Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

Dua Hal yang Membuat Rasulullah Menangis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apakah Anda tahu bahwa seorang Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, yang kita kenal sebagai panutan Muslim yang sangat hebat, beliau juga menangis?
Pertanyaanya, apa yang membuat beliau menangis? Apa yang sampai membuat air matanya keluar dan dadanya tersesak?
Apakah karena sulitnya kehidupan, tidak ada uang, kehilangan harta, atau pasangan? Apakah sama seperti manusia lainnya yang kebanyakan menangis karena urusan dunia?
Ketahuilah, Rasulullah sallallahu alaihi wasallam menangis karena,
1. Karena kasih sayangnya terhadap umat-Nya. Cintanya Rasulullah kepada umatnya adalah yang paling kuat diantara cinta manusia lainnya. Dan besarnya cintanya terhadap umatnya sampai membuatnya menangis.
Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu, ia berkata, "Rasulullah sallallahu alaihi wasllam bersabda kepadaku, 'Bacakanlah (ayat Alquran) untukku!' Aku berkata, "Ya Rasulullah, aku membacakannnya kepada engkau sedangkan ia diturunkan kepada engkau?" Beliau bersabda, "Ya." Maka kemudian aku baca surah An Nisaa sampai pada ayat,
"Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)."(QS. An Nisaa: 41)
Lalu beliau bersabda, "Cukuplah." Maka aku menoleh kepada beliau ternyata air matanya telah mengalir dari kedua pelupuk matanya."(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Saat sedang shalat menghadap Allah subhanahu wa ta'ala.
Dari Abdullah bin Asy Syahir radhiyallahu anhu, ia berkata, "Aku menyaksikan Rasulullah sallallahu alaihi wasallam dalam shalat, sedangkan di dalam dadanya terdapat suara gemuruh seperti gemuruh penggilingan gandum, yang tidak lain adalah suara tangis beliau."(HR. Abu Dawud)
Ensiklopedia Islam Al Kamil yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim bin Abdullah At Tuwaijiri
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories