Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Manfaat Membaca Bismillah 1000 Kali Mempercepat Tercapainya Hajat

Setiap hendak memulai pekerjaan atau kegiatan, disarankan untuk semua umat Islam membaca basmalah. Hal ini karena ternyata basmalah adalah sebuah bacaan ringan namun besar manfaatnya, salah satu nya adalah menggapai ridho Allah Ta’ala. Bahkan ada sebuah kisah yang menceritakan tentang syetan, dimana syetan itu merasa gerah dengan perlakuan 1 manusia. Manusia yang selalu membahasi lisannya dengan basmalah. Setan itu memiliki badan yang amat kurus karena selalu gagal mempengaruhi manusia itu menuju jalan sesat.

Rahasia membuat usaha setan selalu gagal adalah setiap kali memulai sesuatu, ayat basmalah – lah yang menjadi pembuka pintu pekerjannya, pada saat masuk rumah, saat keluar rumah, saat memulai makan, saat hendak tidur, dan semua pekerjaannya dimulai dengan basmalah. Selain itu ada manfaat membaca bismillah 1000 kali yang begitu luar biasa, salah satunya adalah mempercepat tercapainya hajat.

Manfaat Membaca Bismillah 1000 Kali Menurut Imam Al Ghazali

Imam Al-Ghazali mengatakan bahwa seseorang yang ingin mewujudkan sesuatu yang menjadi hajatnya, yang menjadi keinginannya dalam hal yang baik atau positif maka hendaklah membaca basmalah sebanyak 1000 kali (BISMILLAHIRROHMAANIRROHIIM).

Setelah membaca basmallah sebanyak 1000 kali kemudian lakukan shalat sunah dua rakaat serta memanjatkan doa dan panjatkanlah atau mintalah sesuatu yang diinginkan kepada Allah SWT.

Lakukan sebanyak 12 hari berturut turut, maka Atas izin ALLAH permintaan akan dikabulkan. INSYA ALLAH.

Jika ingin segera dikabulkan sesuatu yang diinginkannya, selain Manfaat Membaca Bismillah 1000 Kali anda dapat mengikhtiarkan dengan membaca doa Basmalah berikut. Ini!

Doa Basmalah Pengabul Segala Hajat

“Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ya ALLAH, sesungguhnya saya minta kepada-Mu dengan keutamaan ‘Bismillaahirrahmaanirrahiim’ , dan dengan hak ‘bismillah hirrahman nirrahim’, dan dengan kedudukan‘ Bismillah hirrahman nirrahim’, maka tinggikan pangkatku, mudahkanlah urusanku dan lapngkanlah dadaku.

Wahai Dzat yang dia itu adalah kaaf haa yaa ‘ ain shaad’ haa miim siin ‘ain qaaf, alif laam miim, alif laam raa, haa miim, yaitu ALLAH yang  tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Dia yang hidup abadi, yang mengurus segala urusan makhluk-Nya dengan rahasia Dzat yang mempunyai kewibawaan dan kekuasaan, dan dengan rahasia Dzat yang mempunyai keagungan diri dan kemuliaan jadikanlah saya termasuk dari hamba-hambaMu yang takwa dan golongan orang yang taat kepada-Mu lagi mencintai, dan perbuatlah untuk saya seperti itu wahai Dzat yang merajai semua alam. Dan semoga ALLAH SWT melimpahkan rahmat kepada junjungan kita nabi Muhammad saw. Dan keluarga serta para sahabat Beliau, dan semoga memberi keselamatan”

Ulangi sampai 118 kali, insya ALLAH akan terkabulkan segala apa yang anda inginkan.

Dan itulah Manfaat Membaca Bismillah 1000 Kali, semoga bermanfaat untuk anda. BARAKALLAH.

Share:

RAHASIA BACAAN TASYAHUD …. “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin”.

Panggilan dari Surau – Habibana Munzir pernah menyampaikan bahwa : Rasulullah SAW menjelaskan dan mengajarkan kepada kita untuk bersalam kepada hamba yang shalih setiap kali shalat. Setiap kali tahiyat membaca “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin.” – Salam Keselamatan semoga tetap tercurah untuk hamba-hamba yang Shalih.

Riwayat Shahih Bukhari Rasul bersabda “Barangsiapa yang mengucapkan kalimat itu di dalam shalatnya maka Allah sampaikan salamnya itu kepada seluruh hamba Allah yang shalih di langit dan bumi”.

Allah sampaikan salam dari umat ini kepada semua hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi baik yang hidup maupun yang wafat.

Salamnya sampai setiap kali kita shalat dalam tahiyat mengucap “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin”.

Salamnya sampai kepada semua hamba yang shalih. Janganlah kita merasa tidak mengenal dengan mereka.

“Saya tidak kenal dengan hamba yang shalih” di hari kiamat bagaimana?

Ketahuilah saat kau beri salam kepada semua orang shalih. Nanti Di yaumal qiyamah kita akan dikenal oleh orang – orang shalih.. 
karena kita selalu bersalam kepada mereka.

Makanya kalau mengucapkan salam itu hadirkan hati kita “Assalamu’alaina wa’ala ibadillahisshalihin.”

Itu menjalin silaturahmi dengan seluruh hamba – hamba yang shalih.

Demikian tingginya derajat hamba yang shalih..Sampai dalam shalat pun kita mengucapkan salam kepada mereka dan “disampaikan kepada seluruh hamba – hamba yang shalih di langit dan bumi.”

Wahai saudaraku
semoga kelak Allah kumpulkan kita bersama kelompok nya baginda Rasul beserta para shalihin. (pds)


Sumber FP Idolaku-Rasulullah SAW
Share:

Pelajaran Mendoakan Orang Lain

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Ustaz Yusuf Mansur


Sedikitnya ada dua pelajaran yang minimal bisa kita petik dari Nabi Muhammad SAW. Beliau selalu berbuat untuk orang lain, dan memikirkan orang lain. Bahkan dalam berdoa pun, doanya selalu menyebutkan untuk orang lain.


Rasulullah SAW hampir tidak pernah memikirkan dirinya sendiri. Ada moment di saat beliau hanya berdoa dengan Allah, pencipta alam jagat raya ini. Hanya beliau berdua dengan Allah.


Attahiyyatul mubarakatus shalawatut thayyibatu lillah. Rasul memberikan salam dan pengagungan kepada Allah SWT. Dan salam ini dijawab Allah SWT. Assalamu'alaika ayyuhan nabbiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Keselamatan juga buat engkau wahai Muhammad.


Kemudian, Rasulullah SAW menjawab, Assalamu'alaina wa 'ala 'ibadillahis shalihin. Salam (keselamatan) juga untuk kami dan hamba-hamba-Mu yang saleh. Beliau menjawab dengan memakai dhamir nahnu(kami), untuk orang sebanyak-banyaknya. Masya Allah.


Kita mengenal Rasulullah SAW melalui sejarah. Dan saat menjelang wafatnya, malaikat Izrail turun bersama Malaikat Jibril atas perintah Allah di Baitul Ma'mur, untuk menjemput Nabi Muhammad SAW.


Sebelumnya, Allah telah berpesan kepada kedua malaikat tersebut, "Andai Muhammad menolak untuk dicabut nyawanya, hendaknya kalian kembali."


Mereka pun turun, dari Baitul Ma'mur hingga ke langit dunia. Jibril mempersilakan Izrail untuk menemui Rasulullah SAW.


"Kenapa engkau tidak menemaniku, wahai jibril?" kata Izrail. Jibril menjawab, "Aku tak tega melihat engkau mencabut nyawa orang yang aku cintai."


Hal ini ternyata diketahui Rasulullah SAW. Momentum ini dijadikan Rasul untuk menunjukkan kebesaran hati dan jiwanya, untuk kita semua, umatnya ini. Izrail melanjutkan perjalanannya hingga tiba di kamar Rasulullah SAW.


Setelah Izrail memberi salam dan Rasul menjawab salam Izrail, Rasul bertanya: "Aina Jibril?" Di mana jibril?" Izrail menjawab, jibril menunggu di langit pertama. Rasul meminta Jibril datang kepadanya sebelum nyawa beliau dicabut.


Wahai pembaca Republika yang dirahmati Allah. Sepintas ada maksud dari Rasulullah SAW. Beliau menunda sebentar waktu kematiannya sebelum bertemu Jibril. Beliau tidak memikirkan dirinya, anaknya, istrinya, keluarga, dan harta bendanya. Tidak.


Beliau justru memikirkan kita umatnya. Itulah yang beliau sampaikan kepada Jibril. "Wahai Jibril, telah tiba kematianku. Bagaimana nasib umatku sepeninggalku nanti?"


Allahu akbar, yang ditanyakan Rasulullah adalah kita, umatnya. Kalau Yusuf Mansur mengaku umatnya nabi, Yusuf Mansur yang ditanyakan Nabi, bagaimana Yusuf Mansur sepeninggal beliau?


Kalau Syahruddin, Irwan kelana, Damanhuri dan semua pembaca serta keluarga besar Republika mengaku umat Nabi Muhammad SAW, maka kita semua yang ditanyakan nabi kepada Jibril, bagaimana nasib kita sepeninggal beliau nanti?


Inilah yang menjadi konsentrasi Rasulullah SAW tentang umatnya. Jibril menjawab, hanya Allah yang mengetahuinya.


Lalu Jibril bersegera menghadap Allah menyampaikan pertanyaan Rasulullah SAW. Setelah mendapatkan jawaban, Jibril kembali menemui Rasul.


Jibril menyampaikan, umatnya akan baik-baik saja. Tidak akan tersesat, tidak akan jadi orang yang merugi, jika mereka selalu berpegang pada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW.


Setelah mendengar hal itu, legalah hati Rasulullah SAW. Beliau mempersilaka Izrail untuk mencabut nyawanya. Perhatikan dialog beliau selanjutnya.


Ketika beliau menanyakan tentang umatnya saat akan dibangkitkan di hari kiamat. Insya Allah, tak ada satu pun manusia yang dibangkitkan sebelum Nabi Muhammad. Dan tak ada umat yanng akan dibangkitkan sebelum umat Nabi Muhammad SAW.


Diutus empat malaikat untuk membangkitkan beliau. Jibril, Mikail, Israfl, dan Izrail. Mereka saling tunjuk untuk mendapat kehormatan membangkitkan nabi. Akhirnya dipilihlah Jibril.


Pada saat Nabi Muhammad SAW dibangkitkan, pertanyaan pertama yang disampaikan adalah umatnya. Wahai Jibril, ini hari apa? Jibril menjawab, inilah hari ketika pintu surga dibuka, dan malaikat Ridwan menghiasi surga untuk menjemput engkau dan umatmu dari hamba-hamba yang saleh. Dan pintu neraka akan dibuka untuk orang-orang yang durhaka dan tersesat.


Rasul kemudian bertanya, bagaimana umatnya dan di mana mereka? Alhammdulillah, Allah SWT memberikan kehormatan kepada Rasulullah SAW untuk memberikan syafaat kepada umatnya.


Bahkan, karena keistimewaan ini pula, para nabi memerintahkan umatnya untuk menemui Nabi Muhammad SAW. Maka beruntunglah kita yang menjadi umat Nabi Muhammad SAW.


Dalam setiap kesempatan, Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita, untuk senantiasa membaca Alquran, bershalawat, zikir, dan berbuat bukan hanya untuk diri pribadi tapi juga buat orang lain.


Inilah yang harus kita gelorakan dalam rangka menyambut dan memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Manusia yang agung dan paling dicintai Allah SWT. Tidak disebut nama Allah kecuali digandeng dengan namanya.


Belum sempurna kalimat la ilaha illallahkecuali digandeng dengan Muhammadar Rasulullah. Semoga kita mewarisi sifat Nabi juga. Senantiasa berzikir dan berbuat untuk orang lain.


Dalam doa-doa kita pun, mari kita doakan orang lain, sebagaimana pesan Rasul SAW. Dalam harta juga begitu, karena di sana ada hak orang lain. Selamat menyambut dan memperingati maulid Nabi SAW. Semoga kita mendapat syafaatnya. Amiin. Salam.


Share:

Hukum Praktik Tawasul dalam Doa, Wirid, dan Zikir

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Redaksi Bahtsul Masail NU Online, masyarakat kita sudah lazim mempraktikkan tawasul dalam berdoa. Namun masalah ini tetap menjadi diskusi yang tak kunjung selesai di kalangan pemuka agama. Sebenarnya bagaimana pandangan Islam atas praktik tawasul ini? Mohon penjelasannya. Terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr. wb.(Abdul Hadi/Malang).

Jawaban
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. Pada prinsipnya agama Islam memerintahkan pemeluknya untuk bertawasul atau upaya membangun jembatan penghubung antara mereka dan Allah. Perintah ini secara tersurat terdapat dalam Al-Quran Surat Al-Maidah ayat 35 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ

Artinya, “Hai orang yang beriman, takwalah kepada Allah. Carilah wasilah kepada-Nya.”

Dari ayat ini, ulama memutuskan bahwa tawasul adalah sesuatu yang disyariatkan oleh Islam. Ayat ini dengan jelas meminta kita untuk membuat anak tangga yang menghubungkan seseorang dan Allah. Ulama dari pelbagai madzhab sepakat bahwa tawasul yang dimaksud adalah amal saleh sebagai jalan yang menyertai seseorang dalam doanya. Amal saleh dapat mendekatkan seseorang kepada-Nya. Amal saleh ini yang dijadikan tawasul agar hajat-hajat orang tersebut dalam doanya terkabul. Sampai di sini ulama tidak berbeda pendapat.

Perbedaan pendapat para ulama tampak ketika membahas sesuatu yang dijadikan tawasul (al-mutawassal bih). Sebagian ulama membolehkan seseorang untuk bertawasul dengan orang-orang atau benda tertentu. Sedangkan sekelompok ulama lainnya mengharamkannya. Tetapi sebenarnya perbedaan pandangan keduanya bukan perbedaan prinsipil, tapi perbedaan formalitas belaka sebagai penjelasan Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki berikut ini:

ومحل الخلاف في مسألة التوسل هو التوسل بغير عمل المتوسِّل كالتوسل بالذوات والأشخاص... وسأبين كيف أن المتوسل بغيره هو في الحقيقة متوسِّل بعمله المنسوب إليه، والذي هو من كسبه. فأقول: اعلم أن من توسل بشخص ما فهو لأنه يحبه إذ يعتقد صلاحه وولايته وفضله تحسينا للظن به، أو لأنه يعتقد أن هذا الشخص محبّ لله سبحانه وتعالى يجاهد في سبيل الله، أو لأنه يعتقد أن الله تعالى يحبه كما قال تعالى يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ، أو لاعتقاد هذه الأمور كلها في الشخص المتوسَّل به... وبهذا ظهر أن الخلاف في الحقيقة شكلي ولا يقتضي هذا التفرق والعداء بالحكم بالكفر على المتوسلين وإخراجهم عن دائرة الإسلام، سُبْحَانَكَ هَذَا بُهْتَانٌ عَظِيمٌ

Artinya, “Titik perbedaan pendapat ulama dalam masalah tawasul adalah tawasul dengan bentuk lain selain amal yaitu tawasul dengan benda atau orang tertentu… Saya akan menjelaskan bagaimana orang yang bertawasul dengan selain amal itu hakikatnya adalah bertawasul dengan amalnya juga yang dinisbahkan kepadanya di mana itu merupakan bagian dari upayanya. Saya mengatakan begini, pahamilah bahwa seorang Muslim yang bertawasul dengan orang tertentu itu karena Muslim tersebut mencintainya karena ia dengan baik sangka meyakini kesalehan, kewalian, dan keutamaan orang itu, atau karena ia meyakini bahwa orang tersebut mencintai Allah dan berjuang di jalan-Nya, atau karena ia meyakini bahwa Allah mencintai orang tersebut sebagai firman-Nya, ‘Allah mencintai mereka. Mereka pun mencintai-Nya,’ atau karena meyakini semua varian itu hadir di dalam orang yang dijadikan tawasul tersebut… Dari uraian ini jelas bahwa perbedaan itu hakikatnya bersifat formal. Jangan sampai perbedaan formalitas ini membawa perpecahan dan pertikaian dengan memvonis kekufuran bagi umat Islam yang mengamalkan tawasul atau bahkan mengusir mereka dari lingkungan Islam sebagai firman-Nya, ‘Mahasuci Engkau, ini merupakan bohong besar,’” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Hasani Al-Maliki, Mafahim Yajibu an Tushahhah, Surabaya, Haiatus Shafwah Al-Malikiyyah, tanpa catatan tahun, halaman 124-125).

Dari sini terang di mana titik kesepakatan dan perbedaan padangan ulama terkait tawasul. Semua ulama sepakat bahwa tawasul dengan amal saleh boleh menurut syariat. Tetapi mereka berbeda pendapat perihal tawasul dengan benda atau orang-orang tertentu yang dianggap saleh.

Berikut ini dua lafal tawasul yang biasa digunakan masyarakat:

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Allâhumma innî atawassalu ilaika binabiyyika muhammadin shallallâhu alaihi wa sallam.

Artinya, “Ya Allah, aku bertawasul kepada-Mu melalui kemuliaan nabi-Mu, Nabi Muhammad SAW.”

يَا رَبِّ بِالمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا وَاغْفِرْ لَنَا مَا مَضَى يَا وَاسِعَ الكَرَمِ

Yâ rabbi bil mushthafâ, balligh maqâshidanâ, waghfir lanâ mâ madhâ, yâ wâsi‘al karami.

Artinya, “Tuhanku, berkat kemuliaan kekasih pilihan-Mu Rasulullah, sampaikanlah hajat kami. Ampunilah dosa kami yang telah lalu, wahai Tuhan Maha Pemurah.”

Tetapi pada pandangan kami, masalah seriusnya bukan pada perbedaan pandangan ulama atau diskusi perihal tawasul yang tak kunjung selesai. Inti masalahnya terletak pada cara pandang kita terhadap wasilah itu sendiri. Bagaimana kita memandang wasilah tanpa mencederai tauhid? Ini yang disinggung oleh Abdurrahman Ba‘alawi dalam Bughyatul Mustarsyidin berikut ini:

التوسل بالأنبياء والأولياء في حياتهم وبعد وفاتهم مباح شرعاً ، كما وردت به السنة الصحيحة... نعم ينبغي تنبيه العوام على ألفاظ تصدر منهم تدل على القدح في توحيدهم، فيجب إرشادهم وإعلامهم بأن لا نافع ولا ضارّ إلا الله تعالى، لا يملك غيره لنفسه ضرّاً ولا نفعاً إلا بإرادة الله تعالى، قال تعالى لنبيه عليه الصلاة والسلام: قل إني لا أملك لكم ضرّاً ولا رشداً اهـ.

Artinya, “Tawasul kepada para nabi dan para wali ketika mereka hidup atau setelah mereka wafat adalah mubah menurut syar‘i sebagai tersebut dalam hadits shahih... Tetapi masyarakat awam perlu diingatkan terkait dengan kalimat-kalimat yang dapat mencederai tauhid mereka. Bimbingan dan pemberitahuan untuk mereka wajib dilakukan bahwa tiada yang dapat mendatangkan manfaat dan mudharat selain Allah. Tiada yang berkuasa untuk mendatangkan manfaat dan mudharat kecuali dengan kehendak-Nya. Dalam Surat Jin ayat 21, Allah berfirman kepada Nabi Muhammad SAW, ‘Katakanlah, aku tak kuasa mendatangkan mudharat dan petunjuk kepada kalian,’” (Lihat Abdurrahman Ba‘alawi, Bughyatul Mustarsyidin, Beirut, Darul Fikr, halaman 639).

Sayyid Abdurrahman Ba‘alawi menganggap penting pengajian akidah agar kita tidak salah memahami dan salah memosisikan wasilah atau al-mutawassal bih. Hal ini perlu diperhatikan agar tidak terjadi gagal paham hingga mengufurkan orang yang bertawasul dan untuk menjaga akidah masyarakat awam dari bahaya kemusyrikan.

Demikian jawaban singkat kami. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima kritik dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwathih thariq,
Wassalamu ’alaikum wr. wb.

Share:

3 KEUTAMAAN AIR HUJAN DALAM AL QUR'AN & TERAPI DENGAN AIR HUJAN

Air hujan adalah air yang istimewa, seakan ia adalah HADIAH / RIZQI LANGSUNG yang diberikan oleh Allah swt kepada para penghuni bumi. Ada beberapa ayat dalam al Qur'an yang menyebutkan mengenai keutamaan air hujan, di antaranya adalah :


1. Air Hujan Disebut Sebagai AIR YANG DIBERKAHI(Maa'an Mubaarokan) : QS. Qoof : 9, Dan Kami turunkan dari langit AIR YANG DIBERKAHI (banyak manfaatnya) lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam. 

2. Air Hujan Disebut Sebagai AIR YANG SUCI & MENSUCIKAN (Maa'an Thohuuron) : QS. Al Furqoon : 48, menyebutkan : وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً طَهُورًا (48)
 [الفرقان: 48]
"Dialah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-nya (hujan); dan Kami turunkan dari langit AIR YANG SUCI & MENSUCIKAN (air yang amat bersih)," Tafsirnya :
{ وَأَنزَلْنَا السَّمِآءِ مَآءً طَهُوراً } فيه تأويلان: أحدهما : طاهراً ، قاله أبو حنيفة ولذلك جوز إزالة

النجاسات بالمائعات الطاهرات . الثاني : مطهراً ، قاله الشافعي ولذلك لم يجوز إزالة النجاسة بمائع سوى الماء . تفسير النكت والعيون للماوردي [3 /204]

3. Air Hujan Disebut Bisa Berfungsi Sebagai : - Alat Untuk Mensucikan - Menghilangkan Dari Gangguan-Gangguan Setan - Menguatkan Hatimu - Memperteguh Telapak Kaki QS. Al Anfaal : 11, menyebutkan : إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً : (1) لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ, (2) وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ, (3) وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ, (

 4).(Ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penentraman daripada-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk :
1. menyucikan kamu dengan hujan itu
2. dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan setan
 3. dan untuk menguatkan hatimu 4. dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu).
TERAPI DENGAN AIR HUJAN

 خُذْ عَلَى بَرَكَةِ اللهِ تَعَالَى مَاءَ الْمَطَرِ وَتَقْرَأُ عَلَيْهِ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ سَبْعِيْنَ مَرَّةً وَسُوْرَةَ اْلإِخْلاَصِ كَذَلِكَ وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ وَلاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ كَذَلِكَ, وَتُصَلِّيْ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَذَلِكَ. ثُمَّ تَشْرَبُ مِنْ ذَلِكَ الْمَاءِ فِيْ غَدَاةٍ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مُتَوَالِيَاتٍ. قَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ : "وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّهُ جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ وَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ مَنْ شَرِبَ مِنْ هَذَا الْمَاءِ يَخْرُجُ كُلُّ دَاءٍ مِنْ عُرُوْقِهِ وَلَحْمِهِ وَجَمِيْعِ أَعْضَائِهِ وَجَسَدِهِ". وَقَالَ السُّيُوْطِيُّ : "لاَ يَحْتَاجُ مَعَهُ إِلَى حِجَامَةٍ وَلاَ يُصِيْبُهُ وَجَعُ السُّرَّةِ وَلاَ وَجَعُ الصُّلْبِ وَلاَ يُصِيْبُهُ ضِيْقُ النَّفَسِ وَلاَ الثَّأْلُوْلُ وَلاَ الْعُمْيُ وَلاَ الْخَرَسُ. وَبِالْجُمْلَةِ فَفَضَائِلُهُ لاَ تُحْصَى بِبَرَكَةِ هَذَا الدُّعَاءِ".(انظر : الرَّحْمَةُ فِي الطِّبِّ وَالْحِكْمَةِ, تأليف الإمام جلال الدين السيوطي (المتوفى سنة 911هجرية) , ص. 89).

 Dengan barokah Allah ambillah air hujan (lebih baik yang langsung dari langit, tidak melewati genting). Lalu bacakanlah doa sebagai berikut :

 1. Surat Al Fatihah (70 Kali)

 2. Ayat Kursi (70 Kali)

 3. Surat Al Ikhlas (70 Kali) 

4. Surat Al Falaq (70 Kali) 

5. Surat An Naas (70 Kali) 

6. Bacaan di bawah ini (70 Kali) :

 لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, لَهُ اْلمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ, يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ, وَهُوَ حَيٌّ لاَ يَمُوْتُ, بِيَدِهِ الْخَيْرُ, وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

Laailaaha Illalloohu Wahdahuu Laa Syariikalah, Lahul Mulku Wa Lahul Hamdu, Yuhyii Wayumiitu, Wahuwa Hayyun Laa Yamuutu, Biyadihil Khoiir, Wahuwa 'Alaa Kulli Syai'in Qodiir.

Artinya : Tiada Tuhan Selain Allah Sang Maha Tunggal Tiada Sekutu BagiNya, MilikNyalah Kerajaan, KepadaNyalah Segala Puji Dihaturkan, Dia Maha Menghidupkan Dan Mematikan, Dialah Dzat Yang Maha Hidup Tiada Pernah Mati, Di TanganNyalah Segala Kebaikan. Dan Dia Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu. 

 7. Sholawat Nabi (70 Kali) Kemudian minumlah air hujan yang telah dibacakan doa itu (minumlah sebanyak-banyaknya, kalau bisa minimal 2 gelas) setiap pagi (maksudnya setiap bagun tidur sebelum makan minum apapun), selama tujuh hari berturut-turut. Rosululloh saw bersabda :

 قَالَ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ : "وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ إِنَّهُ جَاءَنِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ وَأَخْبَرَنِيْ أَنَّ مَنْ شَرِبَ مِنْ هَذَا الْمَاءِ يَخْرُجُ كُلُّ دَاءٍ مِنْ عُرُوْقِهِ وَلَحْمِهِ وَجَمِيْعِ أَعْضَائِهِ وَجَسَدِهِ".

 "Demi Dzat yang menguasai jiwaku, sesungguhnya Jibril as telah mendatangiku dan memberi tahukan kepadaku bahwa : siapa yang meminum air ini (air hujan yang Telah dibacakan doa), maka keluarlah penyakit dari otot-ototnya, dari dagingnya, dan dari seluruh anggota tubuhnya".
 Al Imam As Suyuthi berkata :
"Dengan minum air ini, dia tidak membutuhkan hijaamah (bekam, canthuk), dan dia tidak akan terkena sakit pusar, sakit punggung (boyok), sesak nafas, penyakit kutil, kebutaan, dan bisu.

Secara umum fadlilah air ini banyak sekali tak terhitung, dengan barokah doa yang dibacakan ini".

[Lihat kitab Ar Rohmah Fith Thibbi Wal Hikmah, Karya Imam Jalaluddin As Suyuthi (Wafat Tahun 911 M], Hlm. 89, Toko Kitab Al Hidayah, Surabaya Indonesia] semoga bermanfaat...

Ditulis oleh : H. Rofi'uddin Muhammad Luthfi Khakim, S.Ag. PA Darul Aitam PP Al Hidayah Majelis Taklim Syamsul Hidayah Karangwuluh Temon Kulon Progo HP. 081392667968

Share:

DZIKIR MAGNET REZEKI

DZIKIR MAGNET REZEKI

Suka dengan dzikir Magnet Rezeki?

Yang berlafadz:

“Laa ilaaha illallah
Al malikul haqqul mubiin
Muhammadun Rasulullah
Shodiqul wa’dil aamiin”

Sebenarnya bukan dzikir Magnet Rezeki, teman2 menyebutnya dzikir al-malikul, tapi supaya enak didengar, dan karena dilantunkan oleh Member Magnet Rezeki, izin ya kita sebut itu saja, terbatas di komunitas kita, Magnet Rezeki.

Selain itu fadhilah dzikir ini memang untuk menarik rezeki.

Imam Al Baghdadi dalam kitab hadits Tarikh Baghdad meriwayatkan dari Imam Malik, Perawi Abu Nuaim meriwayatkan dari Sahabat Ali Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ قَالَ لَا إِلهَ إِلَّا اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِينُ فِي كُلِّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ كَانَ لَهُ أَمَانًا مِنَ الْفَقْرِ، وَيُؤْمَنُ مِنْ وَحْشَةِ الْقَبْرِ، وَاسْتُجْلِبَ بِهِ الْغِنَى، وَاسْتُقْرِعَ بِهِ بَابُ الْجَنَّةِ

“Barangsiapa membaca ‘La ilaha illallah al malikul haqqul mubin’ seratus kali dalam sehari maka memperoleh jaminan aman dari kemiskinan, diselamatkan dari dahsyatnya kubur, dan terbuka untuknya pintu-pintu surga.” (HR. Abu Nuaim dalam bab Shifah al-Jannah, Al-Khatib al-Baghdadi di Tarikhnya: 12/358-359)

Mufti Jakarta Habib Utsman bin Yahya menjelaskan,

“La ilaha illallah. al-malikul haqqul mubin. Muhammadur Rasulullah Ash-shadiqul Wa‘dil Amin” merupakan kalimat yang tertera di pintu Ka‘bah. Siapa yang membacanya, akan mendapat pahala yang agung di sisi Allah”

Di atas disertakan foto pintu ka’bah, pintu raudhoh, dan makam Rasulullah saw. Menandakan betapa agung dzikir ini.

Smg Allah mudahkan lisan kita basah menyebut asma-Nya. Aamiin.

Sahabatmu,
Nasrullah

Share:

SORGA BUKAN CERITA

*-Tulisan bagus dari seorang asing yang memandang Indonesia dari luar-*

*SORGA BUKAN CERITA*

Musim dingin, ketika salju turun, di Eropa atau Amerika Utara, suhu bisa mencapai *-minus 40 derajat celsius-*..
Artinya, kulkasmu masih lebih hangat..!!

Itulah saat semua tetumbuhan " mati ", kecuali pohon cemara..
Itulah saatnya darahmu bisa berhenti menjadi es ketika kamu keluar rumah tanpa pakaian khusus..

Musim salju adalah ketika manusia bertahan hidup dan beraktivitas yang mungkin, tanpa bisa  berjalan jika tak ada bantuan peralatan dan teknologi..

Tanpa itu, mati kedinginan..
Dan ada satu periode dimana salju berbentuk badai. Badai salju..
Terbayang apa yg bisa dilakukan selain bertahan hidup diruangan berpemanas..

Padang pasir. Begitu keringnya sampai sampai manusia yang berdiam disana membayangkan sungai sungai yang mengalir sebagai surga.

Hanya ada beberapa jenis pohon yang bisa hidup dalam suhu bisa diatas 40 derajat celcius..
Keringatmu bisa langsung menguap bersama cairan tubuhmu..
Dan keberadaan air adalah persolan hidup mati..
Sungguh bukan minyak..

Saya sungguh tidak mengerti ketika ada orang yg masih blm percaya bahwa Indonesia itu serpihan sorga.

Cobalah kamu bercelana pendek, pakai kaos dan sandal jepit jalan jalan di Kanada ketika musim dingin..
Atau jalan jalan dipadang pasir. Dijamin mati..!!

Disini, dinegaramu, kapan saja, mau siang mau malam kamu bisa jalan jalan kaosan tanpa alas kaki. Mau hujan mau panas, selamat..

Di Eropa Amerika paling banter kamu akan ketemu buah2an yg sering kamu pamer2in. Apel,  anggur,  sunkist,  pier, dan semacamnya.
Di Timur tengah paling kamu ketemu kurma, kismis, kacang arab, buah zaitun, buah tin.

Di Indonesia, kamu tak akan sanggup menyebut semua jenis buah dan sayuran, umbi2an, kacang2an, bunga2, rempah2, saking banyaknya.

Di Amerika Eropa, kamu akan ketemu makanan lagi lagi sandwich, hot dog, hamburger. Itu itu saja yang divariasi. Paling banter steak, es krim, keju.

Di Timur tengah ?. Roti. Daging dan daging dan daging lagi.

Di Indonesia ?. Dari Sabang sampai Merauke, mungkin ada ratusan ribu varian makanan. Ada puluhan jenis soto, varian sambal, olahan daging, ikan dan ayam tak terhitung macamnya.

Setiap wilayah ada jenisnya.  Kue basah kue kering ada ribuan jenis. Varian bakso saja sudah sedemikian banyak. Belum lagi singkong, ketan, gula, kelapa bisa menjadi puluhan jenis nama makanan.

Dan tepian jalan dari Sabang sampai Merauke adalah garis penjual makanan terpanjang didunia. Saya tidakberhasil menghitung penjual makanan bahkan untuk dari Kemayoran ke Cempaka Putih saja .

Di Indonesia, kamu bebas mendengar pengajian, sholawatan, Lonceng Gereja, dang dut koplo, konser rock, jazz, gamelan dan ecrek2 orang ngamen. Di Eropa, Amerika, Timur tengah, belum tentu kamu bisa menikmati kecuali pakai head set.

Saya ingin menulis betapa surganya Indonesia dari segala sisi. Hasil buminya, cuacanya, orang2nya yang cerdas2 kreatif dan bersahabat,  budayanya, toleransinya, guyonannya.

Keindahan tempat2 wisatanya dan seterusnya. Saya tidak mungkin mampu menulis itu semua meskipun jika air laut menjadi tintanya.

Saking tak terhingganya kenikmatan anugerah Allah SWT pada bangsa

Kamu tidak bisa mensyukuri itu semua ?. Jiwamu sudah mati.

*-Pesan-*
Janganlah sorga kita ini kita hancurkan hanya karena syahwat berkuasa dan keserakahan ketamakan tiada batas.

Janganlah kehangatan persaudaraan yang dicontohkan oleh mbah2 kita ... 
kakek nenek kita dan para leluhur kita ... 
tidak dihancurkan hanya karena kita merasa paling benar dan paling pintar.

Allah hanya mensyaratkan kamu semua bersyukur agar sorga ini tidak jadi neraka. Bahkan andai kamu sering bersyukur maka nikmat2 itu akan ditambah.

Bersyukur itu diantaranya ...
tidak merusak . Menjaga alam lingkungan, sistem nilai, budaya asli, kebersihan dan semacamnya.

*_Jika kita merusak alam,_*
*_Alam akan berproses membuat keseimbangan/keadilan_*

Politik, berjangka pendek jangan sampai merubah sorga ini jadi neraka. *-Jangan berkelahi-*

Pandai2lah menahan diri seperti orang berpuasa. Jangan jadi pengikut orang2 yang haus kekuasaan dan ketamakan luar biasa.

*Maka kenikmatan apa lagi yang hendak kita dustakan ?*

*MARI JAGA NKRI DEMI ANAK DAN CUCU ...*

Maka pilihlah dengan mata hati ...
Negeri ini diwariskan pada anak cucu kita ...
Istiqoroh dan berdoalah... agar pilihan ini menuntun negri tercinta menjadi ...
BALDATUN THOYIBATUN WAROBBUN GHOFUR ... AAMIIN.

Share:

Ingin Punya Istri Solehah? Ini Doanya

Adakah doa untuk berlindung dari istri yang berkelakuan jelek? Namun ini bukan hanya berlaku untuk istri, bisa pula untuk suami. Intinya, do’a ini bagus untuk diamalkan.

Ini do’anya:

اللَّهُمَّ إنِّي أّعُوذُ بِكَ مِنْ جَارِ السُّوءِ، وَمِنْ زَوْجٍ تُشَيِّبُنِي قَبْلَ المَشِيبِ، وَمِنْ وَلَدٍ يَكُونُ عَليَّ رَبّاً، وَمِنْ مَالٍ يَكُونُ عَلَيَّ عَذَابَاً، وَمِنْ خَلِيْلٍ مَاكِرٍ عَيْنُهُ تَرَانِي، وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي؛ إِنْ رَأَى حَسَنَةً دَفَنَهَا، وَإِذَا رَأَى سَيِّئَةً أَذَاعَهَا

Allahumma inni a’udzu bika min jaaris suu’, wa min zawji tusyayyibunii qoblal masyiib, wa min waladin yakuunuu ‘alayya robban, wa min maalin yakuunu ‘alayya ‘adzaban, wa min khaliilin maakirin ‘ainuhu tarooni wa qolbuhu yar’aani, in ra-aa hasanatan dafanahaa wa idza ra-aa sayyi-atan adza’ahaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang jahat; dari pasangan yang menjadikanku tua (beruban) sebelum waktunya; dari anak (keturunan) yang berkuasa kepadaku; dari harta yang menjadi siksa bagiku; dan dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi, namun kalau melihat kebaikanku, ia timbun dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan.” (HR. Thabrani dalam Ad-Du’a’ 3: 1425, no. 1339, juga dalam Az-Zuhud, no. 1038. Syaikh Al-Albani menyebutkan dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, 7: 377, no. 3137. Hadits ini hanya maqthu’, perkataan tabi’in dan tidak marfu’ sampai Nabi.”)

Doa ini penuh berkah karena berisi meminta perlindungan pada lima hal yang merupakan sifat-sifat yang tercela.

Pertama: Berlindung dari gangguan tetangga

Kedua: Berlindung dari pasangan (suami dari istri atau istri dari suami) yang berkelakuan jelek yang membuat seseorang cepat beruban (tua) sebelum waktunya.

Yang dimaksud di sini adalah dari suami atau istri yang jelek. Jika dilihat fisik maupun kelakuannya tidak enak. Kata-katanya selalu menyakiti pasangannya. Jika pasangan tersebut ditinggal pergi selalu tidak merasa aman pada jiwa dan harta. Itulah yang menyebabkan seseorang beruban sebelum waktunya dikarenakan pasangannya. Karena keadaan pasangan yang jelek seperti ini terus menderita dan penuh kesedihan.

Ketiga: Berlindung dari anak yang berkuasa pada orang tua

Maksudnya di sini adalah anak tersebut bertingkah laku seperti bos karena saking kurang ajar dan durhakanya pada orang tuanya sendiri. Anak tersebut bertingkah seperti seorang majikan pada budaknya.

Keempat: Berlindung dari harta yang menjadi siksa

Maksudnya adalah harta itu bisa menyebabkan seseorang disiksa dan bisa membuat seseorang itu merugi dikarenakan terus mencari harta tanpa memperhatikan halal atau haramnya. Padahal harta haram akan menghilangkan keberkahan. Di samping itu, di akhirat juga harta haram akan berakibat jelek.

Jadi dalam do’a ini ada permintaan untuk mendapatkan pasangan yang shalih, anak yang shalih, serta harta yang halal yang diperoleh dari pekerjaan halal dan bisa digunakan berinfak di jalan kebaikan. Begitu pula penting kiranya mendapatkan teman yang shalih untuk mendukung agama, dunia dan akhirat kita. Itulah yang terkandung dalam do’a bagian kelima.

Kelima: Berlindung dari kawan dekat yang berbuat makar kepadaku, matanya melihat dan hatinya terus mengawasi. Kalau melihat kebaikanku, ia timbun dan kalau melihat kejelekanku, ia sebarkan.

Maksudnya di sini adalah berlindung dari teman yang secara lahiriyah menunjukkan rasa cinta. Padahal di batinnya berbeda. Pandangannya ternyata hanyalah tipu daya. Hatinya ternyata punya keinginan yang bukan-bukan.

Kalau ada kebaikan yang diketahui malah ia sembunyikan, tidak mau menyebarkan. Malah kalau kejelekan yang diketahui, ia sebar-sebarkan. Ini bukanlah teman yang baik. Ini adalah musuh yang terselubung. Keadaannya seperti keadaan orang munafik yang Allah sebut,

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا

“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi Jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya.” (QS. Ali Imran: 120)

Kalau kita renungkan do’a di atas dengan baik, kita akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dunia, seseorang tentu bahagia dengan istri dan anak yang shalih shalihah, tetangga yang baik dan teman yang mendukung agama kita, serta harta yang penuh berkah. Semoga hal ini kita dapati.

Terus do’a berlindung dari istri yang cerewetnya mana? Coba baca ulang do’a di atas dan renungkan dengan hati yang dalam.

Yang jelas do’a di atas teramat manfaat. Jangan lupa hafalkan dan amalkan.

Share:

MEMBEDAH DZIKIR PALING AFDHAL MENURUT GOLONGAN SUFI

Termasuk bagian ideologi tarekat Sufi, komitmen mereka dengan dzikir-dzikir dan wirid-wirid yang telah diciptakan dan ditetapkan oleh para pemimpin mereka. Selanjutnya para jamaah golongan ini terikat untuk membaca dan mengamalkan ketentuan internal tersebut yang –sayangnya- tidak pernah dibawa oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam .

DZIKIR PALING AFDHAL MENURUT GOLONGAN SUFI
Dalam kamus ajaran Sufi, terdapat pengklasifikasian dzikir menjadi tiga jenis; yaitu dzikir ‘âmmah (dzikir orang umum), dzikir khâsh (dzikir orang khusus), dzikir khâshsshatil khâshshah (dzikir orang-orang paling utama). Anehnya dzikir yang diajarkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam justru mereka kategorikan dalam jenis dzikir pertama (dzikir âmmah) yang merupakan tingkatan dzikir paling rendah dalam pandangan mereka. Dzikir yang dimaksud ialah ucapan lâ ilâha illallâh. Level dzikir kedua, berdzikir dengan isim mufrad (nama tunggal) yaitu dengan mengulang-ulang lafzhul jalâlah (Allâh, Allâh….)[1] . Sedangkan tingkat tertinggi dalam berdzikir menurut mereka, mengulang-ulang kata huwa (dibaca hu..hu..hu) yang merupakan isim dhamîr (kata ganti ketiga tunggal) dari lafzhul jalâlah (Allah) yang artinya Dia.[2]

Demikianlah tiga tingkatan dzikir yang mereka miliki beserta contoh-contohnya. Sebelum menilik betapa jauh mereka dari petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ada baiknya menengok landasan mereka dalam masalah ini guna mengetahui awal kesalahan mereka dalam masalah ini.

DALIH KAUM SUFI UNTUK MEMBENARKAN MODEL DZIKIR TERSEBUT
Semua golongan menyimpang mempunyai dalih yang mereka klaim membenarkan apa yang mereka yakini. Dalilh mereka dapat berujud hadits palsu, pemaksaan ayat maupun hadits shahih. Inilah yang menjadi permasalahan sebenarnya. Dalil-dalil yang shahih mutawatir ditarik-tarik untuk mendukung dan mengakomodasi apa yang telah menjadi ketentuan sebuah golongan. Mereka mensahkan dan menetapkan dzikir dengan kata Allâh lebih afdhal dengan dasar firman Allâh Azza wa Jalla :

قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

Katakanlah :”Allâh-lah (yang menurunkannya)”, kemudian (sesudah kamu menyampaikan al-Qur’ân kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya…[al-An’âm/6: 91]

Mereka berpegangan pada ayat tersebut dimana Allâh Azza wa Jalla memerintahkan untuk mengatakan Allâh (saja) dalam berdzikir. Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla memerintahkan berdzikir untuk menyebut nama-Nya dengan nama Allâh (saja), tanpa mentaqyid dengan perintah lain melebihi lafazh ini. Sebab dzikir ini merupakan dizkir orang-orang khusus dari kalangan hamba-Nya yang menjadi lantaran dunia tetap terpelihara [Adh-Dhiyâ al-Mustabîn, Muhammad Fâdhil al-Habîb hlm. 155][3]

Selain itu, menurut mereka terdapat riwayat bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mentalqin ‘Ali bin Abi Thâlib Radhiyallahu anhu untuk mengatakan, “Allâh, Allâh Allâh”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulanginya tiga kali. Kemudian memerintahkan ‘Ali untuk melakukannya. ‘Ali Radhiyallahu anhu pun mengulang-ulangnya tiga kali.

ULAMA AHLUS SUNNAH MENJAWAB
Ulama Ahlu Sunnah telah menguliti model dzikir yang dianggap terbaik dari yang ada ini. Alasan yang utama, Rasûlullâh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai insan yang paling berwenang menjelaskan syariat dari Allâh Azza wa Jalla tidak pernah sama sekali menetapkan dzikir model demikian, apalagi sampai menyebutnya dengan predikat dzikir paling utama?!. Dan kenyataannya tidak ada satu dalil pun pada dalil-dalil syar’i yang menunjukkan anjuran tentang itu. Dan lagi, juga tidak ada atsar dari salah seorang Salaful ummah[4]

Syaikhul Islam rahimahullah telah membeberkan kelemahan dzikir tersebut dengan keterangan yang sangat panjang lebar dan menarik. Di antaranya beliau menegaskan, “Barang siapa menyangka bahwa ini (dzikir dengan membaca lâ ilâha illallâh) adalah dzikir ‘âmmah (dzikir orang-orang umum/awam) dan (berkeyakinan) dzikir khâsh adalah dengan menyebut-nyebut ismul mufrad (menyebut dengan lafazh ‘Allâh, Allâh…) dan dzikir khâshsshatil khâssah adalah dengan mengulang-ulang kata huwa (kata ganti ketiga untuk Allâh yang artinya Dia), ia adalah orang sesat dan terjerumus dalam kesalahan”.

Dzikir tersebut ditinjau dari sisi tata bahasa Arab saja sudah salah, karena bukan merupakan jumlah mufîdah [5] . Penyebutan satu isim mufrad (nama sesuatu) saja, baik dengan penyebutan nama itu atau menggunakan kata gantinya (dia, ia) bukanlah kalimat sempurna juga bukanlah jumlah mufîdah. Ketika orang mengulang-ulang nama Allâh, Allâh, Allâh, sekian banyak kali, pengulangan ini tidak mendatangkan sebuah pemahaman apapun. Di samping itu, satu nama yang diucap berulang-ulang tidak berpengaruh pada keimanan, kekufuran dan hidayah, karena belum tuntas memberikan keterangan apapun.

Oleh karena itu, ahli bahasa dari seluruh jenis bahasa yang ada sepakat bahwa tidak tepat orang mengucapkan satu nama dan setelah itu berhenti dan diam. Sebab, nama yang ia sebutkan itu tidak lazim disebut perkataan yang sempurna. Bahkan Syaikhul Islam rahimahullah mengatakan, “Seandainya seseorang mengulang-ulang nama Allah sejuta kali, itu tidak membuatnya beriman, juga tidak berhak memperoleh pahala dari Allah dan syurga-Nya…”.[6]

Adapun istidlâl mereka dengan ayat untuk menguatkan pendapat mereka, dikatakan oleh Syaikhul Islam t sebagai kesalahan yang tampak jelas. Sementara Syaikh al-Fauzân hafizhahullâh dalam Haqîqatut Tashawwuf menilainya sebagai bentuk istidlâl (pengambilan dalil) yang termasuk tahrîfil kalim (penyimpangan perkataan/dalil) dari tempat semestinya. Seandainya mereka merenungi lebih jauh firman Allâh Azza wa Jalla sebelumnya maka akan jelas maksudnya. Ayat yang mereka jadikan pegangan merupakan jawaban permulaan ayat. Sebab di awal ayat surat al-An’âm ayat 91 berfirman :

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ

Dan mereka tidak menghormati Allâh dengan penghormatan semestinya dikala mereka berkata: “Allâh tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia”. Katakanlah: “Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai berai, kamu perlihatkan (sebagiannya) dan kamu sembunyikan sebagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)”.

Jadi maksudnya katakanlah Allâh lah yang menurunkan kitab yang dibawa oleh Musa. Dengan ini, maka istidlâl mereka dengan ayat menjadi gugur. Sementara hadits yang mereka sampaikan berderajat maudhu’ (palsu) berdasarkan kesepakatan Ulama, sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Fatawânya. Dengan ini, berarti dzikir dengan isim mufrad atau isim dhamîr tidak memiliki dasar sama sekali dalam syariat Islam.

DZIKIR PALING AFDHAL DALAM HADITS RASULULLAH MUHAMMAD SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM
Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam . Dalam urusan dzikir, beliau telah menyampaikan dzikir-dzikir terbaik yang sangat jelas muatan tauhidnya. Bahkan dalam beberapa riwayat hadits, beliau sendiri yang menyatakan dzikir-dzikir tertentu merupakan dzikir paling utama dan afdhal. Di antaranya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَفْضَلُ الذِّكْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَفْضَلُ الدُّ عَاءِ الْحَمْدُ للهِ

Sebaik-baik dzikir adalah (membaca) lâ ilâha illallâh. Dan sebaik-baik doa yaitu alhamdulillah [HR. al-Bukhari no.99]

Inilah dzikir terbaik yang diucapkan seorang Muslim. Ini juga yang beliau minta kepada pamannya, Abu Thâlib untuk mengatakannya dalam sakit yang membawanya kepada kematian. Terdiri dari kalimat yang ringan, namun maknanya sangat agung dan kedudukannya sangat tinggi

Lâ ilâha illallâh sudah merupakan kalimat sempurna, bila dikatakan maka tidak menyisakan tanda tanya pada pendengar. Masih banyak contoh dzikir dari Nabi yang penuh dengan keutamaan dan seluruhnya merupakan bentuk kalimat sempurna. Tidak seperti dzikir Sufi di atas, masih menyisakan kebingungan bagi orang-orang yang mendengarkannya. Coba Anda bayangkan, bila Anda menyaksikan seseorang menyebut-nyebut suatu nama misalnya Ahmad dengan berulang-ulang, apa yang Anda simpulkan dari dirinya?. Atau bila ia menyebut kata ‘dia, dia, dia’ seratus kali, apa pendapat Anda tentang orang tersebut??.

PENUTUP
Sungguh model dzikir yang mereka tekuni yang tidak ada asalnya dalam syariat dengan meninggalkan petunjuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dzikir-dzikir yang syar’i menimbulkan pertanyaan mengenai motivasi sebenarnya yang mendorong mereka berbuat demikian?. Kenapa mereka berdzikir dengan wirid yang tidak pernah diturunkan oleh Allâh Azza wa Jalla , meski demikian mereka sangat mengagungkan dan komitmen dengannya, bahkan mengecilkan arti dzikir yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam ?. Semoga Allâh Azza wa Jalla memberikan petunjuk kepada kita sekalian untuk memahami dan mengamalkan petunjuk Nabi Muhammad dalam setiap segi kehidupan. (Ustadz Abu Minhal)

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 12/Tahun XIII/1430H/2009M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl9 Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
_______
Footnote
[1]. Atau mengulang-ulang nama Allâh k yang lain
[2]. Syaikh ‘Abdur Razzâq al-‘Abbâd menyampaikan bahwa sebagian mereka (kaum Sufi) mengatakan lâ ilâha illallâh adalah dzikir bagi kaum Mukminin. Sedangkan dzikir ‘Allâh Allâh’ bagi kaum ârifîn . Dan terakhir, dzikir dengan isim dhamir huwa bagi kaum muhaqqiqîn. (Fiqhul Ad’iyah wal Adzkâr 1/196)
[3]. Nukilan dari kitab Syaikh `Abdul Qadîr al-Jîlâni wa Arâuhul I’tiqâdiyyah was Shûfiyyah, DR. Sa’îd bin Musfir al-Qahthâni Cet. I Th. 1418H/1997 hlm. 655
[4]. Lihat Fiqhul Ad’iyah wal Adzkâr 1/197-198
[5]. Kalimat paling sederhana yang dapat memberikan berita yang dapat dipahami tanpa menyisakan tanda tanya pada pendengar
[6]. Perkataan Ibnu Taimiyyah rahimahullah terdapat dalam Fatâwa 10/556-565

Read more https://almanhaj.or.id/3808-membedah-dzikir-paling-afdhal-menurut-golongan-sufi.html

Note:
1. Artikel ini hanya di sajikan untuk kita saling belajar.
2. Tidak boleh menganggap diri kita paling benar.
3. Yang paling tahu kebenaran nya hanya Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk bagi kita.
Allohuma Aamiin YRA

Share:

Doa Bebas Hutang

Dari ‘Urwah dari ‘Aisyah rahdiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berdoa di dalam shalat:

ALLOOHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINAL MA’TSAMI WAL MAGHROM

(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari perbuatan dosa dan lilitan utang).”

Lalu ada yang bertanya kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Kenapa engkau sering meminta perlindungan dari utang?’ Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda, ‘Jika orang yang berutang berucap, dia akan sering berdusta. Jika dia berjanji, dia akan mengingkari.’” (HR. Bukhari, no. 2397 dan Muslim, no. 589)

Share:

Bandingan Nikmat Dunia dan Akhirat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak menyebutkan kenikmatan dan keutamaan akhirat yang sangat besar dibandingkan kesenangan di dunia ini. Di antaranya adalah hadits di bawah ini,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنِّي َلأَ عْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنْ النَّارِ حَبْوًا فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ قَالَ فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلْأَى فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلْأَى فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ اذْهَبْ فَادْخُلْ الْجَنَّةَ فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا قَالَ فَيَقُولُ أَتَسْخَرُبِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ قَالَ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً

Dari `Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Aku benar-benar mengetahui seorang penduduk neraka yang paling akhir keluar darinya dan seorang penduduk surga yang paling akhir masuk ke dalam surga. Yaitu seorang laki-laki yang keluar dari neraka dengan keadaan merangkak, lalu Allah berkata kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku mendapati surga telah penuh.’

Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga!’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Lalu dia mendatangi surga, namun dikhayalkan kepadanya bahwa surga telah penuh. Maka, dia kembali lalu berkata, ‘Wahai Rabb-ku, aku mendapati surga telah penuh.’

Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata lagi kepadanya, ‘Pergilah, masuklah ke dalam surga! Sesungguhnya engkau memiliki semisal dunia dan sepuluh kalinya, atau engkau memiliki sepuluh kali dunia.’

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Laki-laki itu berkata, ‘Apakah Engkau memperolok-olok aku (atau Engkau menertawakan aku), padahal Engkau adalah Raja?’

Abdullâh bin Mas’ûd radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Aku melihat Rasulullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa sampai nampak gigi gerahamnya.’ Dan dikatakan bahwa orang itu adalah penduduk surga yang paling rendah derajatnya.’ (H.R. Muslim, no. 308/186)

Share:

Shalawat Thibbil Qulub (Shalawat Pengobat Hati)

Shalawat, menurut mayoritas ulama, adalah wasilah yang paling baik untuk doa-doa yang hendak kita panjatkan. Berdoa dengan menggunakan shalawat, selain akan mendapatkan berkah dari memuji Nabi Muhammad SAW, juga akan mempercepat terkabulnya keinginan yang kita miliki.


Berikut ini adalah Shalawat Thibbil Qulub (Shalawat Pengobat Hati), atau yang biasa dikenal juga dengan nama Shalawat Syifa’(Shalawat Obat/Penyembuh).

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا . وَعَافِيَةِ اْلأَبْدَانِ وَشِفَائِهَا . وَنُوْرِ اْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا. وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


“Allahuma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa’iha wa ‘aafiyatil abdaani wa syifaa’ihaa wa nuuril abshaari wadhiyaa’ihaa wa’alaa aalihii washohbihii wasalliim”

Artinya: “Ya Allah, curahkanlah rahmat kepada baginda kami, Junjungan Nabi Muhammad SAW sebagai penyembuh hati sekaligus obatnya,  penyehat badan dan kesembuhannya dan sebagai penyinar penglihatan mata  beserta cahayanya. Semoga shalawat dan salam tercurahkan pula kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.”

Shalawat ini bisa kita baca, baik ketika kita mengidap sebuah penyakit, maupun ketika sehat. Dengan ijin Allah SWT dan wasilah Nabi Muhammad SAW, insyaallah segala bentuk penyakit yang kita idap akan disembuhkan.[]

Share:

Berdoa dengan Nama Nama Allah SWT - HR. Abu Daud: 1276

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مَالِكِ بْنِ مِغْوَلٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ رَجُلًا يَقُولُ

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ أَنِّي أَشْهَدُ أَنَّكَ أَنْتَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْأَحَدُ الصَّمَدُ الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

فَقَالَ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ بِالِاسْمِ الَّذِي إِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى وَإِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ الرَّقِّيِّ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ مِغْوَلٍ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ فِيهِ لَقَدْ سَأَلْتَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِاسْمِهِ الْأَعْظَمِ

Telah menceritakan kepada Kami Musaddad telah menceritakan kepada Kami Yahya dari Malik bin Mighwal telah menceritakan kepada Kami Abdullah bin Buraidah dari ayahnya bahwa Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam mendengar seorang laki-laki mengucapkan;

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA ANNII ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA ANTA Al AHAD, ASH SHAMAD ALLADZII LAM YALID WA LAM YUULAD WA LAM YAKUN LAHU KUFUWAN AHAD

(ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu dengan bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Dzat Yang Maha Esa dan tempat bergantung Yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada seorang pun yang menandingi-Nya).

Kemudian beliau berkata: "Sunngguh engkau telah meminta kepada Allah dengan perantara nama yang apabila Dia diminta dengannya pasti Dia akan mengabulkan."

Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin Khalid Ar Raqqi, telah menceritakan kepada Kami Zaid bin Hubbab, telah menceritakan kepada Kami kepada Kami Malik bin Mighwal dengan hadits ini dan padanya beliau bersabda:

"Sungguh engkau telah meminta kepada Allah dengan namaNya yang agung."

Share:

Berdoa Dengan Nama Allah SWT HR Abu Daud 1277

دَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ الْحَلَبِيُّ حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ خَلِيفَةَ عَنْ حَفْصٍ يَعْنِي ابْنَ أَخِي أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا وَرَجُلٌ يُصَلِّي ثُمَّ دَعَا

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِأَنَّ لَكَ الْحَمْدُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ الْمَنَّانُ بَدِيعُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ

فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَدْ دَعَا اللَّهَ بِاسْمِهِ الْعَظِيمِ الَّذِي إِذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ وَإِذَا سُئِلَ بِهِ أَعْطَى


Telah menceritakan kepada Kami Abdurrahman bin 'Ubaidullah Al Halabi, telah menceritakan kepada Kami Khalaf bin Khalifah dari Hafsh yaitu anak saudara Anas dari Anas bahwa ia duduk bersama Rasulullah shallAllahu wa'alaihi wa sallam dan terdapat seorang laki-laki yang melakukan shalat, kemudian ia berdoa;

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BIANNA LAKAL HAMDU LAA ILAAHA ILLAA ANTA, Al MANNAANU, BADII'US SAMAAWAATI WAL ARDHI, YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM, YAA HAYYU YAA QAYYUUM

(ya Allah, aku memohon kepadaMu bahwa bagiMu segala pujian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Pemberi, Pencipta langit dan bumi. Wahai Dzat yang memiliki keagungan, serta kemuliaan, wahai Dzat yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)).

Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh ia telah berdoa kepada Allah dengan namaNya yang agung, yang apabila dipanjatkan doa kepadaNya dengan nama tersebut maka Dia akan mengabulkannya, dan apabila Dia diminta dengan nama tersebut maka Dia akan memberinya."

(HR. Abu Daud: 1277) - http://hadits.in/abudaud/1277

Share:

Beasiswa LIPIA

*#Kampus S1 Dirosat Islamiyyah di Dalam Negeri#*
(Bagi Pemuda yang telah lulus SMA/sederajat dengan usia dibawah 25 Tahun)

Salah satu Kunci Penting nan utama dari menuntut ilmu pada tahapan hidupmu sekarang adalah, _Antum tidak menjadikan aktifitas "menunggu beasiswa Timur Tengah" sebagai aktifitas utama._

Seperti perkataan Salman al Farisi Radhiallahu anhu: _"Sesungguhnya Tempat tidak dapat menyucikan seseorang. (Tetap) yang mensucikan adalah amal perbuatannya."_

Sebagai Lulusan dari Timur Tengah tidak secara otomatis membuat seseorang lebih faqih dan Bertaqwa daripada yang bukan darisana.

*Pertanyaan dan Jawaban*
🔷 Bang, Jika ikhtiar mencari kampus di Timur Tengah sedang atau sudah dilakukan, namun kami butuh Informasi *Kampus* dengan *Jenjang  S1*, konsep belajar *Hadir di Kelas/Tidak Online* dan memiliki keunggulan pangantar bahasa hanya *berbahasa Arab*, yang ada di Indonesia. Kampus mana yang direkomendasikan?

Lipia.

🔷 *Kenapa Lipia?*

Kualitas. Tanyakan kepada para asatidzah tempatmu menimba ilmu sekarang.

🔷 *Kapan Lipia dibuka? Beasiswa? Dimana Lokasinya?*

Mungkin sekitar Mei dan Juni, pantengin akun instigram @infolipia dan cek webnya di http://lipia.org/new/
Ya. Full Beasiswa.
Lokasi S1 (4 tahun) di Jakarta. Ada tiga prodi: Syari'ah, Ekonomi Islam dan Bahasa Arab. Mereka sedang memproses program studi keempat dan kelima yaitu, Manajemen Pendidikan Islam dan Tafsir/Qiro'at. Belum ada info kapan keduanya resmi dibuka.
Adapun persiapan bahasa (Idad Lughawi/Pra-S1, selama 2 tahun) dibuka pada kota Jakarta, Aceh, Medan, Surabaya dan Makassar.
Lipia adalah kampus Agama di bawah naungan Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud Riyadh.

🔷 *Apa ada kampus lain di Indonesia, dengan Jenjang  S1*, konsep belajar *Hadir di Kelas/Tidak Online* dan memiliki keunggulan pangantar bahasa hanya *berbahasa Arab* selain di Lipia?

Dengan keterbatasan wawasan yang ana punya, diurutkan secara acak:

STDI Imam Syafi'i Jember Jawa Timur
http://pmb.stdiis.ac.id atau http://stdiis.ac.id/akademik/informasi-penerimaan-mahasiswa-baru-2019-2020/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 30 Maret 2019)

STIBA Ar Raayah Sukabumi
https://www.arraayah.ac.id
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 30 Maret 2019)

STIBA Makassar, Sulawesi Selatan.
https://pmb.stiba.ac.id
(Pendaftaran dimulai 4 Maret 2019)

STAI As Sunnah, Medan
http://ar.assunnah.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)

STIQ Zad Cianjur, Jawa Barat
https://zadalinsaniyyah.or.id/pmb-zad/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 10 Mei 2019)

STAI Ali bin Abi Thalib, Surabaya
http://stai-ali.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)

Ma'had di bawah naungan *Yayasan AMCF di Indonesia.*
http://amcf.or.id/index.php/main/view/192/lembaga_bahasa_arab_dan_studi_islam_2
Yang dalam hal ini, Program S1 dengan pengantar pembelajaran full *Berbahasa Arab* adalah program studi S1 _Ahwal Syakhsiyyah_ kampus Sidoarjo dan Makassar.
(Pendaftaran sedang berlangsung, Tenggat waktu bervariasi)

Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani, Jogjakarta.
https://stitmadani.ac.id/2018/12/21/pendaftaran-mahasiswa-baru-stitma-sekolah-tinggi-ilmu-tarbiyah-madani-yogyakarta-2019-2020/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 15 Juni 2019)

STIU Dirosat Islamiyyah Al Hikmah, Jakarta
http://www.stiualhikmah.ac.id
(Pada 5 Februari 2019, Belum memasuki masa pendaftaran)

Sekolah Tinggi Ilmu Ushuluddin Wadi Mubarak (STIU-WM)
https://www.wadimubarak.net
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 15 Juni 2019)

Ma’had Aly Imam Bukhari, Surakarta. (Setingkat S1 Khusus Putri) info: 085780789035 dan 087785539139
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 17 Maret 2019)

Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur'an Isy Karima, Karanganyar Jawa Tengah
http://pmb.stiqisykarima.ac.id/pmb/
(Pendaftaran sedang berlangsung, tenggat waktu 17 Maret 2019)

_Dan mungkin masih banyak kampus lainnya._

🔷 *Apakah kampus-kampus ini mengajarkan pendidikan Islam sesuai pemahaman Ahlus sunnah?*

Ya. Insya Allah.

🔷 *Seperti apa manhajnya?*

Konsultasikan masing-masing kepada Para Asatidzah tempat antum menimba ilmu sekarang.

🔷 *Apakah ada beasiswa di sana?*
Silahkan dicek satu-satu di webnya. :9
Kuantitas Pembayarann biasanya bermaksud meningkatkan mutu kualitas pengajaran.
Mereka memiliki sistem pembayaran semester dan beasiswa masing-masing.

🔷 *Kenapa bahasa pengantar full dengan bahasa arab sangat penting dalam kriteria memilih kampus?*

🤗
Hmm.... kenapa ya? 🤭

*Sudah bulan Februari, Selamat Berburu Kampus-Kampus Syar'i terbaik pilihanmu.* 🙂

_Wallahu'alam bishowab_
Jakarta, 6 Februari 2019.

Share:

3 WIRID PARA WALI

3 WIRID PARA WALI

Habib Umar Bin Hafidz meriwayatkan bahwa Habib Ali Ibn Hassan Al Attas berkata :
Ada tiga macam wirid yang tidak pernah berpisah dengan para auliya'/sholihin, dikarenakan manfaat dari wirid ini yang sangat besar dalam hidup, baik di dunia maupun akhirat,: -

1. Membaca 100x sebelum sholat subuh:

سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم ،استغفرالله

Ini dikenal dengan sebutan istighfar para malaikat.

2. Membaca 100x sesudah sholat dzuhur:

لاإله إلا الله الملك الحق المبين

Rasulullah Shallallahu alaihi wa alaa aalihi wasallam bersabda 'Siapa saja yang membaca kalimat ini, akan selamat (dijauhkan) dari kemiskinan dan akan menenangkan serta menyenangkan di alam kubur dari rasa kesepian", -

3. Dan membaca sebelum tidur :

33x سبحان الله
33x الحمدلله
34x الله اكبر
Dan menutup dgn

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Inilah kalimat yang diajarkan Rasulullah ﷺ kepada anaknya tercinta, Sayyidah Fatimah RA dan juga kepada Sayyidina Ali KW, para ulama mengatakan ada rahasia yang sangat besar dalam tasbih ini". Allahumma sholli'ala sayyidina Muhammad nabiyil umiyi wa'ala aalihi washohbihi wasalim..

Share:

Kreasi Spektakuler Allah Pada Penciptaan Nyamuk

Serambimata.com – Tak ada yang menyangka kalau pada binatang yang sangat kecil tapi ditakuti bahkan dimusuhi manusia bernama ‘nyamuk’ menyimpan rahasia ciptaan Allah yang spektakuler. Logika mungkin tak akan menerimanya, karena menurut pikiran sederhana ada yang tak mungkin dimiliki oleh seekor nyamuk yang dicipta taramat kecil mungil.


Tapi inilah fakta yang terungkap ketika seekor nyamuk diletakkan di bawah mikroskop, diperbesar 400 kali! Apa yang nampak? Ternyata, di kepalanya terdapat 100 mata. Padahal berat nyamuk itu hanya ada 0,001 gram. Subhanallah.

Di mulut nyamuk ada 48 gigi. Di dadanya pula terdapat tiga buah jantung yang pada tiap-tiap jantung ada dua atrium, dua bilik jantung serta dua katup jantung untuk bernafas. Sekecil apa ukuran jantung makhluk Allah Swt bernama nyamuk ini?

Selain itu, untuk mempertahankan diri, nyamuk dilengkapi oleh Allah Swt dengan alat pendeteksi panas. Nyamuk bisa mendeteksi lingkungan dan segala sesuatunya dengan pendeteksi panas tersebut.

Nyamuk juga memiliki alat pencair darah karena darah manusia itu terlalu kasar baginya. Darah dicairkan agar bisa mengalir ke belalai nyamuk. Nyamuk mengambil contoh darah manusia terlebih dahulu dengan mulai menggigit kita, manusia.

Indahnya lagi, nyamuk ternyata memiliki alat pembius sehingga orang yang diambil darahnya tidak selalu merasa sakit saat proses pengambilan darah. Beberapa detik kemudian, barulah efek bius itu hilang. Dan, kita seperti tercubit.

Jumlah belalai nyamuk ada 6 buah, semua berbetuk pisau. Empat buah pisau belalai nyamuk digunakan untuk membuat luka berbentuk segi empat ketika menggigit. Sedangkan dua pisau lainnya membentuk lubang sesuai besaran tabung penghisap darah.

Agar mengena korbannyya, di kaki nyamuk terdapat cakar. Di sana terdapat alat seperti bekam sehingga dapat menempel di tempat yang licin. Ajib.

MasyaAllah, semoga nyamuk yang kecil ini bisa menambah keimanan kita kepada penciptanya Allah Subhanahu wa ta’ala, walau kadang membuat kita sakit karena tidak mau bersih-bersih rutin.

Dalam Al-Qur’an, Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Maha Pencipta. Tetapi mereka yang kafir berkata, “apa maksud Allah dengan perumpamaan ini? Dengan perumpamaan itu, banyak orang yang dibiarkan-nya sesat dan dengan itu banyak pula orang yang diberi-nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang dia sesatkan dengan perumpamaan itu selain orang-orang fasik”. (QS. al-Baqarah: 26)

MasyaAllah. Nyamuk adalah bukti bahwa Allah tidak pernah mendzolimi mahluknya. Di balik senjata nyamuk untuk menghisap darah, Allah memberi obat bius untuk menjaga supaya manusia tidak merasa sakit karena Allah Maha Tahu bahwa manusia sulit sekali menghindar dari gigitan nyamuk. Berbeda dengan hewan lainnya, di mana manusia masih bisa menghindar dari gigitan, misalnya kalajengking, ular dan lainnya.
Wallahu a’lam .

(Sumber: DutaIslam.com

Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories