria, hamper semua kekuasaan Kaisar dan negeri-negeri lainnya telah ditaklukkan oleh keagungan kuasaku dengan pedang kejayaan atas ijin Allah dan segala puji hanya milik Allah. Allahu Akbar!

Saya Sulthan Sulaiman bin Sulthan Salim bin Sulthan Bayazid.
Kepada Francis Raja Perancis”
Demikian Sang Raja Agung Sulaiman al Qanuni mengawali surat penaklukannya. Raja Muslim yang disebut dalam buku-buku sastra Eropa dengan “Suleiman The Magnificent”. Yang disebut Halmer sebagai tokoh yang lebih berbahaya daripada Shalahuddin al Ayyubi.
Bagaimana tidak?

Dalam suratnya ini kita bisa lihat bentangan kekuasannya begitu mengagumkan dan melampui capaian siapapun penguasa muslim yang pernah ada termasuk kakeknya, Sulthan Muhammad Al Fatih Murad. Ia mampu menklukan kota-kota paling penting di tiga benua; Athena, Bucharest, Budhapest, Cairo, Tunisia, al Jazair, Makkah Madinah, Palestina, Damaskus, Beirut, Istanbul, Tibris, Baghdad, Sovia, Rhodes dan berbagai kota penting didunia.

Ketika ia menaklukan suatu negeri, maka keberkahan dan kemakmuran membanjiri negeri tersebut. Ia tidak hanya membangun perdaban bangunan; jalan-jalan, sungai, jembatan, gedung-gedung, rumah sakit dan lain sebagainya, namun ia juga meneggakan peradaban ilmu pengetahuan; sekolah-sekolah terbaik, perpustakaan megah nan mewah, masjid-masjid dengan arsitektur menawan dan yang lebih dahsyat lagi ia tebarkan keadilan dengan mencipta undang-undang (qanun) yang berpijak dari kitabullah dan sunnah Rasulullah. Oleh karena itulah gelar Al Qanuni melekat erat pada dirinya hingga kini.

Dan satu hal yang menjadi factor penentu keberhasilannya dalam penaklukan adalah kakeknya, Muhammad Al Fatih, saat ekspansinya terhenti di wilayah Belgrade, ia berdoa:

“Ya Allah, taklukkanlah kota ini dengan tangan seorang laki-laki dari keturunanku”. Para sejarawan sepakat bahwa laki-laki yang dimaksud itu adalah Sulthan Sulaiman ini. Doa Sulthan Mehmet ini mustajab dan menjadi kenyataan. Bahkan seolah doa ini telah membajak doa Nabi Sulaiman as.

Bukankah Nabi Sulaiman as pernah meminta kepada Allah swt agar tak ada lagi penguasa yang layak mendapatkan kekuasan seperti dirinya?

Ia (Sulaiman as) berdoa: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (QS: Shaad: 35)

Manusia kerdil hanya meminta hal-hal yang kecil, sedangkan tokoh-tokoh besar tidak pernah meminta kecuali hal-hal raksasa yang berada diluar jangkaun manusia biasa.

Bukan doa Nabi Sulaiman tertolak atau dibajak oleh Muhammad AlFatih, namun yang dimaksud dengan kekuasaan yang tidak layak dimiliki seorangpun setelah beliau adalah bahwa beliau diberi kemampuan mengendalikan angin, beliau fasih berbicara dengan binatang dan ditundukkan kepada beliau Bangsa Jin dan Syetan ahli bangunan dan penyelam dilautan serta syetan-syetan yang lain yang masih terbelenggu (QS: Shad: 36-39)

Sedangkan dalam keluasan wilayah kekuasaan itu adalah hak Allah yang akan diberikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki; “sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya (QS: Al A’raf: 128).

Ketika Muhammad Al Fatih melihat celah ini, ia tengadahkan tangannya disaat rambutnya mulai memutih dan tulangnya mulai rapuh.

Bukankah Dzat yang dia minta telah menurunkan janjiNya bahwa “berdoalah kepadaku, niscaya aku ijabah”? (QS: Ghafir: 60)

Dan bukankah ini bulan Ramadhan, bulan dikabulkannya semua pinta?
Alfaqiir suhari abu fatih
#ramadhaninkorea
#ramadhan1438H
#pkpu_hi

Share:

KISAH SEDERHANA DISEBUAH DESA YANG SUBUR, HIDUPLAH 2 LELAKI BERSAUDARA



*Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 org anak, sdgkan si adik masih melajang.*

*Mrk menggarap satu lahan berdua dan ketika panen, hasilnya mrk bagi sama rata.*

*Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tdk adil, sehrsnya kakakku lah yg mendpt bagian lbh banyak krn dia hidup dgn istri dan kedua anaknya.*

*"Maka dimalam yg sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".*
💧
*Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendpt bagian yang lbh banyak, krn ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dgnnya tak ada yg mengurus, sdgkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."*

*Maka sang kakak pun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dgn diam2 ke lumbung milik sang adik.*

*Kejadian ini terjadi bertahun-tahun.*

*Dlm benak mrk ada tanda tanya, knp lumbung padi mrk spt tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?*
🍂
*Hingga disuatu malam yg lengang setelah panen, mrk berdua bertemu ditengah jalan.*

*Masing2 mrk menggotong satu karung padi.*

*Tanda tanya dlm benak mrk terjwb sudah, seketika itu juga mrk saling memeluk erat, mrk sungguh terharu berurai air mata menyadari betapa mrk saling menyayangi.*

*Beginilah sehrsnya kita bersaudara...*👨‍❤‍👨🙏
*Jgn biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara* *saudara.*

*Allah telah menanamkan cinta pd hati mrk yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mrk.*

*Allah tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan org lain.*

*Allah tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan org lain...!*

*Bagikanlah renungan ini kpd siapa pun yg engkau jumpai agar kita dpt belajar & mengerti arti sebuah* *Persaudaraan, baik dlm Keluarga, ditengah Masyarakat maupun dalam Pertemanan.*

Share:

Tak Jadi Mencuri Terong, Malah Dapat Isteri

Di Damaskus, ada sebuah masjid besar, namanya Masjid Jami’ At-Taubah. Masjid itu penuh keberkahan. Di dalamnya ada ketenangan dan keindahan. Sejak tujuh puluh tahun, di masjid itu ada seorang syaikh pendidik yang alim dan mengamalkan ilmunya, namanya Syaikh Salim Al-Masuthi. Dia sangat fakir sehingga menjadi contoh dalam kefakirannya, dalam menahan diri dari meminta, dalam kemuliaan jiwanya dan dalam berkhidmat untuk kepentingan orang lain.

Saat itu ada pemuda yang bertempat di sebuah kamar dalam masjid. Sudah dua hari berlalu tanpa ada makanan yang dapat dimakannya. Dia tidak punya makanan ataupun uang untuk membeli makanan. Saat datang hari ketiga dia merasa bahwa dia akan mati, lalu dia berfikir tentang apa yang akan dilakukan. Menurutnya, saat ini dia telah sampai pada kondisi terpaksa yang membolehkannya memakan bangkai atau mencuri sekadar untuk bisa menegakkan tulang punggungnya. Itulah pendapatnya dalam kondisi semacam ini.

Masjid tempat dia tinggal itu, atapnya bersambung dengan atap beberapa rumah yang ada di sampingnya. Hal ini memungkinkan seseorang pindah dari rumah pertama sampai terakhir dengan berjalan di atas atap rumah-rumah tersebut. Maka, dia pun naik ke atas atap masjid dan dari situ dia pindah ke rumah sebelah. Di situ dia melihat orang-orang wanita, maka dia memalingkan pandangannya dan menjauh dari rumah itu. Lalu dia lihat rumah yang di sebelahnya lagi. Keadaannya sedang sepi dan dia mencium ada bau masakan berasal dari rumah itu. Rasa laparnya bangkit, seolah-olah bau masakan tersebut magnet yang menariknya.
Rumah-rumah di masa itu banyak dibangun dengan satu lantai, maka dia melompat dari atap ke dalam serambi. Dalam sekejap dia sudah ada di dalam rumah dan dengan cepat dia masuk ke dapur lalu mengangkat tutup panci yang ada di situ. Di lihatnya sebuah terong besar dan telah dimasak. Lalu dia mengambilnya, karena rasa laparnya dia tidak lagi merasakan panasnya, digigitlah terong yang ada di tangannya dan saat dia mengunyah dan hendak menelannya, dia ingat dan timbul lagi kesadaran beragamanya.
Langsung dia berakta, 

A’udzu billah!

Aku adalah penuntut ilmu dan tinggal di masjid, pantaskah aku masuk ke rumah orang dan mencuri barang yang ada di dalamnya?’ Dia merasa bahwa ini adalah kesalahan besar, lalu dia menyesal dan beristighfar kepada Allah, kemudian mengembalikan lagi terong yang ada di tangannya. Akhirnya dia pulang kembali ke tempatnya semula. Lalu dia masuk ke dalam masjid dan duduk mendengarkan syaikh yang saat itu sedang mengajar. Karena terlalu lapar dia hampir tidak bisa memahami apa yang dia dengar.

Ketika majlis itu selesai dan orang-orang sudah pulang, datanglah seorang perempuan yang menutup tubuhnya dengan hijab -saat itu memang tak ada perempuan kecuali dia memakai hijab-, kemudian perempuan itu berbicara dengan syaikh. Sang pemuda tidak bisa mendengar apa yang sedang dibicarakannya.

Akan tetapi, secara tiba-tiba syaikh itu melihat ke sekelilingnya. Tak tampak olehnya kecuali pemuda itu, dipanggillah ia dan syaikh itu bertanya, ‘Apakah kamu sudah menikah?’, dijawab, ‘Belum,’. Syaikh itu bertanya lagi, ‘Apakah kau ingin menikah?’. Pemuda itu diam. Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya.

Akhirnya pemuda itu angkat bicara, ‘Ya Syaikh, demi Allah! Aku tidak punya uang untuk membeli roti, bagaimana aku akan menikah?’. Syaikh itu menjawab, ‘Wanita ini datang membawa kabar, bahwa suaminya telah meninggal dan dia adalah orang asing di kota ini. Di sini, bahkan di dunia ini dia tidak mempunyai siapa-siapa kecuali seorang paman yang sudah tua dan miskin’, kata syaikh itu sambil menunjuk seorang laki-laki yang duduk di pojokan.

Syaikh itu melanjutkan pembicaraannya, ‘Dan wanita ini telah mewarisi rumah suaminya dan hasil penghidupannya. Sekarang, dia ingin seorang laki-laki yang mau menikahinya, agar dia tidak sendirian dan mungkin diganggu orang. Maukah kau menikah dengannya?’. Pemuda itu menjawab, ‘Ya’. Kemudian syaikh bertanya kepada wanita itu, ‘Apakah engkau mau menerimanya sebagai suamimu?’, ia menjawab, ‘Ya’.
Maka syaikh itu memanggil pamannya dan mendatangkan dua saksi kemudian melangsungkan akad nikah dan membayarkan mahar untuk muridnya itu. Kemudian syaikh itu berkata, ‘Peganglah tangan isterimu!’ Dipeganglah tangan isterinya dan sang isteri membawanya ke rumahnya.

Setelah keduanya masuk ke dalam rumah, sang isteri membuka kain yang menutupi wajahnya. Tampaklah oleh pemuda itu, bahwa dia adalah seorang wanita yang masih muda dan cantik. Rupanya pemuda itu sadar bahwa ternyata rumah itu adalah rumah yang tadi telah ia masuki.

Sang isteri bertanya, ‘Kau ingin makan?’, ‘Ya’ jawabnya. Lalu dia membuka tutup panci di dapurnya. Saat melihat buah terong di dalamnya dia berkata: ‘Heran, siapa yang masuk ke rumah dan menggigit terong ini?!’. Maka pemuda itu menangis dan menceritakan kisahnya.

Isterinya berkomentar, ‘Ini adalah buah dari sifat amanah, kau jaga kehormatanmu dan kau tinggalkan terong yang haram itu, lalu Allah berikan kepadamu rumah ini semuanya berikut pemiliknya dalam keadaan halal. Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu ikhlas karena Allah, maka akan Allah ganti dengan yang lebih baik dari itu’ (Diceritakan oleh Syaikh Ali At-Thanthawi.).

Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi`in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi, penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc.

Share:

Kisah Wali Turki Gemar Membeli Miras dan Mendatangi Pelacur

KISAH SULTAN MURAD ( SULTAN TURKI UTSMANI ) MENEMUKAN MAYAT SEORANG WALI YANG SEMASA HIDUPNYA GEMAR MEMBELI MINUMAN KERAS DAN MENDATANGI PELACUR

(Mohon di Baca sampai selesai )

Di dalam buku hariannya
Sultan Turki Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kegalauan yang sangat,
ia ingin tahu apa penyebabnya.
Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu
apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal,
_"Mari kita keluar sejenak."_

Di antara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan
di malam hari dengan cara  menyamar.

Mereka pun pergi,
hingga tibalah mereka
di sebuah lorong yang sempit.

Tiba-tiba,
mereka menemukan seorang
laki-laki tergeletak di atas tanah.
Sang Sultan menggerak-gerakkan lelaki itu,
ternyata ia telah meninggal.

Namun orang-orang yang lalu lalang di sekitarnya tak sedikitpun mempedulikannya.

Sultan pun memanggil mereka,
mereka tak menyadari
kalau orang tersebut adalah Sultan.

Mereka bertanya,
_"Apa yang kau inginkan?_

Sultan menjawab,
_"Mengapa orang ini meninggal
tapi tidak ada satu pun di antara kalian yang mau mengangkat jenazahnya?_

_Siapa dia?_

_Di mana keluarganya?"_

Mereka berkata,
_"Orang ini Zindiq,
suka menenggak minuman keras dan berzinah.!"_

Sultan menimpali,
_"Tapi . .
bukankah ia termasuk umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam?_
_Ayo angkat jenazahnya,
kita bawa ke rumahnya"_

Mereka pun membawa jenazah laki-laki itu ke rumahnya.

Melihat suaminya meninggal,
sang istripun pun menangis.
Orang-orang yang membawa jenazahnya langsung pergi, tinggallah sang Sultan
dan kepala pengawalnya.

Dalam tangisnya sang istri berucap pada jenazah suaminya,
_"Semoga Allah merahmatimu wahai wali Allah..._
_Aku bersaksi bahwa
engkau termasuk orang
yang sholeh."_

Mendengar ucapan itu Sultan Murad kaget..
_"Bagaimana mungkin dia termasuk wali Allah sementara orang-orang membicarakan
tentang dia begini dan begitu,
sampai-sampai mereka tidak peduli dengan kematiannya.?"_

Sang istri menjawab,
_"Sudah kuduga pasti akan begini..."_

_"Setiap malam suamiku
keluar rumah pergi ke toko-toko minuman keras,
dia membeli minuman keras
dari para penjual sejauh yang ia mampu._
_Kemudian minuman-minuman
itu di bawa ke rumah
lalu ditumpahkannya
ke dalam toilet,
sambil berkata: "Aku telah meringankan dosa kaum muslimin."_

_"Dia juga selalu pergi menemui para pelacur,
memberi mereka uang dan berkata: "Malam ini kalian sudah dalam bayaranku,
jadi tutup pintu rumahmu sampai pagi."_

_"Kemudian ia pulang ke rumah,
dan berkata kepadaku: "Alhamdulillah,
malam ini aku telah meringankan dosa para pelacur itu
dan pemuda-pemuda Islam."_

_"Orang-orang pun hanya menyaksikan bahwa ia selalu membeli khamar dan menemui pelacur,
lalu mereka menuduhnya
dengan berbagai tuduhan
dan menjadikannya buah bibir."_

Suatu kali aku pernah berkata kepada suamiku,
_"Kalau kamu mati nanti,
tidak akan ada kaum muslimin yang mau memandikan jenazahmu, mensholatimu dan menguburkan jenazahmu"_

Ia hanya tertawa,
dan berkata,
_"Jangan takut,
bila aku mati,
aku akan dishalati
oleh Sultannya kaum muslimin, para Ulama dan para Wali."_

Mendengar itu semua, 
Sultan Murad pun menangis,
dan berkata,
_"Benar! 
Demi Allah,
akulah Sultan Murad,
dan besok pagi kita
akan memandikannya,
menshalatkannya
dan menguburkannya."_

Demikianlah,
akhirnya prosesi penyelenggaraan jenazah laki-laki itu dihadiri
oleh Sultan,
para Ulama,
para Wali Allah
dan seluruh masyarakat.

*******

(Kisah ini diceritakan kembali oleh Syaikh Al Musnid Hamid Akram Al Bukhary dari _Mudzakkiraat Sultan Murad IV_)

*******

Hikmah yang dapat kita ambil dari kisah ini:

Jangan suka menilai orang lain
dari sisi lahiriahnya saja.
Atau menilainya berdasarkan ucapan orang lain.
Terlalu banyak yang tidak kita ketahui tentang seseorang.
Apalagi soal yang tersimpan di tepian paling jauh di dalam hatinya.

Kedepankan prasangka baik terhadap saudaramu.
Boleh jadi orang yang selama ini kita anggap sebagai calon penduduk neraka,
ternyata penghuni Firdaus
yang masih melangkah di bumi...

Jadi,
berhentilah berprasangka
dan menggunjing seseorang
sekalipun orang itu sangat kita kenal.

Salam

Share:

Kain Yang Cacat

Suatu hari, Atha as-Salami, seorang tabi'in yang mulia, menjual kain yang telah ia tenun pada penjual kain di pasar.

Setelah diamati kain tersebut, penjual mengatakan, " Ya Atha, sesungguhnya, kain yang kamu tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga aku tidak bisa membelinya."

Begitu mendengar, Atha termenung lalu menangis.

Melihat hal tersebut, sang penjual kain pun merasa iba, "Biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayar dengan harga pas."

Atha menjawab, "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan ada cacat pada kainku?

Ketahuilah, aku menangis sebab aku menyangka bahwa kain yang kubuat selama berbulan-bulan tidak ada cacat, tetapi di mata engkau yang ahli dalam kain, mengatakan kain ini ada cacat.

Begitulah aku menangis pada Allah karena menyangka bahwa ibadah yag telah kulakukan selama bertahun-tahun tidak ada cacatnya.

*BISA JADI, MUNGKIN DI MATA ALLAH, IBADAHKU PENUH CACAT DAN CELA.* Inilah yang menyebabkanku menangis.
*[Dari Kuntum Menjadi Bunga, Ibnu Basyar]*

Share:

Kamu Sebenarnya Kaya


MALAIKAT BERTANYA

Malaikat bijak datang kepada seorang manusia
 : "Saudara, kenapa engkau tidak bahagia?"
 : "Saya merasa bingung mengapa saya miskin terus ?"
 : "Miskin ?
kamu bukannya kaya?"
 : "Gimana bisa Anda katakan kalo saya kaya?
Dari mana Anda menilainya?"
 : "Kalo sekarang engkau kehilangan 1 jari tanganmu, aku beri 50 juta, apa kamu mau?"
 : "Hmm.. Ngga mau"
 : "Jikalau kamu kehilangan sebelah lenganmu, aku beri 500 juta, mau ?"
 : "Hmm.. Ngga mau"
 : "Kalo sepasang matamu buta, aku beri 10 milliar, mau ?"
 :" Ngga mau"
 : "Kalo aku jadikan engkau menjadi kakek berumur 80 tahun sakit-sakitan, aku beri 100 milliar, mau?"
 : "Ngga mau"
 : "Kalo sekarang engkau langsung meninggal, aku beri kamu 1 Trilliun, mau?"
 : "Ngga mau"
 : "Hahaha.. Berarti benar kan kalo kamu sudah memiliki kekayaan tak terhingga ?
Di dalam hatimu, kenapa masih mengeluh miskin ?"
Orang itu mulai mengerti apa arti KEKAYAAN.
 Karena HIDUP adalah WAKTU yang dipinjamkan.
 dan HARTA adalah ANUGERAH yang dipercayakan...
 BERSYUKUR atas Nafas yang masih kita miliki,
 BERSYUKUR atas tubuh yang masih kita miliki.
 BERSYUKUR atas Kesehatan yang masih kita miliki,
 BERSYUKUR atas Keluarga yang masih kita miliki,
 BERSYUKUR atas Teman & Sahabat yang masih kita miliki
 BERSYUKUR atas Pekerjaan yang masih kita miliki.

.SEMANGATTTT PAGI SABAHABATKU SEMUA
Share:

Menepi, Bukan Pergi



MENEPI, BUKAN PERGI
By. Satria Hadi Lubis
Kekecewaan Abu Dzhar Al Ghifari ra atas gaya hidup Khalifah Utsman ra yg berbeda dgn dua khalifah sebelumnya membuat beliau menyingkir dan menyendiri ke Rabadzah sampai akhir hayatnya. Beliau memilih menjadi "oposisi" pemerintahan Utsman bin Affan ra tanpa pernah berniat mengangkat senjata atau keluar dari jama'ah kaum muslimin. Bahkan suatu ketika ia pernah berkata, “Demi Allah, seandainya Utsman hendak menyalib­ku di kayu salib yang tinggi atau di atas bukit, aku akan taat, sabar dan berserah diri kepada Allah. Aku pandang hal itu lebih baik bagiku. Seandainya Utsman memerintahkan aku harus ber­jalan dari kutub ke kutub lain, aku akan taat, sabar dan berserah diri kepada Allah.

Kupandang, hal itu lebih baik bagiku. Dan se­andainya besok ia akan mengembalikan diriku ke rumah pun akan kutaati, aku akan sabar dan berserah diri kepada Allah. Kupan­dang hal itu lebih baik bagiku.”
Hal yang sama dilakukan Khalid bin Walid ra, ketika diberhentikan Khalifah Umar  dari jabatan panglima perang. Khalid tentu kecewa  atas keputusan Umar ra, namun kekecewaan tersebut tidak membuat beliau membelot dan melawan Amirul Mukminin Umar bin Khatab ra. Padahal kalau ia mau, ia bisa memobilisir para prajurit yang masih setia kepadanya untuk melawan pemerintahan Umar ra.
Khalid si pedang Allah tetap ikut berperang sampai akhir hayatnya walau hanya sebagai prajurit biasa. Suatu ketika ia ditanya mengapa tetap berperang walau sudah diberhentikan sebagai panglima perang, beliau menjawab dgn tegas, "Aku berperang bukan karena Umar, tapi karena Allah!".
Lain halnya dengan kisah Wahsyi yang pernah membunuh paman Nabi, Hamzah bin Abdul Muthalib ra. Wahsyi akhirnya masuk Islam dan meminta maaf kepada Nabi saw atas perbuatannya yang pernah membunuh Hamzah ra. Nabi memaafkan Wahsyi, namun beliau berkata, "Jangan perlihatkan wajahmu lagi di hadapanku setelah ini karena setiap melihatmu terbayang wajah Hamzah bin Abdul Muthallib yang rusak dihancurkan olehmu saat itu”
Wahsyi merasa kecewa di dalam hatinya, namun ia tidak membelot dan melawan Nabi. Wahsyi sadar akan kedudukannya, ridha menerima ketentuan itu. Dia memperbaiki dirinya dan meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah.
Sebagai penebus atas dosa-dosanya beliau bertekad untuk tidak akan pulang lagi ke Kota Mekah demi untuk merebut cinta kekasih Allah yaitu Muhammad saw. Wahsyi benar-benar ingin menebus kesalahannya dengan menyebarkan Islam. Niat Wahsyi itu telah dibuktikannya dengan menjelajah ke seluruh pelosok dunia untuk berdakwah mengajak sebanyak-banyaknya manusia memeluk kepada Islam, hingga akhirnya beliau wafat di luar Jazirah Arab.
Begitulah sikap para sahabat jika mereka kecewa terhadap jama'ah kaum muslimin, menepi tapi tidak pergi dari jama'ah. Mereka tetap mengakui kepemimpinan jamaah, tetap taat dan ikhlas beramal untuk jamaah, walau sadar tidak memiliki peran yang signifikan lagi dalam jama'ah.
Sikap semacam inilah yang perlu ditiru aktivis dakwah jika mereka kecewa dengan kepemimpinan jama'ah. Jika tausiyah sudah diberikan, namun qiyadah tetap pada kebijakannya, maka menepi sajalah dan jangan pergi (keluar). Tetaplah bekerja dalam dakwah. Tidak usah membentuk gerakan baru. Selain menguras sumber daya dan waktu, toh rezim kepemimpinan jama'ah juga  bisa berubah. Bukankah tidak ada yang abadi di dunia ini? Yang tadinya memimpin sekarang tidak lagi memimpin, begitu pun sebaliknya yang tadinya tidak memimpin sekarang menjadi pemimpin.
Pergi dari jama'ah bukan solusi, malah menimbulkan masalah baru dan mengusik pertanyaan baru : Begitu rapuhkah kita dengan janji kebersamaan yang selama ini telah membesarkan kita?
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)" (Surat Al-Ahzab, Ayat 23).
Share:

Sukma

Nama adalah doa. Maka aku membayangkan seorang bapak yg terinspirasi untuk memberi nama jabang bayinya: Sukma.

Sukma itu qolbu. Mungkin bapaknya ingin anak perempuannya memiliki hati yang putih, sesuai namanya. Mungkin bapaknya, yang rajin membaca, teringat pada hadits pendek: "Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Sukma itu qolbu. Qolaba yanqolibu. Yang berbolak-balik. Maka Nabi juga selalu memgajarkan doa agar hati mampu memimpin diri untuk taat dan teguh: "Yaa muqollibal quluub. Tsabbit qolby a'laa thoo'atik". Wahai Sang Pembolak-balik hati, teguhkanlah hatiku untuk taat kepadaMu.

Sukma, kini engkau adalah seorang ibu. Jangan biarkan hatimu mengeras bagai batu. Bahkan lebih keras lagi. Seperti yang dikalamkan Ilahi (2:74).

Engkau tahu, tiap manusia terlahir suci. Seperti saat bayi.
Sukma, masih ada jalan untuk kembali. Sebelum ajal menjemput diri.

*dari seorang ibu paruh baya di belahan bumi Indonesia, tanah yang sama denganmu.
(Muktia Farid).

Noted: saya berharap tulisan ini benar2 bisa sampai ke tangan mba sukma. Entah bagaimana caranya.

Share:

💧Jangan Pernah Berhenti Berdoa

Kisah ini nyata, terjadi di Pakistan; Seorang Dr Ahli Bedah terkenal (dr. Ishan) tergesa-gesa menuju airport. Beliau berencana akan menghadiri Seminar Dunia dalam bidang kedokteran, yang akan membahas penemuan terbesarnya di bidang kedokteran.
Setelah perjalanan pesawat sekitar 1 jam, tiba-tiba diumumkan bahwa pesawat mengalami gangguan dan harus mendarat di airport terdekat.

Beliau mendatangi ruangan penerangan dan berkata: Saya ini dokter spesial, tiap menit nyawa manusia harus saya bantu, dan sekarang kalian meminta saya menunggu pesawat diperbaiki dalam 16 jam?
Pegawai menjawab: Wahai dokter, jika anda terburu-buru anda bisa menyewa mobil, tujuan anda tidak jauh lagi dari sini, kira-kira dengan mobil 3 jam tiba.

dr. Ishan setuju dengan usul pegawai tersebut dan menyewa mobil. Baru berjalan 5 menit, tiba-tiba cuaca mendung, disusul dengan hujan besar disertai petir yang mengakibatkan jarak pandang sangat pendek. Setelah berlalu hampir 2 jam, mereka tersadar mereka tersesat dan terasa kelelahan. Terlihat sebuah rumah kecil tidak jauh dari hadapannya, dihampirilah rumah tersebut dan mengetuk pintunya.

Terdengar suara seorang wanita tua: Silahkan masuk, siapa ya? Terbukalah pintunya. Dia masuk dan meminta kepada ibu tersebut untuk istirahat duduk dan mau meminjam teleponnya. Ibu itu tersenyum dan berkata: Telpon apa Nak? Apa anda tidak sadar ada dimana? Disini tidak ada listrik, apalagi telepon. Namun demikian, masuklah silahkan duduk saja dulu istirahat, sebentar saya buatkan teh dan sedikit makanan untuk menyegarkan dan mengembalikan kekuatan anda.

dr. Ishan mengucapkan terima kasih kepada ibu itu, lalu memakan hidangan. Sementara ibu itu sholat dan berdoa serta perlahan-lahan mendekati seorang anak kecil yang terbaring tak bergerak diatas kasur disisi ibu tersebut, dan dia terlihat gelisah diantara tiap sholat. Ibu tersebut melanjutkan sholatnya dengan doa yang panjang.

Dokter mendatanginya dan berkata: Demi Allah, anda telah membuat saya kagum dengan keramahan anda dan kemuliaan akhlak anda, semoga Allah menjawab doa-doa anda. Berkata ibu itu: Nak, anda ini adalah ibnu sabil yang sudah diwasiatkan Allah untuk dibantu. Sedangkan doa-doa saya sudah dijawab Allah semuanya, kecuali satu.

Bertanya dr. Ishan: Apa itu doanya? Ibu itu berkata: Anak ini adalah cucu saya, dia yatim piatu. Dia menderita sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh dokter-dokter yang ada disini. Mereka berkata kepada saya ada seorang dokter ahli bedah yang akan mampu menyembuhkannya; katanya namanya dr. Ishan, akan tetapi dia tinggal jauh dari sini, yang tidak memungkinkan saya membawa anak ini ke sana, dan saya khawatir terjadi apa-apa di jalan. Makanya saya berdoa kepada Allah agar memudahkannya.

Menangislah dr. Ishan dan berkata sambil terisak: Allahu Akbar, Laa haula wala quwwata illa billah. Demi Allah, sungguh doa ibu telah membuat pesawat rusak dan harus diperbaiki lama serta membuat hujan petir dan menyesatkan kami, hanya untuk mengantarkan saya ke ibu secara cepat dan tepat. Saya lah dr. Ishan Bu, sungguh Allah subhanahu wa ta'ala telah menciptakan sebab seperti ini kepada hamba-Nya yang mukmin dengan doa. Ini adalah perintah Allah kepada saya untuk mengobati anak ini.

Share:

Sopir Cerdas

You Don't Need Money, You Need a Better Strategy  
 
Konglomerat Hong Kong bernama Li Ka Shing (85 tahun)—terkaya ke-20 di dunia menurut daftar Forbes 2014 (USD 31 miliar)—memensiunkan sopirnya setelah 30 tahun bekerja. Li Ka Shing menilai selama bekerja, dedikasi sopirnya itu cukup tinggi sehingga beliau memberi cek 2 juta HKD sebagai uang pensiun.
 
Sopirnya mengatakan, "Tidak perlu, kalau 10-20 juta dolar, saya masih ada."  
 
Li kaget. "Bagaimana mungkin dengan gaji 5-6 ribu dolar/bulan, Anda bisa memiliki simpanan begitu banyak?"  
 
Sopirnya menjawab, "Bapak duduk di belakang menelepon, bicara properti mana bagus, saya ikut beli sedikit; saham mana yang bagus, saya juga investasi sedikit. Sampai sekarang saya sudah ada harta sebesar 10-20 juta!"  
 
Moral dari cerita di atas:  
Yang terpenting, bukanlah jabatan Anda dalam pekerjaan. Tetap ikuti/teladani orang-orang sukses. Ambil intisari pemikiran & strateginya, sesuaikan dengan situasi/keadaan Anda. Maka akan ada banyak peluang yang akan membawa kita ke jalan sukses! Luar Biasa!!  
 
 
 
 
 
You Don't Need Money, You Need a Better Strategy
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Semangkuk Kebajikan

Pada sebuah senja dua puluh tahun yang lalu, terdapat seorang pemuda yang kelihatannya seperti seorang mahasiswa berjalan mondar mandir di depan sebuah rumah makan cepat saji di kota metropolitan, menunggu sampai tamu di restoran sudah agak sepi, dengan sifat yang segan dan malu-malu dia masuk ke dalam restoran tersebut.

"Tolong sajikan saya semangkuk nasi putih." Dengan kepala menunduk pemuda ini berkata kepada pemilik rumah makan.

Sepasang suami istri muda pemilik rumah makan, memperhatikan pemuda ini hanya meminta semangkuk nasi putih dan tidak memesan lauk apapun, lalu menghidangkan semangkuk penuh nasi putih untuknya.

Ketika pemuda ini menerima nasi putih dan sedang membayar berkata dengan pelan : "Dapatkah menyiram sedikit kuah sayur diatas nasi saya."
Istri pemilik rumah berkata sambil tersenyum : "Ambil saja apa yang engkau suka, tidak perlu bayar !"


Sebelum habis makan, pemuda ini berpikir : "Kuah sayur gratis." Lalu memesan semangkuk lagi nasi putih.

"Semangkuk tidak cukup anak muda, kali ini saya akan berikan lebih banyak lagi nasinya." Dengan tersenyum ramah pemilik rumah makan berkata kepada pemuda ini.

"Bukan, saya akan membawa pulang, besok akan membawa ke sekolah sebagai makan siang saya !"

Mendengar perkataan pemuda ini, pemilik rumah makan berpikir pemuda ini tentu dari keluarga miskin diluar kota , demi menuntut ilmu datang kekota, mencari uang sendiri untuk sekolah, kesulitan dalam keuangan itu sudah pasti.

Berpikir sampai disitu pemilik rumah makan lalu menaruh sepotong daging dan sebutir telur disembunyikan dibawah nasi, kemudian membungkus nasi tersebut sepintas terlihat hanya sebungkus nasi putih saja dan memberikan kepada pemuda ini.

Melihat perbuatannya, istrinya mengetahui suaminya sedang membantu pemuda ini, hanya dia tidak mengerti, kenapa daging dan telur disembunyikan di bawah nasi ?

Suaminya kemudian membisik kepadanya :
"Jika pemuda ini melihat kita menaruh lauk dinasinya dia tentu akan merasa bahwa kita bersedekah kepadanya, harga dirinya pasti akan tersinggung lain kali dia tidak akan datang lagi, jika dia ket empat lain hanya membeli semangkuk nasi putih, mana ada gizi untuk bersekolah."
"Engkau sungguh baik hati, sudah menolong orang masih menjaga harga dirinya."
"Jika saya tidak baik, apakah engkau akan menjadi istriku ?"
Sepasang suami istri muda ini merasa gembira dapat membantu orang lain.

"Terima kasih, saya sudah selesai makan." Pemuda ini pamit kepada mereka. Ketika dia mengambil bungkusan nasinya, dia membalikan badan melihat dengan pandangan mata berterima kasih kepada mereka.

"Besok singgah lagi, engkau harus tetap bersemangat !" katanya sambil melambaikan tangan, dalam perkataannya bermaksud mengundang pemuda ini besok jangan segan-segan datang lagi.

Sepasang mata pemuda ini berkaca-kaca terharu, mulai saat itu setiap sore pemuda ini singgah kerumah makan mereka, sama seperti biasa setiap hari hanya memakan semangkuk nasi putih dan membawa pulang sebungkus untuk bekal keesokan hari.

Sudah pasti nasi yang dibawa pulang setiap hari terdapat lauk berbeda yang tersembunyi setiap hari, sampai pemuda ini tamat, selama 20 tahun pemuda ini tidak pernah muncul lagi.

Pada suatu hari, ketika suami ini sudah berumur 50 tahun lebih, pemerintah melayangkan sebuah surat bahwa rumah makan mereka harus digusur, tiba-tiba kehilangan mata pencaharian dan mengingat anak mereka yang disekolahkan di luar negeri yang perlu biaya setiap bulan membuat suami istri ini berpelukan menangis dengan panik.

Pada saat ini masuk seorang pemuda yang memakai pakaian bermerek kelihatannya seperti direktur dari kantor bonafid. "Apa kabar?, saya adalah wakil direktur dari sebuah perusahaan, saya diperintah oleh direktur kami mengundang kalian membuka kantin di perusahaan kami, perusahaan kami telah menyediakan semuanya kalian hanya perlu membawa koki dan keahlian kalian kesana, keuntungannya akan dibagi 2 dengan perusahaan."

"Siapakah direktur diperusahaan kamu ? Mengapa begitu baik terhadap kami? Saya tidak ingat mengenal seorang yang begitu mulia !" sepasang suami istri ini berkata dengan terheran.

"Kalian adalah penolong dan kawan baik direktur kami. Direktur kami paling suka makan telur dan dendeng buatan kalian, hanya itu yang saya tahu. Yang lain setelah kalian bertemu dengannya dapat bertanya kepadanya." Akhirnya, pemuda yang hanya memakan semangkuk nasi putih ini muncul, setelah bersusah payah selama 20 tahun akhirnya pemuda ini dapat membangun kerajaaan bisnisnya dan sekarang menjadi seorang direktur yang sukses untuk kerajaan bisnisnya.

Dia merasa kesuksesan pada saat ini adalah berkat bantuan sepasang suami istri ini, jika mereka tidak membantunya dia tidak mungkin akan dapat menyelesaikan kuliahnya dan menjadi sesukses sekarang.

Setelah berbincang-bincang, suami istri ini pamit hendak meninggalkan kantornya. Pemuda ini berdiri dari kursi direkturnya dan dengan membungkuk dalam-dalam berkata kepada mereka :
"Bersemangat ya ! Di kemudian hari perusahaan tergantung kepada kalian, sampai bertemu besok !"

Kebaikan hati dan balas budi dalam kehidupan manusia adalah suatu perbuatan indah dan yang paling mengharukan.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories