Hari ini adalah hasil dari rencana kemarin, masa depan adalah rencana hari ini. Tak ada cerita masa lalu tanpa ada sejarah. Tak ada sejarah jika tak ada yang mencatat dan memberi hikmah bagi generasi yang akan datang.

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tetep Semangat

Share:

Piagam Madinah

Naskah Piagam Madinah
Posted by Shabra Syatila
Bismillahir rahmanir rahim. Dengan nama Allah yang
Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Ini adalah piagam dari Muhammad Rasulullah
Shalallahu 'Alaihi wa Sallam, di kalangan mukminin
dan muslimin (yang berasal dari) Quraisy dan
Yatsrib (Madinah), dan yang mengikui mereka,
menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka
Pasal 1
Sesungguhnya mereka satu umat, lain dari (komuitas)
manusia lain
Pasal 2
Kaum muhajirin dari Quraisy sesuai keadaan
(kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diyat
(denda atas pembunuhan) di antara mereka dan
mereka membayar tebusan tawanan dengan cara baik
dan adil di antara mukminin.
Pasal 3
Banu Auf sesuai dengan keadaan (kebiasaan) mereka
bahu membahu membayar diyat di antara mereka
seperti semula, dan setiap suku membayar tebusan
tawanan dengan baik dan adil di antara mukminin
Pasal 4
Banu Sa'idah sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin.
Pasal 5
Banu Al Hars sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin
Pasal 6
Banu Jusyam sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin.
Pasal 7
Banu An Najjar sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin.
Pasal 8
Banu 'Amr bin 'Auf sesuai dengan keadaan
(kebiasaan) mereka bahu membahu membayar diyat
di antara mereka seperti semula, dan setiap suku
membayar tebusan tawanan dengan baik dan adil di
antara mukminin.
Pasal 9
Banu Al Nabit sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin.
Pasal 10
Banu Al 'Aus sesuai dengan keadaan (kebiasaan)
mereka bahu membahu membayar diyat di antara
mereka seperti semula, dan setiap suku membayar
tebusan tawanan dengan baik dan adil di antara
mukminin.
Pasal 11
Sesungguhnya mukminin tidak boleh membiarkan
orang yang berat menanggung utang diantara mereka
tetapi membantunya dengan baik dalam poembayaran
tebusan atau diat.
Pasal 12
Seorang mukmin tidak diperbolehkan membuat
persekutuan dengan sekutu mukmin lainnya tanpa
persetujuan dari padanya.
Pasal 13
Orang-orang mukmin yang taqwa harus menentang
orangyang diantara mereka mencari atau menuntut
sesuatu secara zalim , jahat, melakukan permusuhan
atau kerusakan di kalangan mukminin. Kekuatan
mereka bersatu dalam menentangnya, sekalipun ia
anak dari salah seorang di antara mereka .
Pasal 14
Seorang mukmin tidak boleh membunuh orang
beriman lainnya lantaran membunuh orang kafir.
Tidak boleh pula orang beriman membantu orang kafir
untuk (membunuh) orang beriman.
Pasal 15
Jaminan Allah satu. Jaminan (perlindungan) diberikan
oleh mereka yang dekat. Sesungguhnya mukminin itu
saling membantu, tidak bergantung kepada golongan
lain.
Pasal 16
Sesungguhnya orang Yahudi yang mengikuti kita
berhak atas pertolongan dan santunan, sepanjang
(mukminin) tidak terzalimi dan ditentang olehnya.
Pasal 17
Perdamaian mukminin adalah satu. Seorang mukmin
tidak boleh membuat perdamaian tanpa ikut serta
mukmin lainnya di dalam suatu peperangan di jalan
Allah, kecuali atas dasar kesamaan dan keadilan di
antara mereka.
Pasal 18
Setiap pasukan yang berperang bersama kita harus
bahu membahu satu sama lain
Pasal 19
Orang-orang mukmin itu membalas pembunuh
mukmin lainnya dalam peperangan di jalan Allah.
Orang-orang beriman dan bertakwa berada pada
petunjuk yang terbaik dan lurus.
Pasal 20
Orang musyrik (Yatsrib) dilarang melindungi harta
dan jiwa orang (musyrik) Quraisy, dan tidak boleh
bercampur tangan melawan orang beriman.
Pasal 21
Barang siapa yang membunuh orang beriman dan
cukup bukti atas perbuatannya, harus dihukum bunuh,
kecuali wali terbunuh rela (menerima diat). Segenap
orang beriman harus bersatu dalam menghukumnya.
Pasal 22
Tidak dibenarkan orang mukmin yang mengakui
piagam ini, percaya pada Allah dan Hari Akhir, untuk
membantu pembunuh dan memberi tempat kediaman
kepadanya. Siapa yang memberi bantuan dan
menyediakan tempat tinggal bagi pelanggar itu, akan
mendapat kutukan dari Allah pada hari kiamat, dan
tidak diterima dari padanya penyesalan dan tebusan.
Pasal 23
Apabila kamu berselisih tentang sesuatu,
penyelesaiannya menurut (ketentuan) Allah Azza Wa
Jalla dan (keputusan) Muhammad Shalallahu 'Alaihi
wa Sallam.
Pasal 24
Kaum Yahudi memikul biaya bersama mukminin
selama dalam peperangan.
Pasal 25
Kaum Yahudi dari Bani 'Auf adalah satu umat dengan
mukminin. Bagi kaum Yahudi agama mereka, dan
bagi kaum muslimin agama mereka. Juga (kebebasan
ini berlaku) bagi sekutu-sekutu dan diri mereka
sendiri, kecuali bagi yang zalim dan jahat. Hal
demikian akan merusak diri dan keluarga
Pasal 26
Kaum Yahudi Banu Najjar diperlakukan sama seperti
Yahudi Banu 'Auf.
Pasal 27
Kaum Yahudi Banu Hars diperlakukan sama seperti
Yahudi Banu 'Auf
Pasal 28
Kaum Yahudi Banu Sa'idah diperlakukan sama seperti
Yahudi Banu 'Auf.
Pasal 29
Kaum Yahudi Banu Jusyam diperlakukan sama seperti
Yahudi Banu 'Auf
Pasal 30
Kaum Yahudi Banu Al-'Aus diperlakukan sama seperti
Yahudi Banu 'Auf.
Pasal 31
Kaum Yahudi Banu Sa'labah diperlakukan sama
seperti Yahudi Banu 'Auf
Pasal 32
Kaum Yahudi Banu Jafnah dari Sa'labah diperlakukan
sama seperti Yahudi Banu 'Auf.
Pasal 33
Kaum Yahudi Banu Syutaibah diperlakukan sama
seperti Yahudi Banu 'Auf
Pasal 34
Sekutu-sekutu Sa'labah diperlakukan sama seperti
mereka (Banu Sa'labah).
Pasal 35
Kerabat Yahudi (di luar kota Madinah) sama seperti
mereka (Yahudi).
Pasal 36
Tidak seorang pun dibenarkan (untuk berperang),
kecuali seizin Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa
Sallam. Ia tidak boleh dihalangi (menuntut
pembalasan) luka (yang dibuat orang lain). Siapa
berbuat jahat (membunuh), maka balasan kejahatan
itu akan menimpa diri dan keluarganya, kecuali ia
teraniaya. Sesunggunya Allah sangat membenarkan
ketentuan ini.
Pasal 37
Bagi kaum Yahudi ada kewajiban biaya dan bagi
mauk muslimin ada kewajiban biaya. Mereka (Yahudi
dan muslimin) bantu membantu dalam menghadapi
musuh piagam ini. Mereka saling memberi saran dan
nasehat. Memenuhi janji lawan dari khianat.
Seseorang tidak menanggung hukuman akibat
(kesalahan) sekutunya. Pembelaan diberikan kepada
pihak yang teraniaya.
Pasal 38
Kaum Yahudi memikul bersama mukiminin selama
dalam peperangan.
Pasal 39
Sesungguhnya Yatsrib itu tanahnya haram (suci) bagi
warga piagam ini.
Pasal 40
Orang yang mendapat jaminan (diperlakukan) seperti
diri penjamin, sepanjang tidak bertindak merugikan
dan tidak khianat.
Pasal 41
Tidak boleh jaminan diberikan kecuali seizin ahlinya.
Pasal 42
Bila terjadi suatu persitiwa atau perselisihan di antara
pendukung piagam ini, yang dikhawatirkan
menimbulkan bahaya, diserahkan penyelesaiannya
menurut (ketentuan) Allah Azza Wa Jalla, dan
(keputusan) Muhammad Shalallahu 'Alaihi wa Sallam.
Sesungguhnya Allah paling memelihara dan
memandang baik isi piagam ini.
Pasal 43
Sungguh tidak ada perlindungan bagi Quraisy
(Mekkah) dan juga bagi pendukung mereka.
Pasal 44
Mereka (pendukung piagam) bahu membahu dalam
menghadapi penyerang kota Yatsrib.
Pasal 45
Apabila mereka (pendukung piagam) diajak berdamai
dan mereka (pihak lawan) memenuhi perdamaian
serta melaksankan perdamaian itu, maka perdamaian
itu harus dipatuhi. Jika mereka diajak berdamai
seperti itu, kaum mukminin wajib memenuhi ajakan
dan melaksanakan perdamaian itu, kecuali terhadap
orang yang menyerang agama. Setiap orang wajib
melaksanakan (kewajiban) masing-masing sesuai
tugasnya.
Pasal 46
Kaum Yahudi Al 'Aus, sekutu dan diri mereka memiliki
hak dan kewajiban seperti kelompok lain pendukung
piagam ini, dengan perlakuan yang baik dan penuh
dari semua pendukung piagam ini. Sesungguhnya
kebaikan (kesetiaan) itu berbeda dari kejahatan
(pengkhianatan) . Setiap orang bertanggung jawab
atas perbuatannya. Sesungguhnya Allah paling
membenarkan dan memandang baik isi piagam ini.
Pasal 47
Sesungguhnya piagam ini tidak membela orang zalim
dan khianat. Orang yang keluar (bepergian) aman,
dan orang berada di Madinah aman, kecuali orang
yang zalim dan khianat. Allah adalah penjamin orang
yang berbuat baik dan takwa.
Muhammad bin Abdullah

Share:

Apakah Berazan di Telinga Bayi Merupakan Sunnah Nabi?


Tanya:
Assalamu'ailakum ,
Apakah menyuarakan adzan di telinga bayi saat bayi
lahir merupakan sunnah nabi? Adakah dasar hukumnya
di Islam? Terima kasih.
[Firdza via kotak pertanyaan Alifmagz]
Jawab:
Wa'alaikumussalam wr. wb.
Ulama-ulama mazhab Syafi'i, Hanbali, dan Hanafi
memandang sunnah mengazankan telinga bayi ketika
baru lahir. Imam Nawawi, misalnya, salah seorang
ulama bermazhab Syafi'i, dalam buku Al-Majmû'
mengatakan demikian, " Adalah sunnah hukumnya
melakukan azan di telinga bayi ketika baru lahir, baik
bayi itu laki-laki maupun perempuan. Lafal azan itu
sama dengan lafal azan untuk shalat, berdasarkan hadis
yang bersumber dari Abu Rafi' ."
Hadis dimaksud berbunyi demikian: Diriwayatkan dari
Abu Rafi' bahwa ia berkata, " Aku melihat Rasulullah
saw. menyuarakan azan di telinga Hasan bin Ali r.a.
ketika dilahirkan oleh Fatimah seperti azan shalat ." (HR
Tirmidzi). Tirmidzi mengatakan, hadis ini adalah hadis
hasan shahih.
Al-Bahuti (atau Al-Bahwati), ulama bermazhab Hanbali,
dalam K asyf al-Iqnâ' , mengatakan demikian,
"Disunnahkan azan di telinga kanan bayi laki-laki
maupun perempuan ketika dilahirkan, dan iqamah di
telinga kiri. Ini didasarkan pada hadis Abu Rafi'".
Persoalan ini memang bukan persoalan yang disepakati
oleh ulama. Ada sebagian yang menganggapnya makruh
(sebaiknya ditinggalkan), seperti Imam Malik. Dalam
buku Mawâhib al-Jalîl Syarh Mukhtashar Khalîl
karangan Al-Haththâb yang bermazhab Maliki disebukan
demikian: "Imam Malik menganggap makruh (sebaiknya
ditinggalkan, tidak disukai) melakukan azan di telinga
bayi." Bukan hanya makruh, yang menilai praktik azan di
telinga bayi sebagai perbuatan bid'ah pun ada dengan
alasan bahwa hadis di atas dinilai lemah.
Sementara itu, Dâ'irat al-Iftâ' al-'Am bi al-Urdun
(semacam Majelis Ulama di Yordania) memandang azan
di telinga bayi yang baru lahir sebagai sesuatu yang baik
( mustahabb ). Ini, menurut lembaga itu, didasarkan pada
hadis yang disebutkan di atas. Termasuk yang menilai
sunnah azan di telinga bayi –di antara ulama-ulama
kontemporer– adalah Syaikh A'idh al-Qarni, dengan dalil
hadis Tirmidzi di atas. Al-Qarnî berkomentar bahwa
dengan dikumandangkannya azan di telinga bayi, maka
suara yang pertama kali didengar oleh bayi adalah
kalimat-kalimat tauhid dan kata-kata baik seperti Allahu
Akbar dan La ilaha Illallah.
Jika terjadi perbedaan seperti ini, kita boleh mengikuti
mana di antara pendapat-pendapat itu yang menurut kita
lebih kuat. Tidak melakukannya pun tidak apa-apa,
karena persoalan itu bukan wajib.
Demikian, wallahu a'lam .
[Muhammad Arifin - Dewan Pakar Pusat Studi Al-Quran ]
===

Share:

AGRESIF BY MT

Kata Penting pagi ini:

AGRESIF

1. Agresifitas adalah kualitas pribadi seseorang yang ingin menjadikan dunia dan kehidupan menjadi seperti yang diinginkannya.

2. Seorang yang agresif akan menggerakkan dirinya untuk maju saat bermalas-malasan terasa lebih menarik, dan untuk meneruskan saat menyerah terlihat lebih aman.

3. Agresifitas menjadikan orang biasa diperhatikan lebih akut, dinilai dengan lebih ketat, dibandingkan dengan lebih kejam. Tapi itulah yang menjadikan semua kualitas di dalam dirinya dikenali dan dihargai.

4. Rasa syukur adalah landasan bagi agresifitas yang anggun dan kokoh.

5. Rasa berhak untuk sukses adalah pendorong baginya saat dia kurang cepat, dan pengarah baginya saat dia tertarik kepada yang tidak penting.

6. Pemuda yang giat menata diri dan agresif membangun masa depan yang cemerlang, menarik bagi wanita yang ingin anak-anaknya dipimpin dan dihebatkan oleh seorang pria yang elegan dan sukses.

Please kindly enjoy, absorb, and apply.

Mario Teguh – Loving you all as always

---------------

Jika ada kata-kata penting lain yang Anda butuhkan uraian dan pengertiannya, mohon tuliskanlah di sini, agar saya dapat menyertakannya dalam penulisan status 'Kata Penting' berikutnya.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda.

Mario Teguh
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

"KEBIASAAN ISTERI YANG DISUKA SUAMI"

1. Berusahalah berhias secantik mungkin jika bersama suami.

2. Tampakkan wajah yang selalu ceria dan berseri di depan suami.

3. Banyaklah memberi perhatian kepada suami. Dengan perhatianmu maka akan membuat dirinya merasa nyaman.

4. Terimalah apapun pemberian suami. Dan jangan sekali-kali mengeluhkan atau menyepelekannya.

5. Jangan banyak menuntut kepada suami dengan hal-hal yang masih belum bisa ia penuhi.

6. Hindarilah membantah apa yang suami ucapkan.

7. Selalu taatilah segala permintaan ataupun perintah suami sepanjang bukan hal kemaksiatan.

8. Temani suami di saat makan. Dengannya ia akan merasakan kenikmatan dalam kebersamaan.

9. Hindarilah melakukan sesuatu yang tidak disukai suami.

10. Janganlah suka keluar rumah jika tak ada keperluan penting. Karena rata-rata seorang suami tidak menyukainya.

11. Hiburlah suami disaat ia dalam kesedihan.

12. Dan yang tak kalah penting, usahakan selalu turuti permintaan suami jika hendak mengajak tidur bersama sepanjang tidak ada hal-hal yang menghalangi untuk melakukannya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

MT 9 April 2013

Sahabat saya yang baik hatinya, selamat pagi dan salam super!

Keberuntungan berpihak kepada yang berani.

Tidak ada nilai dalam kehidupan sebagai penakut.

Kita hanya hidup satu kali. Hidup dengan berani adalah satu-satunya cara.

Semoga Tuhan Yang Maha Penyayang memberkati kita dengan kesehatan yang lebih baik, ketenangan pikiran, kelembutan di hati kita, dan rezeki yang indah dan penuh berkah.

Aamiin

Semoga Tuhan memudahkan Anda dalam menemukan jalur karir dan bisnis yang baik, yang subur bagi rezeki yang baik dan lancar, dan yang menjadikan Anda pribadi yang ahli dan terhormat.

Semoga kehidupan keluarga Anda damai, rukun, penuh kegembiraan, dan terlindungi dari bahaya dan penyakit.

Aamiin

Mario Teguh – Loving you all as always

---------------

Dan bagi Anda yang masih sendiri, semoga Tuhan menyadarkan Anda tentang keberadaan belahan jiwa yang sesungguhnya sudah dekat dengan Anda sejak lama, dan menyatukan Anda dengannya dalam pernikahan yang mendamaikan hati, yang mesra dalam cinta yang tulus, dan setia dalam usia yang panjang dan sehat.

Aamiin

Jika ada doa yang khusus bagi keadaan Anda sekarang, mohon Anda sertakan – agar kami semua bisa turut mengaminkannya.

Jangan lupa untuk menyertakan 'Like' atau 'Aamiin' dari Anda, agar nama indah Anda ada di dalam daftar penerima jawaban bagi doa bersama kita di pagi ini.

Semoga kehidupan kita selalu dipelihara dalam kesehatan, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

Aamiin
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

7 Sunnah Nabi

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ-Bismillahirrohmanirrohiim

Pesan indah dari Arifin Ilham :

Persiapan umat muslim sebelum ke akhirat

Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat & yang sekejap untuk hidup yang panjang.

Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Karena, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

Pertama,
Tahajjud karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Kedua,
membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Ketiga,
Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

Keempat,
jaga shalat Dhuha karena kunci rezeki terletak pada shalat dhuha.

Kelima
jaga sedekah setiap hari.
Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Keenam
jaga wudhu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu shalat walau ia sedang tidak shalat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya
Allah".

Ketujuh, amalkan istighfar setiap saat.
Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

By : Arifin Ilham
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

12 kata “JANGAN MENUNGGU” yang perlu dihindari:

12 kata "JANGAN MENUNGGU" yang perlu dihindari:

Follow twitter: @kutipanhikmah

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka kamu akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka kamu semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka kamu akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru kamu peduli, tapi pedulilah dengan orang lain, maka kamu akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahami kamu baru kamu memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu paham dengan kamu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis, tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu proyek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka proyek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka kamu akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah, bukan sekadar uang yang datang, tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka kamu akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur, tapi bersyukurlah, maka bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah, maka kamu pasti bisa!

Dan … Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang anda kenal … sehingga kita semua tersadar.

LIKE THIS ---> Kitab Suci Al-Qur'an
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Apa yg dipikirkan saat bangun pagi?

Siapa yang bangun di pagi hari dan hanya dunia yang di pikirkannya, sehingga seolah-olah ia tidak melihat hak Allah dalam dirinya, maka Allah akan menanamkan 4 macam penyakit padanya:

1). Kebingungan yang tiada putus-putusnya.
2). Kesibukan yang tidak pernah jelas akhirnya,
3). Kebutuhan yang tidak pernah merasa terpenuhi,
4). Khayalan yang tidak berujung wujudnya. (HR. MUSLIM)

Follow twitter: @kutipanhikmah
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

({})POWER OF PELUKAN ({})

Tahun lalu ada berita di TV Channel-7 Sydney bahwa bayi lahir prematur 27minggu yang sudah dinyatakan meninggal, hidup lagi setelah 2 jam DIPELUK({}) ibunya.

Yang dilakukan oleh si ibu, dikenal sebagai "Kangaroo Care", yaitu perawatan bayi prematur dengan cara memberikan sentuhan hangat dan menyalurkan energi si ibu pada bayinya. ({})

Kisah nyata diatas juga membuktikan bahwa "PELUKAN" bisa memberi keajaiban, dan bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang ahli terapis berkata : "Jika rumah tangga Anda diambang kehancuran, peluklah({}) pasangan Anda 20 kali sehari. Saya yakin Anda berdua tidak akan
bercerai". <3<3

Setiap orang butuh :
4 kali ({})pelukan/hari untuk tetap hidup
8 kali ({})pelukan/hari untuk sehat
12 kali ({})pelukan/hari untuk awet muda & bahagia

.͡▹ Saat berpelukan({}), tubuh melepaskan "hormon OXYTOKSIN" yang tersambung dengan rasa damai dan cinta. Hormon ini membuat jantung dan pikiran sehat. ({})

✔ Pelukan({}) dapat dilakukan pada semua, suami/istri, keluarga, anak, orang tua, dan teman.

✔ Pelukan({}) juga berlaku pada anak-anak. Jika bayi Anda rewel, peluklah({})jangan>:/ di jewer. Dia akan merasa aman dan efeknya pada kekebalan tubuh.

✔ Pelukan({}) juga dapat mengurangi sakit fisik maupun psikis, dan mengubah emosi negatif menjadi positif. \=D/

Jadi, sekarang siapkan pelukan({}) terbaik Anda untuk orang-orang yang Anda cintai!! <3<3

✔ Minimal suami istri sebelum berangkat kerja dan pulang kerja. ({})

✔ Orang tua dan anak saat pergi dan pulang sekolah. ({})

✔ Namun Tidak berlaku bagi yg memeluk Bantal Guling dan tidur kembali pagi ini

Sudahkah Anda memeluk Anak, Org Tua Anda, suami/istri anda pagi ini ?

Awas jangan Salah peluk suami/istri orang hehehe :D

Selamat Menikmati Keajaiban Berpelukan ({})
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Berjaya Karena Tak Berdaya



Oleh: Mohammad Fauzil Adhim
Dua puluh kali! Jika setiap hari kita mendengarkan azan
dengan sempurna, setidaknya 20 kali kita dituntunkan
menjawab seruan dengan mengucapkan hauqalah (laa
haula wa laa quwwata illa biLlah). Setiap kali muazin
berseru "hayya 'alash shalaah" (mari kita shalat), kita
menjawabnya dengan pernyataan betapa tak berdayanya
kita. Kita berkata, "Laa haula wa laa quwwata illa biLlah.
Tiada daya dan upaya selain semata karena Allah." Dan
bukannya berkata, "InsyaAllah." Atau "Bismillah, pasti
bisa."

Begitu pula tatkala muazin berseru, " Hayya 'alal falaah.
Mari meraih kemenangan." Kita menjawab seruan tersebut
dengan hauqalah pula, "Laa haula wa laa quwwata illa
biLlah." Kita menyatakan diri di hadapan Allah 'Azza wa
Jalla seraya mengakui sepenuhnya betapa tak berdaya diri
kita. Tak ada yang dapat kita lakukan, meski untuk
perkara yang sangat kecil, kecuali semata atas perkenan
dan daya yang Allah Ta'ala limpahkan kepada kita.
MasyaAllah.... Betapa berbeda. Dulu para salafush-shalih
menggemarkan diri mengucapkan hauqalah seraya
menghayati betul tak berdayanya diri. Mereka senantiasa
mengharap pertolongan kepada Allah 'Azza wa Jalla
seraya bersungguh-sungguh menetapi apa-apa yang dapat
menjadi asbab kebaikan. Mereka merasa lemah di
hadapan Allah Ta'ala, senantiasa menghimpun rasa takut
dan sekaligus harap yang amat kuat kepada Allah
subhanahu wa ta'ala . Mereka menajamkan tawakkalnya
kepada Allah Ta'ala. Betul-betul bersandar kepada Allah
Ta'ala dalam segala urusan. Bukan bersandar pada cara-
cara berdo'a sehingga terjatuh pada zhan (persangkaan,
keyakinan) yang buruk bahwa terkabulnya do'a dan
terwujudnya keinginan bergantung pada cara. Sepintas
mungkin tampak sama, tapi amat jauh bedanya. Yang
pertama menjadikan kita semakin berharap hanya kepada
Allah Ta'ala dan menambah rasa takut kita kepada-Nya,
mengkhawatiri banyaknya salah kepada-Nya. Sedangkan
yang kedua, kerapkali justru menjatuhkan kita pada ghurur
(terkelabuhi). Salah satunya merasa amal sangat baik
sehingga layak bagi Allah Ta'ala untuk mengabulkan do'a
kita. Kita terjatuh pada persangkaan bahwa baiknya amal
kita itulah penyebab Allah Ta'ala perkenan do'a kita.
Sementara generasi salafush-shalih justru sering dihimpit
rasa khawatir kalau-kalau do'a mereka tertolak oleh
rusaknya niat, kurangnya kesungguhan dan berbagai
kekhawatiran lain; kekhawatiran yang menjadikan mereka
lebih bersungguh-sungguh berbenah dan menyandarkan
diri hanya kepada Allah Ta'ala semata.
Berkenaan dengan keutamaan hauqalah, mari kita renungi
sejenak hadis riwayat Al-Bukhari. Rasulullah shallaLlahu
'alaihi wa sallam pernah menasehatkan kepada 'Abdullah
bin Qais radhiyallahu 'anhu :
ﻳَﺎ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺑْﻦَ ﻗَﻴْﺲٍ ﻗُﻞْ ﻻَ ﺣَﻮْﻝَ ﻭَﻻَ ﻗُﻮَّﺓَ ﺇِﻻَّ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ . ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻛَﻨْﺰٌ
ﻣِﻦْ ﻛُﻨُﻮﺯِ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ
" Wahai 'Abdullah bin Qais, katakanlah 'laa haula wa laa
quwwata illa biLlah', karena ia merupakan simpanan
pahala berharga di surga " (HR. Bukhari).
Inilah ucapan yang amat tinggi nilainya. Ia menjadi
simpanan pahala berharga di surga. Inilah ucapan yang
menjadikan generasi salafush-shalih senantiasa
bersungguh-sungguh menguatkan keyakinan kepada Allah
Ta'ala, pengharapan hanya kepada-Nya serta percaya
bahwa tak ada madharat sekecil apa pun yang akan
menimpa mereka jika Allah 'Azza wa Jalla tak
mengizinkan. Pun, tak ada kebaikan sekecil apa pun yang
sanggup mereka raih, tidak pula amal shalih dapat
dikerjakan secara ikhlas, kecuali semata karena perkenan
Allah subhanahu wa ta'ala .
Mereka bersibuk membangun percaya Allah Ta'ala dan
mengikis percaya diri. Mereka menjauhkan diri dari
memastikan suatu perkara akan terjadi, kecuali apa yang
Allah Ta'ala telah pastikan dalam nash yang shahih bahwa
itu pasti akan terjadi. Mereka inilah yang melazimkan diri
mengucapkan "insyaAllah" ketika mereka sangat
bersungguh-sungguh untuk memenuhi janji. Ucapan
"insyaAllah" menjadi janji yang mereka justru amat besar
rasa takutnya untuk meremehkan, sebab pada kata
"insyaAllah" ada janji kepada manusia sekaligus janji
kepada Allah Ta'ala. Sungguh, amat berbeda dengan yang
kita dengar pada banyak manusia di sekeliling kita
belakangan ini yang menjadikan kata "insyaAllah" sebagai
pengganti kata mungkin, bahkan untuk menunjukkan
kemungkinan besar kita tak penuhi janji.
Astaghfirullahal 'adzim .
Bersebab menyadari betapa tak berdayanya diri di hadapan
Allah 'Azza wa Jalla, maka mereka senantiasa berdo'a
memohon petunjuk dan kekuatan. Tidaklah kita mampu
bertauhid dengan benar, kecuali semata karena
pertolongan Allah 'Azza wa Jalla. Tidak pula kita dapat
menjauhkan dari keburukan, kecuali karena pertolongan
Allah subhanahu wa ta'ala.
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, "Tidak ada daya
untuk menghindarkan diri dari maksiat selain dengan
perlindungan dari Allah. Tidak ada kekuatan untuk
melaksanakan ketaatan selain dengan pertolongan Allah."
Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita sedang menuju
kemuliaan yang sama? Ataukah kita sedang belajar
menepuk dada dan mengajarkan hal yang sama kepada
anak-anak kita? Jika Imam Nawawi rahimahullah menolak
digelari "muhyiddin (penghidup agama)" , maka hari ini kita
saksikan betapa banyak manusia yang memberi gelar luar
biasa untuk diri sendiri. Di antara mereka, sebagiannya
bahkan mengaku ustadz.
Pelajaran apakah yang kita ambil? Hari ini, di negeri ini,
kita menjadi mayoritas tak berdaya.
Berjaya karena Tak Berdaya
Jika kita merenungi kalimat hauqalah (laa haula wa laa
quwwata illa biLlah), maka sepatutnya kita menyadari
betapa lemah diri ini. Kita tak punya kuasa, bahkan untuk
melaksanakan kebaikan yang paling sederhana. Tetapi kita
tidak merasa lemah, sebab kita yakin Allah Ta'ala Yang
Maha Perkasa amat dekat pertolongan-Nya.
Sepintas sama, tapi sangat berbeda kedua. Menyadari
lemahnya diri menjadikan kita tak jumawah; tidak pongah
karena merasa lebih hebat dibanding sesama. Tetapi kita
pun tak gemetar melihat orang yang menampakkan
kebesarannya karena sesungguhnya Allah Ta'ala Maha
Lebih Besar. Kita tidak takut bukan karena yakin diri kita
kuat, tapi justru karena yakin sebesar apa pun kekuatan
yang menghadang kita, Allah Ta'ala Maha Lebih Kuat.
Adapun merasa diri lemah menjadi kita minder, tak punya
keberanian mengatasi masalah hanya karena menghadapi
kesulitan yang tak seberapa. Lidah kita keluh, kepala tak
bisa tegak hanya karena berhadapan dengan orang yang
berpenampilan sedikit wah.
Sungguh, tak akan pernah lagi kita jumpai generasi yang
berani menghadap para kaisar yang namanya
menggetarkan tanpa tunduk wajahnya, meski kusut
rambutnya. Tak akan pernah lagi kita jumpai generasi
yang berdebu pakaiannya, tetapi tegap langkahnya
menghadapi para penguasa. Tak gemetar kakinya, tak
tumpul pikirannya, tak keluh lidahnya. Tak akan pernah
lagi kita jumpai generasi seperti itu kecuali jika kita
tumbuhkan dalam diri mereka pengakuan dan kesadaran
betapa tak berdayanya diri di hadapan Allah 'Azza wa
Jalla . Laa haula wal laa quwwata illa biLlah. Tak akan
pernah lahir generasi yang mantap langkahnya meski tak
mengenakan jas beserta dasi yang melilit leher, kecuali
jika anak-anak itu kuat imannya dan lurus aqidahnya.
Semoga Allah Ta'ala perkenankan anak-anak kita sebagai
generasi yang meninggikan kalimat Allah Ta'ala di muka
bumi. Mereka mengagungkan apa pun yang Allah Ta'ala
titahkan, sehingga senantiasa bersungguh-sungguh
melakukan apa pun yang dapat mengantarkan mereka
pada kebaikan. Semoga Allah Ta'ala menjadikan mereka
sebagai generasi yang senantiasa menetapi perintah Nabi
shallaLlahu 'alaihi wa sallam:
ﺍﺣْﺮِﺹْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﺎ ﻳَﻨْﻔَﻌُﻚَ ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻦْ ﺑِﺎﻟﻠﻪِ ﻭَﻻ ﺗَﻌْﺠِﺰَﻥَّ , ﻭَﺇِﻥْ
ﺃَﺻَﺎﺑَﻚَ ﺷَﻲْﺀٌ ﻓَﻼ ﺗَﻘُﻞْ : ﻟَﻮْ ﺃَﻧِّﻲ ﻓَﻌَﻠْﺖُ ﻛَﺬَﺍ ﻟَﻜَﺎﻥَ ﻛَﺬَﺍ ﻭَ ﻛَﺬَﺍ ,
ﻭَﻟَﻜِﻦْ ﻗُﻞْ : ﻗَﺪَﺭُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻭَ ﻣَﺎ ﺷَﺎﺀَ ﻓَﻌَﻞَ , ﻓَﺈِﻥَّ ﻟَﻮْ ﺗَﻔْﺘَﺢُ ﻋَﻤَﻞَ
ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ
" Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat
bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam
segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap
lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka
janganlah kamu mengatakan, 'seandainya aku berbuat
demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu'. Tetapi
katakanlah, 'ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah
berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki'. Karena
sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka
(pintu) perbuatan setan". (HR. Muslim).
Telah berlalu berbagai generasi sebelum kita. Ada
pelajaran besar yang harus kita renungkan. Telah berlalu
masa-masa kejayaan Islam. Telah berlalu pula zaman
yang disebut keemasan, tetapi sesungguhnya ini
merupakan titik balik yang mengantarkan kita pada
keruntuhan demi keruntuhan. Generasi terbaik itu adalah
para salafush-shalih yang lebih ringan berkata "saya tidak
tahu" daripada bersibuk mengesankan diri tahu. Generasi
terbaik itu adalah mereka yang bersibuk membangun
kepercayaan kepada Allah 'Azza wa Jalla seraya berserah
diri kepada-Nya. Bukan generasi yang bersibuk menepuk
dada dan membangun percaya diri karena merasa hebat
luar biasa. Generasi terbaik itu berjaya karena merasa tak
berdaya.
Bagaimana dengan kita? Bagaimana pula kita menyiapkan
anak-anak kita?
Astaghfirullah.... Semoga Allah Ta'ala mengampuni kita
dan membaguskan kita beserta anak-anak kita.
*** Tulisan ini dimuat di majalah KARIMA, majalah
Hidayatullah edisi khusus tentang parenting. Tulisan ini
sebenarnya belum selesai. Saya berharap dapat
menyelesaikannya dan memuat di facebook dengan cara
editing notes atau menampilkan sebagai tulisan baru
dengan mencantumkan keterangan tentang tulisan
tersebut.
Share:

Doa bagus banget

Share:

Doa Berjamaah 4-4-2013

( AMINKAN ) DOA ONLINE BERJAMAAH - Yaa Allah Yaa Ghoniyyu Yaa Rozzaq Yaa Qoodiir, Kami yg lemah ini memohon perlindungaan-Mu dari segala bala dunia dan akhirat, Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum, jadikanlah saudara2 jamaah yang me-LIKE, ini Engkau Rahmati diri dan keluarganya, berikanlah mereka kesehatan keselamatan keberkahan pada keluarganya, dan terutama keimanan yaa Robb, jagalah mereka berkahi rejekinya, entengkan hatinya beribadah, dhuha, tahajud, bersedekah dan segala kebaikan lainnya. Kabulkan hajatnya ya Robb, lindungi mereka dari berbagai macam kesesatan lahir dan bathin, hilangkan semua penyakit lahir dan penyakit bathin, lindungi mereka, lindungi kami kaum Muslimin dimana pun mereka berada baik di Indonesia dan didunia, menangkan para pejuang-Mu ya Rabb

Bukakanlah mana yang Haq dan mana yang bathil agar kami dapat membedakan, berilah cahaya-Mu ya Robb agar kami tidak salah jalan.

Yaa Allah Yaa Rohmaan Yaa Rohiim, Berilah balasan donatur dijalan Allah yg cintakan mengajak manusia dijalan-Mu, Dan Selamatkan kaum Muslimin yang tertindas, tinggikanlah Agama-Mu, berilah hidayah bagi yang belum mendapat hidayah, bukakanlah pintu hatinya menerima agama-Mu, kepada Engkau ya Robb kami berserah diri, Kami redho Engkau Robb kami, kami redho Islam sebagai agama / Dien kami, berilah kami kekuatan lahir dan bathin, dan kami redho Nabi Muhammad SAW sebagai Rosul dan pemimpin jalan hidup kami, Kabulkan hajat kami ya Robb, ikatkan hati-hati kami dalam iman dan Islam, walaupun dibatas jarak dan waktu, kepada-Mulah kami semua berharap. Singkirkanlah marabahaya kesesatan dan kurafat dari syetan berbentuk jin dan manusia dari kaum Muslimin, berilah kami pemimpin pilihan-Mu yg Engkau redhoi dan perduli dengan urusan kebaikan dunia demi keselamatan akhirat kami yaa Robb.

Lindungilah kami umat Muhammad Rosulullah shollallaahu 'alaihi wassalam, berilah cahaya Dien-Mu kepada kami semua, jagalah kami, bimbinglah kami, berilah kami pertolongan-Mu, Yaa Robb.

Yaa Malikiyaumiddiin Iyya kana buduwa iyyakanastain, Laa Hawlaa Walaa quwwata illaa billahil aliyyil adzhiiim. Kabulkan doa dan permintaan kami yaa Allaah, Aamiin Yaa Robbal alamiin. ( balas Aminkan - dibaca dgn tulus diresapi dalam sanubari hati, lalu ketiklah dikoment, tambahlah Asmaul Husna sbg penguat, dan Sholawat.

Contoh : Aamiin Yaa Mujiib, Yaa Arhamarrohimiiin+Sholawat, sekurangnya : Allahumma Sholli alaa Muhammad )

Semakin banyak berdoa semakin tajam - TimUstadz -

Share:

Amalan Sebelum Tidur

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ada ilmu sebelum tidur..Rasulullah SAW berpesan kepada Aisyah ra :

"Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :
1. Sebelum khatam Al Qur'an
2. Sebelum membuat para Nabi memberimu syafaat di hari akhir
3. Sebelum para muslim meridhoi kamu
4. Sebelum kau laksanakan haji dan umroh"

Bertanya Aisyah :
"Ya Rasulullah.. Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?"

Rasul tersenyum dan bersabda :

1. "Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur'an." Bismillaahir rohmaanir rohiim,
Qulhualloohu ahad' Alloohushshomad' lam yalid walam yuulad' walam yakul lahuu kufuwan ahad' (3x)

2. "Membaca sholawat untuk ku dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan memberi syafa'at di hari kiamat". Bismillaahir rohmaanir rohiim, Alloohumma shollii 'alaa Muhammad wa'alaa alii Muhammad (3x)"

3. "Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meridhoi kamu". Astaghfirulloohal adziim aladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilaih (3x)

4. "Perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka seakan - akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh".
Bismillaahir rohmaanir rohiim, Subhanalloohi Walhamdulillaahi walaailaaha illalloohu alloohu akbar (3x)

*Untuk ingatan kita bersama.
Kalau berkenan tolong broadcast yah ke saudara Muslim yang lain. Rasulullah saw bersabda ilmu yang bermanfaat ialah salah satu amal yang kekal bagi orang yang mengajarnya, meski hanya 1 ayat,dan meskipun kita sudah meninggal dunia.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Cara Mudah Menghafal Asmaul Husna (Tips & Trik)

Menghafal atau menyebut di luar kepala akan Asmaul Husna adalah sarana yg insya Allah ringan untuk dilaksanakan untuk meraih surga.

Nabi Muhammad S.A.W. pernah bersabda
"Bahwasanya Allah mempunyai 99 Nama, yakni seratus kurang satu. Barang siapa menghafalnya (menyebut di luar kepala) niscaya akan dimasukkan ke dalam surga".
Namun pada kenyataannya masih banyak di antara kita yang kesulitan untuk menghafal Asmaul Husna tersebut.

Oleh karena itu kami mencoba berbagi tips bagaimana cara menghafal Asmaul Husna. InsyaAllah jika bersungguh-sungguh kita pun akan dapat menghafalnya.
Metode ini kami sebut "Metode 2-2″
Artinya kita menghafalkan dua Asma dalam sekali penghafalan.
Secara lebih detail sebagai berikut:

1. Pastikan Anda telah memiliki daftar Asmaul Husna. Biasanya ada di belakang sampul mushaf Al-Quran.
Anda juga melihat dan mencetaknya dari linkhttp://www.facebook.com/topic.php?uid=136890182992394&topic=155
Bisa juga mengunduh ebook Asmaul Husna dari link berikut : http://tinyurl.com/ebook-asmaulhusna
(Kami sarankan untuk dicetak agar mempermudah penghafalan).

2. Kelompokkan keseluruhan Asma dalam 10 kelompok, yakni:
(1) Asma nomer 1-10
(2) Asma nomer 11-20
(3) Asma nomer 21-30
(4) Asma nomer 31-40
(5) Asma nomer 41-50
(6) Asma nomer 51-60
(7) Asma nomer 61-70
(8) Asma nomer 71-80
(9) Asma nomer 81-89
(10) Asma nomer 90-99


Kelompok (1)
01-02 >> Yã Raĥmãnu Yã Raĥĩmu
03-04 >> Yã Maliku Yã Quddũsu
05-06 >> Yã Salãmu Yã Mu`minu
07-08 >> Yã Muhaiminu Yã `Azĩzu
09-10 >> Yã Jabbãru Yã Mutakabbiru

Kelompok (2)
11-12 >> Yã Khãliqu Yã Bãri`u
13-14 >> Yã Mushawwiru Yã Ghaffãru
15-16 >> Yã Qahhãru Yã Wahhãbu
17-18 >> Yã Razzãqu Yã Fattãĥu
19-20 >> Yã `Alĩmu Yã Qãbidhu


Kelompok (3)
21-22 >> Yã Bãsithu Yã Khãfidlu
23-24 >> Yã Rãfi`u Yã Mu`izzu
25-26 >> Yã Mudzillu Yã Samĩ`u
27-28 >> Yã Bashĩru Yã Ĥakamu
29-30 >> Yã `Adlu Yã Lathĩfu

Kelompok (4)
31-32 >> Yã Khabĩru Yã Ĥalĩmu
33-34 >> Yã `Adhĩmu Yã Ghafũru
35-36 >> Yã Syakũru Yã `Aliyyu
37-38 >> Yã Kabĩru Yã Ĥafidhu
39-40 >> Yã Muqĩtu Yã Ĥasĩbu

Kelompok (5)
41-42 >> Yã Jalĩlu Yã Karĩmu
43-44 >> Yã Raqĩbu Yã Mujĩbu
45-46 >> Yã Wãsi`u Yã Ĥakĩmu
47-48 >> Yã Wadũdu Yã Majĩdu
49-50 >> Yã Bã`itsu Yã Syahĩdu

Kelompok (6)
51-52 >> Yã Ĥaqqu Yã Wakĩlu
53-54 >> Yã Qawiyyu Yã Matĩnu
55-56 >> Yã Waliyyu Yã Ĥamĩdu
57-58 >> Yã Muĥshiyyu Yã Mubdi`u
59-60 >> Yã Mu`ĩdu Yã Muĥyĩ

Kelompok (7)
61-62 >> Yã Mumĩtu Yã Ĥayyu
63-64 >> Yã Qayyũmu Yã Wãjidu
65-66 >> Yã Mãjidu Yã Wãĥidu
67-68 >> Yã Aĥad Yã Shamadu
69-70 >> Yã Qãdiru Yã Muqtadiru

Kelompok (8)
71-72 >> Yã Muqaddimu Yã Mu`akhkhiru
73-74 >> Yã Awwalu Yã Ãkhiru
75-76 >> Yã Dhãhiru Yã Bãthinu
77-78 >> Yã Wãlĩ Yã Muta`ãlii
79-80 >> Yã Barru Yã Tawwãbu

Kelompok (9)
81-82 >> Yã Muntaqimu Yã Afuwwu
83-84 >> Yã Ra`ũfu Yã Mãlikal Mulki
85 >> Yã Dzul Jalãli Wal Ikrãm
86-87 >> Yã Muqsithu Yã Jamĩ`u
88-89 >> Yã Ghaniyyu Yã Mughnĩ

Kelompok (10)
90-91 >> Yã Mãni`u Yã Dhãru
92-93 >> Yã Nãfĩ`u Yã Nũru
94-95 >> Yã Hãdĩ Yã Badĩ`u
96-97 >> Yã Bãqĩ Yã Wãritsu
98-99 >> Yã Rasyĩdu Yã Shabũru
3. Selanjutnya dari masing-masing kelompok, dibagi lagi menjadi 5 sub kelompok (pasangan).
Misalnya pada kelompok (1) :
- Asma nomer 1 dan 2 >> YAA RAHMAANU YAA RAHIIMU
- Asma nomer 3 dan 4 >> YAA MALIKU YAA QUDDUUSU
- Asma nomer 5 dan 6 >> YAA SALAAMU YAA MU'MINU
- Asma nomer 7 dan 8 >> YAA MUHAIMINU YAA `AZIIZU
- Asma nomer 9 dan 10 >> YAA JABBAARU YAA MUTAKABBIRU

4. Dalam menghafal, Anda dapat menyebut Asma - misalnya nomer
Asma 1 dan 2 >> AR-RAHMAAN AR-RAHIIM (sebagai dzikir) atau menambah YAA di depan Asma (dalam contoh ini menjadi YAA RAHMAN YAA RAHIIM - ini seperti contoh di atas dan ini yang kami praktekkan)

5. Hafalkan 1 pasangan terlebih dahulu (misalnya YAA RAHMAN YAA RAHIIM). Caranya anda harus mengucapkannya berulang-ulang (misalnya 10x). Jangan berpindah ke pasangan selanjutnya (Asma nomer 3 dan 4) jika Asma nomer 1 dan 2 ini belum benar-benar hafal.

6. Jika Asma no 1 dan 2 sudah benar-benar hafal silakan Anda hafalkan Asma no 3 (tiga) dan 4 (empat). Caranya sama yaitu dengan mengucapkan berulang-ulang.

7. Jika Asma 3 dan 4 sudah hafal jangan terburu-buru menghafal ke pasangan Asma berikutnya (no 5 dan 6). Ucapkan kembali Asma nomer 1, 2, 3 dan 4 secara berurutan dan berulang-ulang hingga benar-benar hafal.

8. Jika Asma no 1, 2, 3 dan 4 sudah hafal silakan melanjutkan Asma no 5 dan 6. Jika Asma no 5 dan 6 sudah hafal. Ulangi kembali hafalan Asma no 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 berkali-kali sampai benar hafal. Jika sudah hafal baru melangkah ke dua Asma selanjutnya. Begitu seterusnya hingga Anda dapat menghafal 10 Asma dalam kelompok (1).

9. Agar tidak terlalu berat beban Anda dalam menghafal. Cukuplah dalam 1 hari Anda menghafal 1 kelompok Asma saja (kecuali Anda masih muda dan/atau memiliki kemampuan menghafal yang bagus).
Jadi misalnya:
- Hari pertama : menghafal kelompok (1)
- Hari kedua : sebelum menghafal kelompok (2), coba ucapkan kembali keseluruhan Asma pada kelompok (1). Pastikan tidak ada Asma yang salah, tertinggal maupun keliru urutannya. Jika seluruh Asma dari kelompok (1) sudah mantap silakan melanjutkan ke kelompok (2). Jika seluruh Asma dari kelompok (2) sudah berhasil dihafalkan. Silakan sebutkan keseluruhan Asma dari kelompok (1) kemudian disambung seluruh Asma dari kelompok (2).
- Hari ketiga: sebutkan kembali seluruh Asma dari kelompok (1) dan (2). Jika sudah benar-benar mantap silakan lanjutkan menghafal Asma dari kelompok (3). Jika seluruh Asma dari kelompok (3) sudah hafal silakan ulangi kembali seluruh Asma dari kelompok (1), (2) dan (3).
Demikian seterusnya sampai seluruh Asma dalam seluruh kelompok berhasil dihafalkan.
Catatan:
- Untuk kelompok (9) Asma dibagi sebagai berikut:
* Nomer 81 dan 82 >> YAA MUNTAQIMU YA AFUW
* Nomer 83 dan 84 >> YAA RA'UUFU YA MALIKAL MULK
* Nomer 85 (tanpa pasangan) >> YAA DZAL JALAALI WAL IKRAM
* Nomer 86 dan 87 >> YAA MUQSITU YAA JAAMI`
* Nomer 88 dan 89 >> YAA GHANIY YAA MUGHNIY

- Untuk kelompok (10) tinggal melanjutkan saja dari kelompok (9)

- Dalam menghafal Anda dapat menggunakan tasbih (biasaya biji tasbih berjumlah 99, sesuai dengan jumlah Asmaul Husna) sebagai alat bantu untuk memastikan bahwa urutan Asma yang Anda sebutkan sudah benar. 
Jadi misalnya Anda menyebut Asma no 1, Anda pegang butir tasbih nomer 1 demikian seterusnya.

Selain menggunakan tasbih dapat juga Anda menggunakan jari-jari tangan Anda (saya sarankan cukup jari-jari tangan kanan Anda)
Jadi untuk menghafalkan 1 kelompok Asma cukup menggunakan 5 jari sebelah kanan Anda.
Contoh 
kelompok (1)
- Ibu jari : sambil menyebut Asma no 1 dan 2
- Telunjuk : sambil menyebut Asma no 3 dan 4
- Jari tengah : sambil menyebut Asma no 5 dan 6
- Jari manis : sambil menyebut Asma no 7 dan 8
- Kelingking : sambil menyebut Asma no 9 dan 10
Begitu sampai kelingking, kembali lagi ke ibu jari untuk menyebut Asma dari kelompok 
(2), demikian seterusnya
Dengan cara seperti yang diuraikan di atas. InsyaAllah kita akan dapat menghafal Asmaul Husna dalam waktu tidak terlalu lama. Dan jika sudah hafal hendaknya sering mengucapkan agar hafalan tersebut tidak hilang begitu saja.
Semoga bermanfaat
Download video asmaul husna dan terjemahnya
Sumber Group Mari Menghafal Asmaul Husna

http://arisfebrirahmanto.blogspot.com/2011/11/cara-mudah-menghafal-asmaul-husna-tips_20.html

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

MELUPAKAN MASA LALU YANG MENYAKITKAN

Follow twitter: @kutipanhikmah

Walaupun suatu waktu ketika ada seseorang yang telah menghianatimu di masa lalu

Maka tak ada alasan bagimu untuk tidak memberi maaf kepadanya

Berhentilah memikirkan orang-orang yang telah mengecewakanmu di masa lalu karena hal itu akan membuat banyak waktumu terbuang percuma dan sia-sia

Percayalah...
Allah pasti punya alasan kenapa dia tidak berada bersamamu di masa sekarang dan di masa depanmu

Ingatlah...
Jangan sekali-kali berprasangka buruk kepada Allah atas ketetapan-Nya

Tapi yakinlah...
Allah lebih tahu apa yang kamu butuhkan daripada sekedar apa yang kamu inginkan

Akan ada waktunya kapan DIA akan memberimu sesuatu yang lebih indah di bandingkan dengan apa yang telah hilang dari genggamanmu

Dan itulah sebenar benarnya karunia nikmat-Nya yang terkadang banyak dari kita tidak menyadarinya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®
Share:

Perbuatan Istri Yang Di Anggap Durhaka Kepada Suami

Apakah Anda termasuk Istri yang dianggap durhaka? apakah istri Anda termasuk istri yang dianggap durhaka kepada suami?

1.Apabila dipanggil oleh suaminya ia tidak datang.
Sabda Rasulullah SAW yang bermaksud:"Apabila suami memanggil isterinya ke tempat tidur. ia tidak datang nescaya malaikat melaknat isteri itu sampai Subuh." (Riwayat Bukhari dan Muslim)

2.Membantah suruhan atau perintah suami.
Sabda Rasulullah SAW: 'wanita Siapa saja yang tidak berbakti kepada suaminya maka ia mendapat laknat dan Allah dan malaikat serta semua manusia."

3.Bermuka masam terhadap suami.
Sabda Rasulullah SAW: "Siapa saja perempuan yang bermuka masam di hadapan suaminya berarti ia dalam kemurkaan Allah sampai ia senyum kepada suaminya atau ia meminta keredhaannya."

4.Jahat lidah atau mulut pada suami.
Sabda Rasulullah SAW: "Dan ada empat golongan wanita yang akan dimasukkan ke dalam Neraka (diantaranya) ialah wanita yang kotor atau jahat (tajam) lidahnya terhadap suaminya."

5.Membebankan suami dengan permintaan yang diluar kemampuannya.
Keluar rumah tanpa izin suaminya.
Sabda Rasulullah SAW: "Siapa saja perempuan yang keluar rumahnya tanpa ijin suaminya dia akan dilaknat oleh Allah sampai dia kembali kepada suaminya atau suaminya redha terhadapnya." (Riwayat Al Khatib)

6.Berhias ketika suaminya tidak disampingnya.
Maksud firman Allah: "Janganlah mereka (perempuan-perempuan) menampakkan perhiasannya melainkan untuk suaminya." (An Nur 31)

7.Menghina / Meremehkan pengorbanan suaminya.
Maksud Hadis Rasulullah SAW: "Allah tidak akan memandang (tidak akan ridla) kepada siapa saja perempuan yang tidak berterima kasih atas pengorbanan suaminya sedangkan dia masih memerlukan suaminya."

8.Mengijinkan masuk orang yang tidak diijinkan suaminya ke rumah
maksud Hadis: "Jangan ijinkan masuk ke rumahnya melainkan yang diijinkan suaminya." (Riwayat Tarmizi)
sebagai contoh : berhubungan dengan seseorang tanpa keperluan yang diizinkan syara' baik di dunia nyata ataupun di dunia maya seperti sms-an, chatting dan telepon dengan laki-laki ajnabi/asing.
Tidak mau menerima petunjuk (saran/nasehat) suaminya.
Maksud Hadis: "Isteri yang durhaka hukumnya berdosa dan dapat gugur nafkahnya ketika itu. Jika ia tidak segera bertaubat dan memint ampun dari suaminya, Nerakalah tempatnya di Akhirat kelak. Apa yang isteri buat untuk mendapat ridla suaminya adalah semata-mata untuk mendapat keredhaan Allah SWT" , karena keridlaan suami terhadap istrinya, adalah salah satu tanda keridlaan Allah kepada dirinya, sebagaimana hadits Nabi :

" Wanita mana saja yang mati sedangkan suaminya meridlainya, maka baginya adalah sorga ".

Sebenarnya untuk mendapat ridla suaminya, para istri istu tidaklah sulit jika memang diri mereka itu punya ilmu dan dan hati mereka punya niat yang kuat dan tulus untuk konsisten pada niat dan komitmen awal ketika membangun biduk rumah tangga

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

Tips Menyemangati Anak

Berikutnya adalah tips bagaimana agar, anak kita menjadi rajin dan mudah sekali belajar dan sekolah.

1. Saat pulang sekolah tanyakan "hai sayang, apa yang menyenangkan hari ini disekolah?" Otomatis otak anak akan mencari hal-hal yang menyenangkan disekolah dan ini secara tidak langsung akan memberitahu sang anak bahwa sekolah adalah tempat yang menyenangkan.

2. Saat anak tidur (Hypnosleep), katakan "makin hari, belajar makin menyenangkan", "sama halnya dengan bermain, belajar juga sangat menyenangkan", "mudah sekali bagimu untuk belajar (berhitung, menghafal dll)".

3. Jelaskan manfaat dari pelajaran yang sedang dipelajari (sesuai dengan minat anak tersebut) misal: dengan mempelajari perkalian, maka saat liburan naik kelas nanti nanti kamu bisa menghitung berapa harga barang yang akan kamu beli di Singapore dan kamu bisa membandingkannya dengan harga di Indonesia. Jika kamu menguasai conversation dalam bahasa inggris maka kamu akan sangat mudah berkomunikasi dengan pelatih sepak bolamu yang dari Thailand.

4. Mintalah guru les pelajarannya (jika ada), sering-sering mengatakan bahwa anak kita adalah anak yang hebat dan luar biasa. Pujian yang tulus dan memompa semangatnya jauh lebih penting dari pada mengajarkan tehnik-tehnik berhitung dan menghafal  yang cepat. Mintalah bantuan orang-orang sekitar termasuk guru untuk meningkatkan harga diri anak kita.

5. Jika anak kita masih kecil dan masih suka dibacakan dongeng, bacakan dongeng dengan posisi memangku dia (dengan posisi yang nyaman, serta memudahkan kita orangtua untuk memberikan ciuman kasih sayang atau pelukan sayang) tujuannya agar anak mengkaitkan membaca buku dengan rasa cinta dari orangtua dan buku adalah hal yang sangat menyenangkan.

6. Gunakan surat rahasia dari orangtua kepada anak, kita bisa berkata "nak, Ibu telah meletakan surat rahasia buat kamu. Cuma kamu dan ibu yang tahu isinya. Ibu letakan dibawah bantal tidurmu, bacalah setelah makan ya". Isinya bisa berupa kata-kata yang menyemangati anak dalam kegiatan belajar dan sekolahnya.
(Timothy Wibowo)

Share:

Makna Sebuah Pekerjaan

Seorang eksekutif muda sedang beristirahat siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga menghampirinya.

"Om beli bunga Om." "Tidak Dik, saya tidak butuh," ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya. "Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om," rayu si gadis kecil.

Setengah kesal dengan nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata, "Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh Om akan beli bunga dari kamu."

Mendengar ucapan si pemuda, gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. "Sudah selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu tangkai saja."

Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. "Ini uang 2000 rupiah buat kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu," ujar si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.

Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu keheranan dan sedikit tersinggung.

"Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?" Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab, "Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi pengemis."

Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang memberinya pelajaran berharga hari itu. Tidak jarang kita menghargai pekerjaan sebatas pada uang atau upah yang diterima. Kerja akan bernilai lebih jika itu menjadi kebanggaan bagi kita. Sekecil apapun peran dalam sebuah pekerjaan, jika kita kerjakan dengan sungguh-sungguh akan memberi nilai kepada manusia itu sendiri. Dengan begitu, setiap tetes keringat yang mengucur akan menjadi sebuah kehormatan yang pantas kita perjuangkan.

Copyright © 2013 - Cerita Motivasi -
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Share:

2 HARI YANG TAK USAH DIKHAWATIRKAN

Follow twitter: @kutipanhikmah

Dari tujuh hari dalam seminggu, sebenarnya ada dua hari yang tidak perlu di khawatirkan. Coba tebak, hari apakah itu?

Dua hari yang tak perlu di khawatirkan dalam seminggu adalah hari kemarin dan hari esok.

Siapa yang perlu mengkhawatirkan lagi hari kemarin?

⇉ Hari di mana semua kesalahan, kekurangan, kecewa, sakit hati kita alami.

⇉ Hari di mana kita kehilangan seseorang atau sesuatu yang kita sayangi.

⇉ Hari di mana kita merasa menjadi orang yang paling bodoh sedunia.

⇉ Hari di mana kita menyakiti hati orang yang kita cinta.

⇉ Hari di mana kita merenda kebohongan.

⇉ Hari di mana kita berbuat curang pada kekasih hati.

⇉ Hari di mana kita mengalami kegagalan dan penolakan.

⇉ Hari di mana bahkan serupiahpun tak ada di dalam kantong kita.

Tetapi bagaimanapun semua hari itu sudah berlalu. Hari itu sudah usai dan berapapun uang yang kita punya, tak akan bisa dipakai untuk membeli dan mengembalikan masa lalu untuk diperbaiki.

Untuk itulah kita tak perlu berulang kali menoleh ke belakang dan meratapi semua yang telah terjadi. (sendy aldiana)

LIKE THIS ---> Kitab Suci Al-Qur'an

Share:

Jadwal Sholat

Popular Posts

Label

Arsip Blog

Recent Posts

Pages

Blog Archive

Categories